Pernikahan Minang dengan Tema Merah dan Emas

By Cynthia on under The Wedding

Style Guide

Style

Traditional

Venue

Hotel

Colors

Vendor That Make This Happened

Akad Nikah

Venue Private Residence

Event Styling & Decor Suryo Decor

Photography Antijitters Photo

Bride's Attire LyzaRae

Make Up Artist Bubah Alfian

Wedding Organizer Chandira WO

Wedding Reception

Venue Hotel Bidakara

Event Styling & Decor Suryo Decor

Photography Antijitters Photo

Bride's Attire Renzi Lazuardi

Make Up Artist Bubah Alfian

Catering Dwi Tunggal Citra

Biasanya banyak kisah cinta yang diawali dari bangku sekolah atau kuliah. Namun kisah cinta Rabekha dan Herdi malah diawali seusai lulus sekolah. Mereka pertama kali bertemu ketika Rabekha sedang wisuda. Kebetulan Herdi merupakan sahabat dari pacar teman karib Rabekha. Saat itu, sahabat Rabekha datang ke pesta kelulusannya untuk melihat Rabekha diwisuda. Namun sahabat Rabekha membawa pacarnya dan Herdi ikut bersama. Akhirnya dari situ lah Rabekha dan Herdi berkenalan. Awalnya memang hanya sekedar salaman saja, kemudian Herdi ikut makan malam kelulusan Rabekha juga. Tiga hari kemudian, Herdi baru memberanikan diri untuk meminta nomor kontak Rabekha pada sahabatnya. Setelah itu mereka semakin dekat, hingga akhirnya setelah 3 bulan berlalu mereka pun jadian. Perjalanan mereka berujung ke pelaminan dan mengusung pesta pernikahan minang yang sangat indah. Yuk, baca kisah selengkapnya!

Rabekha dan Herdi menghabiskan masa pacaran selama kurang lebih 2 tahun, baru mereka merasa mantab untuk menjalin hubungan pada jenjang yang lebih serius lagi, yaitu pernikahan. Herdi bukan termasuk pria yang romantis, namun ia sangat paham dengan momen-momen spesial untuk memberikan hadiah atau kejutan untuk Rabekha. Sejak dahulu Herdi memang selalu berkata kepada Rabekha bahwa ia memang serius dengan hubungan yang mereka jalani. Rabekha yang menanggapinya dengan nada bercanda memberikan lelucon bahwa saat melamar dia harus menggunakan perhiasan dengan merk Tiffany & Co, kalau tidak akan ditolak.

Tepat pada tanggal 16 Agustus 2014, Rabekha sedang berlibur ke Bali. Namun tiba-tiba Herdi menyusul, kemudian mengajaknya untuk dinner. Rabekha sama sekali tidak tahu akan di bawa ke mana oleh Herdi. Namun akhirnya mereka berhenti di Anantara Uluwatu, Bali. Sesampainya di sana, Herdi langsung menuju ke pinggir tebing, yaitu Dining by Design Restaurant. Ternyata di sana sudah ada dua meja yang tersedia untuk makan malam. Mereka berdua pun menuju ke meja tersebut dengan ditaburi kelopak bunga mawar. Rabekha pun merasa kaget karena momen ini memang sangat jarang terjadi di antara mereka berdua.

Setelah mereka duduk di meja, makanan pun disajikan. Mulai dari appetizer hingga main course. Ketika main course ketiga, mereka pun sudah merasa sangat kenyang. Sehingga keduanya bersender di kursi sambil mengeluarkan jokes. Tiba-tiba Herdi izin ke toilet dalam waktu yang cukup lama. Namun saat Herdi balik, ia langsung menuju ke samping meja Rabekha sambil memutar lagu “Marry Your Daughter” milik BRKNRBTZ. Kemudian Herdi pun berlutut sambil mengeluarkan kotak perhiasan merek Tiffany & Co sambil berkata “Rabekha, will you marry me?”. Mendengar pertanyaan Herdi, Rabekha pun hanya bisa terharu. Dan akhirnya pun ia menerima Herdi. Rabekha sangat tidak menyangka Herdi benar-benar melamarnya dengan perhiasan merek Tiffany & Co, padahal dia hanya bercanda saja waktu mengeluarkan pernyataan itu.

Setelah mereka sepakat untuk mengabadikan cinta mereka dalam janji suci pernikahan, keduanya pun mempersiapkan pernikahan sekitar satu tahun. Saat melamar Rabekha, ternyata Herdi juga sudah mengantongi izin terlebih dahulu dari orang tua. Hanya tinggal memberi tahu orang tua Rabekha. Akhirnya mereka pun melakukan dinner pada bulan November 2014 dengan dua keluarga. Setelah semuanya dibicarakan, keputusan final untuk tanggal pernikahan mereka jatuh pada tanggal 29 November 2015, agar persiapannya genap setahun. Namun karena sempat ada halangan, mereka baru bisa benar-benar mempersiapkan segalanya pada bulan Maret 2015. Awalnya Rabekha dan Herdi ingin menggunakan Birawa sebagai gedung resepsi pernikahan. Namun ternyata pada bulan Januari sudah penuh di-booking. Orang tua mereka tetap bersikukuh ingin menggelar resepsi pernikahan di venue tersebut. Namun setelah berdiskusi kembali, mereka pun mengganti tanggal pernikahan menjadi 10 Januari 2016 karena di Birawa hanya tersedia tanggal itu saja.

Tantangan terbesar yang dirasakan oleh Rabekha dan Herdi adalah menabung. Sejak awal mereka memang selalu ingin membiayai pernikahan sendiri. Oleh karena itu keduanya pun membuka rekening tabungan bersama sejak bulan Januari 2015. Walaupun beberapa hal memang masih didukung oleh orang tua, namun mereka berhasil membiayai lebih dari 50% dari total biaya pernikahan mereka. Selain itu, tantangan lainnya yang mereka rasakan adalah ketika terjadi perbedaan pendapat dengan orang tua. Mereka ingin melangsungkan akad nikah di gedung, sementara kedua orang tua menginginkan di rumah saja. Mama dari Rabekha menganggap bahwa akad nikah merupakan momen sakral yang merupakan inti dari prosesi pernikahan. Setelah perdebatan panjang, akhirnya mereka pun menghormati keputusan dari sang mama untuk melangsungkan akad nikah di rumah.

Beberapa prosesi adat yang mereka jalani adalah adat Padang yang dicampur dengan Jawa. Orang tua Rabekha berasal dari Padang, sedangkan Herdi merupakan campuran orang Banjarmasin dan Jawa. Namun sebenarnya tidak ada yang spesifik untuk adat. Mereka berdua hanya menjalani prosesi siraman, kemudian Rabekha menjalankan prosesi malam binai yang merupakan tradisi Padang untuk anak daro. Saat resepsi dilangsungkan ada 3 tarian khas dari Minang, yaitu Tari Pasambahan, Tari Piring, dan Tari Gelombang.

Tema dan konsep dari pernikahan yang diusung adalah Morrocan-Minang Maroon Gold wedding. Mereka ingin saat orang masuk ke dalam ruangan akan terasa nuansa romantis senja di Maroko, namun tidak melupakan aksen Minang. Inspirasi konsep ini diambil dari mama Rabekha, karena dulu mereka sekeluarga pernah tinggal di Jeddah selama 9 tahun. Sehingga nuansa Arab-nya pun cukup kental.

Untuk masalah dekor, Rabekha dan Herdi menggunakan Suryo Decor. Sejak awal mereka memang memiliki keinginan untuk menggunakan jasa dari vendor yang satu ini. Beberapa vendor lain dirasa kurang tepat untuk merealisasikan keinginan mereka. Akhirnya setelah bertemu dengan Sulis dan Hadi, salah satu pemilik vendor ini, mereka pun menunjukkan satu foto untuk konsep pelaminan yang mereka inginkan, seperti masalah warna yang ingin didominasi dengan maroon-gold. Pelayanan yang satu ini cukup memuaskan dan ramah. Mereka hanya bertemu sebanyak 2 kali saja untuk mematangkan konsep, terutama detail warna. Kemudian Suryo Decor mengatakan bahwa mereka harus menggunakan lighting agar ambience-nya tercipta. Akhirnya mereka pun menggunakan Uplight Project. Walaupun vendor ini masih tergolong baru, namun portfolio untuk uplight sangat bagus. Rabekha dan Herdi pun sangat percaya kepada Suryo Decor & Uplight. Dan ternyata memang benar, hasil yang diberikan benar-benar di luar dugaan. Suryo Decor sukses membuat pelaminan kubah 3D ala Maroko. Mereka berhasil membuat pelaminan yang seharusnya memiiki tinggi 18 meter menjadi 30 meter. Ditambah lagi lighting juga cukup menonjolkan bentuk 3D dengan detail, sehingga terlihat begitu megah. Semua orang yang hadir saat itu memuji untuk masalah dekorasi.

Tak hanya itu saja, di pernikahan Rabekha dan Herdi juga ada 20 bridesmaid cantik yang menggunakan black sequinned dress. Rabekha ingin mereka semua terlihat cantik dan elegan dengan long black dress, namun tetap tidak terlihat mati. Sehingga Rabekha pun memilih bahan sequin yang cantik dan dapat memantulkan cahaya. Dress-nya juga dibuat berwarna hitam untuk merampingkan badan sang pengiring wanita tersebut. Selain itu, pakaian ini nantinya juga dapat dipakai kembali pada momen lain.

Highlight dari pernikahan Rabekha dan Herdi ialah pada saat akad nikah. Saat mereka berdua meminta izin untuk menjadi sepasang suami istri, papa Rabekha pun menangis. Padahal seumur hidup, papa Rabekha tidka pernah terlihat menangis. Dari situ Rabekha paham bahwa papanya telah rela dan ikhlas untuk melepaskan anak perempuannya membina rumah tangga.

Top 3 Vendors Pilihan Rabekha dan Herdi

1. Suryo Decor & Uplight Project

Vendor yang satu ini dipimpin oleh Hadi dan Sulis yang super kreatif dan sangat paham dengan keinginan customer. Dekorasi dengan tema apapun pasti hasilnya akan sangat menakjubkan dan berbeda dari dekor lainnnya. Suryo Decor mempunyai ciri khas pada dekorasinya.

2. Renzi Lazuardi

Renzi membuat baju dengan desain yang modern, namun tetap terlihat elegan dan tradisional. Hanya dengan sekali gambar serta pemilihan warna, Rabekha dan Herdi langsung cocok dengan baju yang dibuat oleh Renzi. Padahal mereka hanya melakukan fitting sekali.

3. Antijitters Photo

Pemilik Antijitters, Meutia, bersama timnya sangat paham dengan momen yang memang bagus dan pas, sehingga pengambilan angle-nya sangat cantik. Mereka juga bisa tetap bekerja, tanpa mengganggu prosesi jalannya acara sama sekali. Taste mereka sudah tidak perlu diragukan lagi.

Rabekha dan Herdi juga memberikan tips bagi pembaca The Bride Dept dalam mempersiapkan pernikahan. Ketika sedang menentukan vendor-vendor, ada baiknya melihat review terlebih dahulu. Kemudian bandingkan review tersebut saat kita sedang berhadapan dengan vendor tersebut. Pemilihan vendor itu ibarat seperti mencari jodoh, sehingga kita harus benar-benar klik. Kita memang harus mendapatkan vendor yang bisa dipercaya agar tidak pusing dengan semua detail pernikahan. Selain itu, selama mempersiapkan pernikahan juga harus bersikap tenang dalam mengatasi semua perbedaan pendapat. Pernikahan bukan hanya momen yang terjadi satu hari saja ketika resepsi atau akad, sehingga kita harus tetap membawa semuanya dengan suasana santai agar hasilnya memuaskan.

×