Cermat Dalam Memilih Vendor

By Rebebekka on under How To

Baru – baru ini, social media dihebohkan dengan berita penipuan wedding organizer fiktif yang mengakibatkan batalnya pernikahan pasangan yang merencanakan hari besar mereka di bulan Maret ini. Korban mengaku bahwa pelaku adalah teman lamanya saat di SMA. Kebetulan mereka bertemu dan pelaku menawarkan sejumlah paket pernikahan yang terbilang murah kepadanya. Pada saat lamaran, pelaku sempat menangani urusan catering dan kerjanya cukup bagus. Hal ini yang menyebabkan korban percaya untuk bekerja sama dengannya sampai hari pernikahan. Tidak disangka malam sebelum hari H, kecurigaan yang mereka rasakan semakin terbukti. Pihak tata rias dan fotographer memberi kabar bahwa mereka tidak bisa melanjutkan kerja sama karena belum menerima pembayaran. Pihak gedung juga ikut membatalkan perjanjian kerja sama karena gedung ternyata baru hanya menerima uang muka dari wedding organizer dan belum mendapatkan pembayaran berikutnya. Sontak, calon pengantin shocked dan kabarnya sempat pingsan.

Banyak pelajaran yang bisa kita ambil dari kasus ini ya, brides. Bukan hanya masalah materinya yang hilang namun pernikahan yang sudah dirancang dan diimpikan bisa batal dan tertunda begitu saja. Untuk menghindari penipuan seperti ini, ada baiknya kita harus memperhatikan hal – hal sebagai berikut jika ingin bekerja sama dengan wedding organizer dalam mempersiapkan pernikahan kita :

1. Harga boleh murah namun harus realistis

Kita tahu bahwa pernikahan memakan biaya yang cukup banyak. Namun sekarang ini pernikahan bisa disulap menjadi indah dan berkesan dengan harga murah, terutama untuk dekorasi. Namun murah disini tetap harus realistis. Kamu harus riset ke berbagai vendor mengenai harga pasaran untuk setiap detail keperluan pernikahan kamu dan bandingkan dengan penawaran dari wedding organizer. Jika harga yang ditawarkan terlalu mahal cobalah bernegosiasi dengan wedding organizer untuk menurunkan harga. Namun, ketika mereka menawarkan harga paket yang terlalu murah dan tidak wajar disitulah kamu musti curiga dan waspada.

2. Siapkan hitam di atas putih

Semua bentuk perjanjian haruslah jelas tertulis dalam surat kontrak sedetail – detailnya. Hal ini juga berlaku meskipun wedding organizer adalah saudara atau teman yang menurut kamu sangat bisa dipercaya. Simpan dengan rapih setiap dokumen – dokumen perjanjian dengan mereka.

3. Crosscheck dengan vendor

 

Ketika kamu memutuskan untuk menyerahkan sepenuhnya persiapan pernikahan dengan wedding organizer, pastikan kamu tetap berkomunikasi dengan pihak vendor. Tanyakan kepada para vendor mengenai progress kerja mereka atau apakah ada pembayaran yang mandek dari pihak wedding organizer.

4. Cek legalitas wedding organizer

Sebelum memutuskan untuk bekerja sama dengan satu vendor, ada baiknya kamu mencari review dari pihak yang sudah lebih dulu bekerja sama dengan wedding organizer tersebut. Pastikan legalitas dari pihak wedding organizer, cari tahu siapa saja orang – orang yang terlibat didalamnya, cari tahu dimana kantor mereka berada dan semua detail tentang wedding organizer tersebut. Hal ini dilakukan agar jika terjadi sesuatu kamu akan lebih mudak melacak mereka.

5. Bayar secara bertahap

Buat perjanjian dengan pihak wedding organizer bahwa kamu ingin pembayaran dilakukan secara bertahap. Pembayaran tidak diberikan sampai lunas sebelum semua acara rampung namun bertahap sesuai dengan progress. Dengan ini diharapkan pihak wedding organizer tidak akan wanprestasi sampai pernikahan usai.

The Bride Dept turut prihatin dan sedih dengan adanya kejadian penipuan oleh wedding organizer fiktif ini. The Bride Dept berharap agar korban tetap bisa melangsungkan pernikahan dan diliputi rasa bahagia yang berlipat – lipat sebagai ganti kesedihan akibat perbuatan pelaku. Untuk brides to be, semoga dihindari dari oknum – oknum yang tidak bertanggung jawab seperti dalam kasus ini.