Lamaran ala Palembang dan Mandailing dengan Sentuhan Coral Blue

By Friska R. on under The Engagement

Style Guide

Style

Traditional

Venue

Residential

Colors

Vendor That Make This Happened

Acara Lamaran

Photography Reza Aditya

Dress Dina Vahada

Make Up Artist Ryan Ogilvy

Event Styling & Decor Eggshell Party Planner

Brides, masih ingat tidak dengan cerita sweet proposal yang dilakukan di Monaco? Nah, pasangan romantis tersebut baru saja melangsungkan acara lamarannya tepat pada hari Valentine yang lalu. Warna biru mendominasi acara lamaran mereka karena menurut Ade, brides to be kita kali ini, biru merupakan warna keberuntungan untuk Ade dan Rama yang sama – sama Pisces. Wah, seru ya brides! Simak ceritanya ya.

Ade dan Rama memulai persiapan acara lamaran sejak bulan Agustus. Mereka memilih hari kasih sayang sebagai hari pertunangan mereka. Mereka cukup merasakan tantangan tersendiri ketika harus mengurus segala sesuatunya dari jarak jauh. Saat itu mereka yang masih berada di Chicago untuk keperluan studi tidak jarang harus menghubungi vendor dan diskusi dengan mereka di waktu dini hari untuk menyesuaikan jam kerja di Jakarta. Ade mengaku sempat khawatir karena di bulan Februari sedang puncak – puncaknya musim hujan di Jakarta. “Seminggu sebelum acara aku berdoa setiap harinya agar saat acara tidak hujan. Lucunya saat hari H, cuaca cerah sekali sejak pukul 10 – 1 siang. Saat  keluarga Rama pulang dan acara selesai, tidak sampai 15 menit kemudian langit mendung dan hujan langsung turun deras sekali! It’s as if God is postponing the rain only for our event! Hehehe. Well who knows the power of prayers right? Since on the past days in the morning been always raining for straight 5 days,” ungkap Ade bahagia.

Konsep dari acara lamaran Ade dan Rama adalah modern dengan dominasi warna putih dan biru. Seperti yang sudah diceritakan sebelumnya, Ade memilih warna Blue Coral karena warna itu dipercaya sebagai warna keberuntungan untuk para Pisces seperti Ade dan Rama. “Selain karena biru merupakan lucky colour buat kami, aku pribadi juga suka sekali warna biru karena kesannya dreamy banget,” kata Ade. Walaupun mengangkat konsep modern, Ade dan Rama tidak lupa untuk menyelipkan prosesi adat pada lamaran mereka. Rama berasal dari Jawa Tengah sedangkan Ade merupakan campuran Tapanuli Selatan dengan Palembang. Prosesi diawali dengan kedua belah pihak keluarga saling melontarkan pantun daerah. Tidak pelak, balas – balasan pantun tersebut membuat suasana menjadi meriah dan hangat. Kemudian orangtua Ade memberikan Rama kain ulos yang disilangkan pada pundak, dipakaikan kain songket Palembang serta diberikan topi pengantin Palembang. Sedangkan Ade menerima kalung Sankrit Jawa yang dikenakan oleh ibunda Rama. “Unforgettable saat melihat Rama, Satrio Rama Widyowicaksono, dikalungin Ulos Mandailing sama papaku dan dipakaikan kain songket raja dan topi songket Palembang oleh mamaku. Surprisingly si mas Jawa ini looks really good on it!” kenang Ade.

Ade tampil cantik mengenakan dress yang sudah lama ia impikan. “Awalnya, aku bingung mau percayakan dream dress aku pada siapa. Aku ingin dress ini remarkable dan “beda”. Setelah browsing dari Pinterest dan Instagram, pilihanku jatuh ke Mba Dina Vahada. I told her i want blue dress since blue is my lucky color. Aku juga mau semi dress semi kebaya yang beda, catchy, feminin, elegan namun tidak overdressed karena acaranya di rumah. Pada hari H, banyak sekali yang memuji dress aku. Banyak juga yang memuji warnanya karena walaupun itu biru muda, tetapi Mba Dina bisa memberikan aksen payet dan embellishment yang super blending sehingga dari jauh dress nya benar – benar catchy,” cerita Ade.

Ade merasa puas dan bahagia usai acara lamarannya berakhir. Terutama dengan adanya prosesi silang adat antara Jawa dan Sumatera diantara kedua keluarga mereka. “Momen terharu adalah saat papa menjelaskan darimana asal namaku, kepribadianku dari kecil, dan betapa bahagianya dia menyambut keluarga Rama sebagai bagian dari keluarga kita. Highlight of the day of course is the little thing, the warm ambience from all the beloved ones, family,” jawab Ade saat ditanya tentang highlight dari acara lamarannya.

Ade memberikan tips untuk para brides to be dalam mempersiapkan acara lamaran “Tentukan time frame yang jelas untuk persiapan lamaran, securing trusted vendor early dan selalu jaga komunikasi yang baik dengan vendor. Last but not least, legowo, let it flow dan berdoa demi kelancaran.

Top 3 vendor pilihan Ade

1. Dina Vahada

“Designer dress aku dan suit Rama. Everything we want, she can make it came true. Dia bisa buat sesuai personality kita, sesuai dengan acaranya juga dan memberikan chosen tersendiri buat kita yang memakainya dan bagi tamu yang lihat langsung.”

2. Reza Aditya

“Mas reza super baik dan sabar. Hasilnya pun bagus sekali karena dia bisa menangkap momen – momen memorable. Hasilnya bisa jadi suatu rangkaian cerita sendiri untuk kenangan kita. Mas Reza is the best!”

3. Eggshell Party Planner

“Decoration! one of the most essential thing in my laminar event. Eggshell went dazzling! One word to describe it all. Had a hard time to look for decoration vendor who will be fulfilling all my checklist. Warm and dreamy ambience without being too conventional, fresh looking and applicable for any guest. Sheila and team are extremely taking the time to carefully understanding what I want, whilst elaborating all the plans with detail with thorough consultation and executed it very well.”

×