10 Pertimbangan Sebelum Deal dengan Vendor Pernikahan

By AnnelisBrilian on under How To

Perjalanan menemukan vendor pernikahan yang sesuai biasanya cukup menyita waktu para pasangannya. Mulai dari lurking akun-akun Instagram, blogwalking, baca review di forum, sampai akhirnya janjian ketemuan untuk memastikan kecocokan dengan vendor.

Makanya sebagian orang berpendapat kalau proses memilih vendor ini sangat “jodoh-jodohan” dan perlu ada chemistry.

Nah, kalau kamu sedang mencari vendor pernikahan dan masih bimbang apakah vendor tersebut sudah cocok atau belum, coba cek di sini. Apakah vendor tersebut sudah memenuhi syarat-syarat berikut untuk memenuhi ekspektasi kamu?

5 Sinyal Positif

1. Obrolannya Nyambung

Saat kamu menjelaskan konsep yang diinginkan, apakah dia paham dan memberikan masukan-masukan yang penting buat kamu? Kalau iya, artinya dia punya satu nilai plus. Penting, lho, menyamakan persepsi ketika membicarakan konsep. Lebih baik bila selera kita pun bisa ditangkap dengan baik oleh vendor.

2. Terbuka Tentang Jasanya

Apakah setiap kamu bertanya tentang spesifikasi produk atau jasanya, bisa dijawab dengan memuaskan? Jangan mudah puas dengan jawaban mengawang dari vendor. Bisa jadi itu karena vendor pun tak yakin dengan apa yang ia punya atau apa yang ia bisa.

Pastikan pertanyaan-pertanyaan kamu bisa dijawab dengan memuaskan dan membuat kamu tenang menyerahkan momen penting ini padanya.

3. Mudah Dihubungi

Saat dihubungi lewat email, telepon, atau SMS, vendor yang baik adalah memberikan respon dengan cepat. Kita juga harus mengerti, sih, kalau mereka sibuk. Jadi, jangan jadi tidak sabaran juga. Untuk email, satu sampai dua hari mungkin bisa ditoleransi. Tapi kalau dia sulit ditelepon apalagi jika nomor teleponnya sering berubah-ubah, wah, kamu harus waspada, brides.

Tidak ingin, kan, saat dalam keadaan mendesak, misalnya di hari H, dia sulit dihubungi?

4. Portofolio Mudah Dicari

Zaman sekarang, portofolio yang paling mudah diakses sepertinya akun Instagram dan website, ya? Nah, vendor dengan akun media sosial dan website yang selalu di-update secara berkala tentu menjadi nilai lebih. Kita jadi tahu apa saja yang pernah ia buat dan banyak referensi yang ditawarkan.

Untuk sebagian brides-to-be, ini bahkan jadi salah satu hal yang menunjukkan bahwa vendor tersebut keep up sama tren-tren terbaru, lho. Kalaupun vendor tersebut tidak terlalu aktif di media sosial atau website, setidaknya dia cepat tanggap dan memberikan portofolionya lewat email bila diminta.

5. Memberi Kesempatan Trial

Setuju, kan, kalau kita sebaiknya mencoba dulu jasa sebelum menggunakannya? Vendor katering sebaiknya memberi kesempatan untuk test food, begitu pula vendor makeup yang sebaiknya memberikan kesempatan test makeup. Mencoba vendor makeup biasanya memang ada fee tertentu kalau kamu belum deal. Tapi, ini justru sangat penting karena hasil makeup di foto yang kita lihat sangat mungkin sudah melewati proses editing sana-sini.

Lalu, bagaimana dengan vendor fotografi? Lihat contoh album yang pernah ia buat, perhatikan kualitas warna print-an fotonya, serta kualitas kertas atau bahan album yang ia sediakan.

Nah, ketika vendor sudah memberikan kesempatan trial dan kamu puas dengan hasilnya, berarti ia cocok dengan kamu.

5 Sinyal Negatif

1. Mendominasi Ide

Kamu menceritakan konsep yang diinginkan tapi vendor malah berkomentar miring bahkan berupaya mengubahnya? Wah, itu bisa jadi pengurangan poin.

Misal ketika kamu ingin makeup yang flawless tapi MUA malah berkomentar, “Jangan gitu, yang namanya pernikahan biasanya juga harus manglingi dong.” Atau, saat kamu ingin bikin konsep foto pre-wedding yang kasual sementara vendor foto bersikeras meminta kamu foto bergaya glamor.

Kalau apa yang ia sarankan jauh dari keinginan kamu, sebaiknya jangan diteruskan. Lagi pula, kerja sama dengan vendor yang seperti itu tentu tidak nyaman, kan?

2. Tidak Punya Kontrak Jelas

Mau bagaimanapun, surat kontrak atau bukti pembayaran itu penting, lho. Beberapa vendor yang suka menunda atau mengulur-ngulur pembuatan surat kontrak sebenarnya bisa dikategorikan ia kurang profesional.

Dokumen ini sangat penting dan sebaiknya kamu simpan sebagai bukti. Surat kontrak yang baik juga menjelaskan hal-hal seperti bagaimana proses pembayaran, bagaimana kebijakan bila ada pembatalan, dan apa sebenarnya yang menjadi tanggung jawab vendor dan calon pengantin.

Tidak mau, kan, ada hal-hal yang berubah dari yang sudah disepakati di akhir persiapan pernikahan?

3. Style yang Berbeda

Saat hendak membuat tema pesta outdoor, misalnya, tentu akan terlalu risky bila kamu deal dengan vendor yang spesialisnya adalah pernikahan tradisional. Kalau ada portofolio saat ia mendekor pernikahan outdoor dan kamu suka, sih, bukan masalah. Kalau dia belum pernah? Ini terlalu berisiko. Atau, memilih wedding band spesialis orkestra untuk memainkan alunan lagu akustik di pernikahan outdoor bertema santai.

Begitu juga dengan vendor foto. Gaya mengedit foto dari fotografer satu dan lainnya akan sangat berbeda. Dan tak semua vendor bisa dipaksa mengubah style-nya sesuai permintaan, lho. Jadi, akan lebih aman bila kamu memilih vendor yang style-nya sesuai.

4. Menerima Terlalu Banyak Order

Tanyakan berapa acara yang biasa ia terima dalam satu hari. Bila vendor tersebut menerima sampai lima resepsi di waktu pagi sampai siang, kamu harus bertanya lebih detail. Kalau vendor tersebut memang punya banyak tim dan kamu bersedia diberikan tim yang mana saja, mungkin tak masalah.

Tapi bila tidak, sebaiknya cari tahu kamu ada di urutan ke berapa dan pertimbangkan tentang ketepatan waktunya.

5. Perkataannya Berubah-Ubah

Dalam menyiapkan pernikahan, kita membutuhkan sesuatu yang pasti, bukan? Perubahan harga walau hanya Rp1000 per satu souvenir, misalnya, bisa berdampak pada anggaran yang telah disiapkan.

Nah, kalau kamu mendapat informasi yang berubah-ubah tentang harga atau spesifikasi jasa, apalagi bila perubahan itu datang dari orang yang berbeda dalam satu tim, lebih baik kamu pikir ulang. Kecuali, dia bisa memberikan surat kontrak lengkap untuk setiap detail spesifikasi, harga, dan ketentuan-ketentuan  bila ada perubahan dari kontrak tersebut.

Kamu punya pengalaman seputar memilih vendor pernikahan? Jangan ragu berbagi di sini, ya!