Pernikahan Tema American Classic di Ritz Carlton Pacific Place

By Langen on under The Wedding

Style Guide

Style

International

Venue

Hotel

Colors

Vendor That Make This Happened

Akad Nikah

Venue Ritz Carlton Pacific Place

Event Styling & Decor Lotus Decoration

Photography Soe and Su

Bride's Attire Windy Chandra

Make Up Artist Bubah Alfian

Invitation Peony Invitation

Wedding Reception

Make Up Artist Jasmine Lishava

Perkenalan antara Annisa dan Didi berawal di bangku sekolah, Annisa yang saat itu masih di SMP dikenalkan dengan Didi, sahabat saudaranya. Karena saat itu mereka sama-sama sudah punya pacar, pertemuan mereka hanya sebatas perkenalan saja. Lima tahun kemudian, mereka dipertemukan kembali, dan kali ini keduanya berstatus single. Meskipun single, saat itu Annisa sama sekali tidak berniat memiliki pacar dan justru berencana untuk menikmati masa lajangnya selama setahun. Namun saat Annisa dan Didi bertemu untuk kali kedua, they fell in love at second sight. Alhasil, rencana Annisa itu tidak pernah terealisasi karena tiga bulan kemudian, di tanggal 29 Oktober 2011, Annisa dan Didi memutuskan untuk berpacaran. Setelah lama bersama, Annisa dan Didi memutuskan untuk menikah dan mengadakan pernikahan dengan tema American Classic di Ritz Carlton Pacific Place. Yuk, kita baca selengkapnya!

Sejak awal berpacaran, Didi dan Annisa sudah berkomitmen untuk menjalani hubungan mereka secara serius. Tapi jika pasangan lain mengajak menikah dengan melamar kekasihnya, Didi justru memilih untuk ‘melamar’ papa Annisa. Didi tidak mengatakan apa-apa ke Annisa tentang lamaran, malah memilih untuk langsung menemui papa Annisa untuk membahas niatnya membawa hubungan dia dan Annisa lebih lanjut. “Setelah ketemu papaku, pada saat tangan dan kakinya gemetaran baru deh dia cerita sama aku”, ungkap Annisa. Cara melamar yang tanpa proposal ini memang sesuai dengan sifat Didi, yang bisa dibilang bukan orang yang romantis. Annisa mengakui, “Kalau ditanya Didi romantis apa gak, yang aku bisa kasih tahu, selama pacaran hampir lima tahun ya kira-kira dia cuma pernah kasih dua bunga aja hahaha”.

Persiapan untuk pernikahan Annisa dan Didi dimulai setelah acara lamaran mereka di bulan Juni. Karena mereka berencana untuk menikah di bulan Februari, maka mereka memiliki waktu delapan bulan untuk menyelesaikan semua detail pernikahan mereka. Seperti setiap bride, Annisa ingin pernikahannya berjalan sempurna seperti yang dia inginkan. Makanya, selama proses persiapan pernikahan selama delapan bulan, Annisa selalu membawa buku catatan kemana-mana, bahkan sampai ke tempat tidur, untuk mencatat setiap detail pernikahannya. Annisa bercerita kalau selama delapan bulan itu, dia sering pusing memikirkan masalah pernikahan hingga tidurnya kadang terganggu.

Didi dan Annisa sama-sama berasal dari keluarga campuran, Didi memiliki darah Jerman, Belanda, Padang, Surabaya dan Malang, sementara Annisa keturunan Padang, Chinese dan Makassar. Karena mereka memiliki mixed culture, Didi dan Annisa memilih untuk tidak menggunakan adat tertentu di akad dan resepsi mereka. Pada akad Annisa dan Didi memilih menggunakan adat nasional, dan internasional untuk ressepsi. Sebagai gantinya, saat foto pre-wedding mereka memutuskan untuk foto dua kali. Foto pre-wed yang pertama bertema casual dan relaxed diambil saat jalan-jalan di Eropa. Sedangkan, di sesi foto yang kedua, dimana mereka foto studio menggunakan empat baju adat (Jawa, Padang, Makassar dan Chinese), merupakan cara mereka untuk menghormati heritage mereka.

Dalam memilih tema dan konsep pernikahannya, Annisa meminta bantuan papanya. “Aku mempercayakan papaku untuk bertemu dengan dekor supaya mengurangi pusing aku, since aku hampir jadi bridezilla”, cerita Annisa sambil tertawa. Meskipun dibantu papanya, keputusan terakhir tetap berada di tangan Annisa. Setelah melihat beberapa pilihan, Annisa memilih garden of white flowers sebagai konsepnya. Tapi di bulan Januari, mendekati pernikahannya, ada teman Annisa yang menikah dengan dekorasi yang nyaris sama dengan tema yang Annisa telah pilih. Akhirnya Annisa, bekerja sama dengan papanya dan Lotus, vendor dekorasinya, untuk merubah total konsep yang lama dan menggantinya dengan konsep American Classic dengan sentuhan modern dan nuansa warna putih. Ketika melihat hasil akhirnya, Annisa sangat puas karena pelaminannya sesuai dengan harapan, dan sangat mirip dengan rumahnya. Sehingga di hari pernikahannya, saat berdiri di pelaminan itu, she truly feels at home.

Wedding dress yang dipakai Annisa di pernikahannya merupakan salah satu gaun terunik yang pernah di-publish di TheBrideDept. Keunikannya sendiri berasal dari warnanya yang berbeda dari warna putih gaun pengantin pada umumnya. Gaun pengantin Annisa bernuansa warna biru, warna ini sebenarnya dipilih Annisa untuk menyesuaikan dengan konsep pernikahannya lamanya, yaitu outdoor beach wedding di Bali. Saat konsep dan venue pernikahannya berubah, Annisa memutuskan untuk tetap menggunakan bahan gaun pengantin biru yang sudah dia beli. Annisa mempercayakan semuanya kepada desainernya, Windy Chandra, yang berhasil meyakinkan Annisa kalau gaun birunya akan membuat dia terlihat cantik dan elegan. Karena setiap kali fitting dressnya belum finished, Annisa baru benar-benar melihat wedding dressnya di tanggal 14 Februari, di hari dia menikah. Fortunately, kebaya akad dan dua wedding dress yang dia buat sangat indah dan sesuai dengan konsep pernikahannya.

Bagi pasangan ini, hal yang paling memorable dari pernikahan mereka adalah cincin pernikahan mereka. Jadi ceritanya, karena banyaknya emas yang harus disiapkan Didi untuk seserahan, mahar dan teapai, Didi lupa membeli cincin kawin. Akhirnya cincin kawin mereka dibeli hanya sehari sebelum hari pernikahan.

Top 3 vendors yang dipilih oleh Annisa dan Didi adalah:

  1. Allysa Hawadi

“Allysa makeup aku pas akad dan malam bainai acara ebelum hari H. Buat aku Allysa bukan hanya makeup artist, tapi juga psikolog yang bisa menenangkan aku di setiap acara saat aku deg-degan”.

  1. Peony Design

“Mba Rania, owner Peony, baiknya super dahsyat, jam berapapun aku panik karena undangan telat naik cetak, dia pasti balas dan hasilnya benar-benar tepat waktu dan bagus tanpa ada cacat”.

  1. Soe And Su

“Benar-benar professional, banyak fotografer yang menggangu pengantin saat preparation karena mau capture moment. Kalau Soe And Su, fotografernya gak keliatan dan tiba-tiba fotoku sudah banyak dan semuanya bagus. Jadi mikir, eh ini kapan sih di fotonya? Hahaha ”.

Bagi para calon pengantin yang sedang menyiapkan pernikahannya, Annisa membagi tiga tips berikut:

  1. Sediakan notes khusus untuk menyiapkan your big day.
  2. Libatkan keluarga inti untuk bertemu dengan vendor, lumayan untuk mengurangi beban dan pusingmu juga.
  3. Mengenai dekor, tidak usah pusing jauh-jauh, Annisa sendiri memilih dekorasi yang mirip dengan exterior rumahnya dan hasil dekorasinya sangat cantik.
  4. Dalam memilih adat pernikahan, banyak solusinya, bisa mengikuti langkah Annisa dan Didi yang memakai baju adat di foto pre-wednya. Foto-foto ini nanti bisa dipajang di akad atau resepsi.
Shop