10 Kisah Lamaran Terfavorit 2015

By Septa Mellina on under The Engagement

Menjelang akhir 2015, The Bride Dept telah menyiapkan 10 kisah lamaran terfavorit 2015. Selain kisah cinta yang heartwarming, acara pertunangan mereka juga mengusung ide yang unik, cantik, dan pastinya penuh makna. Kalau kamu dan pasangan berencana untuk bertunangan di tahun 2016, coba simak artikel berikut ini sebagai sumber inspirasi. So until then, here’s the Top 10 Engagement Stories.

1. Best Friend to Fiance: Icha & Aga

They say, the best marriage starts as a friendship. Itulah yang terjadi pada perjalanan cinta Icha dan Aga yang sudah bersahabat sejak 7 tahun silam saat keduanya masih menjadi mahasiswa baru. Adat Palembang yang kental pun mewarnai acara lamaran keduanya, mulai dari prosesi pantun bersahutan hingga tepak sirih (makan sirih). Tak lupa, kain songket yang cantik pun turut dikenakan saat acara lamaran.

2. Lamaran Adat Palembang dan Betawi Ala Aida dan Ferhat

Berawal dari hubungan senior-junior semasa kuliah di Fakultas Hukum Universitas Indonesia, pasangan Aida-Ferhat akhirnya berpacaran dan memutuskan untuk menikah. Wedding proposal sendiri berlangsung di tengah dinginnya sebuah bukit dekat Central Park, New York. Prosesi lamaran yang kental dengan adat Palembang dan Betawi pun dilakukan, mulai pemakaian kain songket sebagai lambang kepala adat Palembang hingga hantaran sepasang roti buaya yang super besar dan berat. Aida pun menambahkan radio tua dan pajangan Tiongkok milik sang Ayah dalam dekorasi yang kian mempercantik hari bahagia mereka.

3. Salmon Color Engagement Party of Acha & Adi

Setelah 10 tahun berpacaran, pasangan Acha dan Adi memutuskan untuk memulai hidup yang baru bersama-sama. Acara lamaran dilangsungkan dengan mengusung adat Betawi-Jawa dengan tema shabby chic dan padanan warna salmon yang cantik. Sepasang roti buaya, wajik, dan tape uli pun disajikan sesuai adat Betawi. Sementara adat Jawa terpancar dari bahasa Jawa halus (krama inggil) yang digunakan ayahanda Adi saat melamar Acha.

4. Simple Engagement Party at Rumahku Restaurant

Unsur etnik pun bisa menjadi pilihan cantik untuk acara lamaran, seperti tema yang dipilih oleh Rani dan Pandu. Nuansa etnik terlihat mulai dari penggunaan kebaya encim, cahaya lampu yang hangat, hingga ornamen sarang burung di lokasi lamaran. Segala yang sederhana namun tetap cantik ini kian menghangatkan suasana lamaran dan mempererat ikatan kedua keluarga.

5. DIY Paper Blue Engagement

Dekorasi acara lamaran yang cantik ternyata tak melulu harus dikerjakan dengan bantuan party planner. Acara lamaran Nissya dan Ageng, misalnya. Pasangan ini memilih konsep do-it-yourself dengan memadukan kertas tisu, bahan brukat, dan bahan lainnya untuk dekorasi acara lamaran. Tidak hanya itu, kebaya Nissya pun didesain sendiri oleh sang calon pengantin dengan paduan aplikasi bebatuan dan payet. Selain hasil yang cantik, konsep DIY ini juga tak memakan banyak budget lho, brides-to-be.

6. The Engagement of Ayudia & Ditto

Ketika banyak pasangan sibuk mempersiapkan berbagai konsep untuk engagement day, pasangan Ayudia Bing Slamet dan Ditto justru tidak memiliki konsep untuk acara lamaran. No specific decoration, no special attires, no makeup artist. Meski demikian, acara lamaran yang berlangsung di rumah ini tetap hangat dan sakral. “Kami nggak mau lupa dengan esensi hari tersebut, yaitu dilamar, perkenalan keluarga, dan meminta restu dari Allah,” kata Ayudia.

7. Fun Engagement of Junior Lim and Putri Titian

Di balik kejenakaan pasangan ini, Putri Titian dan Junior Lim justru menyiapkan acara lamaran yang sangat cantik dan berkesan. Bahkan, dengan tangannya yang terampil, Tian membuat sendiri dekorasi white flower wall yang terdiri dari 100 bunga berbahan kertas. Selain dekorasi, momen manis juga mewarnai persiapan mereka, yakni saat Jun senantiasa menemani Tian ke pasar untuk membeli materi dekorasi dan bahan kebaya. At the end, marriage is about teamwork, right?

8. Mario Irwinsyah & Ratu Anindita’s Engagement

Setelah bertahun lamanya terpisah, siapa sangka cinta monyet semasa SMP ini justru bertemu kembali dan berujung di pelaminan. Pasangan seleb satu ini pun akhirnya menyelenggarakan acara lamaran dengan sedikit sentuhan adat Sunda. Tak ada tema khusus yang mereka angkat. Bagi pasangan ini, kekhidmatan dan kesakralan lamaran adalah yang terpenting.

9. Acara Lamaran dengan Tema Hijau dan Silver

Konsep lamaran yang penuh dengan sentuhan personal dan dihiasi dekorasi DIY ala Vina dan Dimas bisa menjadi referensimu, brides-to-be. Vina menjahit sendiri kebaya hijaunya yang cantik, ayahanda Vina pun turut andil dalam merangkai bunga-bunga dekorasi. Tidak hanya itu, ibunda Vina juga ikut memasak hidangan acara lamaran. Kerja sama yang kompak ini telah melahirkan konsep lamaran yang cantik sekali, brides.

10. Dreamy Vintage Engagement of Kevina & Pandji

Konsep lamaran ternyata tak harus kental dengan unsur adat. Pasangan Kevina dan Pandji sengaja tidak memasukkan adat istiadat dalam lamaran demi mewujudkan konsep engagement party yang santai dan fun. Bertempat di sebuah kafe di Bandung, acara lamaran ini mengusung tema vintage dengan berbagai hiasan lucu, kelap-kelip lampu, dan berbagai barang-barang buatan Pandji yang ia berikan kepada Kevina selama berpacaran. Tak hanya itu, kesan vintage pun kian cantik dengan paduan warna creamy.

Apakah engagement party favoritmu masuk dalam list ini, brides? Semoga daftar ini memudahkan kamu dalam menemukan inspirasi untuk hari pertunanganmu ya.