10 Hal yang Tidak Boleh Dikatakan Kepada Brides-to-be

By Rebebekka on under How To

Masa-masa persiapan pernikahan adalah masa-masa di mana wanita menjadi sangat lemah dan sensitif. Mungkin hal itu dikarenakan tekanan dari diri sendiri dan lingkungan sekitar. Sebagai sahabat yang baik, sebaiknya kita tidak menambah beban tersebut, terutama menjelang hari H. Nah ada beberapa hal yang tidak boleh diungkapkan kepada brides-to-be karena bisa berakibat buruk. Seperti apa saja komentar yang harus dihindari? Berikut listnya.

“Kamu yakin sama dia?”

Kecuali kamu memergoki calon suami dari brides-to-be  itu berselingkuh, memakai obat – obatan terlarang atau tindakan kriminal, hindari mempertanyakan keyakinannya untuk calon suaminya. Apalagi jika hanya untuk masalah kecil seperti fisik atau gaya berpakaian. Menjawab pinangan dari seseorang tentu tidak begitu saja di-iya-kan olehnya, pasti sudah dipikirkan masak – masak olehnya. Tidak perlu kamu komentari lagi.

Daripada kamu komentar seperti itu, lebih baik :

Doakan yang terbaik untuknya. Semoga pilihannya memang tepat sesuai petunjuk dari Tuhan.

“Kenapa harus di sana sih menikahnya?”

Seandainya ia menyelenggarakan wedding destination yang kamu rasa terlalu jauh, tidak perlu berkomentar akan hal ini. Dia tentu sudah memikirkan matang – matang plus dan minusnya menyelenggarakan pernikahan jauh dari tempatnya berada.

Daripada kamu komentar seperti itu, lebih baik :

Menabung jauh – jauh hari untuk membeli tiket dan keperluan akomodasi. Jangan lupa ajukan cuti menjelang hari H dan selesaikan tugas kantor agar kamu bisa tenang menghadiri pernikahannya.

“Kurusin dikit lagi deh badan kamu!”

Maksud hati memang baik agar si brides-to-be bisa tampil prima dan memukau dalam balutan wedding dress atau kebaya, namun kata – kata itu bisa saja membuatnya stress dan sedih.

Daripada kamu komentar seperti itu, lebih baik :

Ajak dia join anggota gym bersama kamu dan olahragalah bersamanya. Untuk sementara stop dulu mengajak dia makan makanan enak atau mencoba – coba dessert favorit kalian.

“Habis berapa semua biayanya? Pasti habis banyak ya!”

Mungkin kamu sangat ingin tahu sebagai gambaran saat kamu menikah nanti, namun tidaklah etis menanyakan masalah ini kepada brides to be.

Daripada kamu komentar seperti itu, lebih baik :

Tanyakan siapa vendor yang dia rekomendasikan setelah acara usai, hal ini jauh lebih bermanfaat daripada tahu keseluruhan total biaya.

“Aneh banget sih dress-nya!”

Selera tiap orang berbeda – beda apalagi soal penampilan. Yang buat kamu aneh bisa saja merupakan impian dia sejak kecil. Jadi tahan untuk komentar mengenai hal ini.

Daripada kamu komentar seperti itu, lebih baik :

Pujilah dia dengan tulus dan tidak perlu mengeluarkan kata – kata yang tidak baik.

“Wajah kamu kok kusam banget sih mau nikah!”

Karena kesibukannya bisa saja si brides to be jadi lupa merawat wajah, namun kamu tidak perlu mengutarakannya secara langsung.

Daripada kamu komentar seperti itu, lebih baik :

“Ajak dia perawatan ke salon berdua dengan kamu”

“Habis menikah itu ternyata tidak seseru yang saya bayangkan.”

Apa yang kamu alami sesudah menikah belum tentu sama dengan yang akan dialami orang lain loh. Jadi tidak perlu mengeluarkan pernyataan negatif tentang pernikahan kepada brides-to-be.

Daripada kamu komentar seperti itu, lebih baik :

Berikan ia nasihat – nasihat yang berguna tentang cara menjadi istri yang baik atau bisa juga tips sukses malam pertama dari kamu yang sudah lebih dulu mengalaminya.

“Jangan ribet deh! Ga usah jadi bridezilla lah.”

Sesederhana apapun bentuk pernikahan seseorang sudah pasti akan sedikit banyak lebih ribet daripada hari – hari biasanya. Jika kamu tidak bisa membantu jangan berkomentar yang tidak enak didengar seperti ini.

Daripada kamu komentar seperti itu, lebih baik :

Tanyakan apa yang bisa kamu bantu dan bantulah si brides to be sesuai kemampuan kamu.

“Kenapa pakai catering itu? Makanannya kan ga enak banget.”

Lagi – lagi ini soal selera bukan? Jika kamu merasa tidak enak belum tentu orang lain merasakan hal yang sama dengan kamu.

Daripada kamu komentar seperti itu, lebih baik :

Berikan masukan list vendor catering yang rekomen menurut kamu. Namun jika dia sudah terlanjur memilih vendor catering tidak perlu lagi kamu mengomentarinya. Kalau kamu memang tidak suka, ya tidak perlu dimakan sajiannya saat dia menikah, hehehe.

“ Nanti mau punya anak berapa?”

Komentar ini memang paling banyak diutarakan oleh orang – orang kepada brides to be. Padahal kita tidak tahu bagaimana kondisi dari seseorang menjelang pernikahan dan belum tentu juga mereka langsung memikirkan tentang anak setelah menikah.

Daripada kamu komentar seperti itu, lebih baik :

Keep silent dan doakan yang terbaik untuk kehidupan pernikahan mereka baik untuk urusan rejeki, kesehatan dan kesejahteran mereka begitu juga soal keturunan.

Kira-kira ada hal apa lagi yang ingin kamu tambahkan? Langsung ke comment section ya!