Acara Lamaran dengan Dekorasi Penuh Balon

By Friska R. on under The Engagement

Style Guide

Style

Venue

Restaurant

Colors

I’m not a type a person who believes that love can be found in Social Media.”

Ya, ideologi tersebut mungkin berhasil di beberapa orang. Namun juga jangan lupa, “love can be found everywhere” dan segala yang kelihatannya tidak mungkin malah menjadi jelas.

Cassy dan Andre merupakan sepasang orang asing, awalnya. Super asing mungkin. Gimana nggak kalau tiba-tiba kamu menemukan message di akun Facebook dari orang asing dan iseng. Awalnya Cassy mengira Andre itu teman sekolahnya, karena ia juga pernah punya teman yang bernama sama. Setelah berkenalan, usut punya usut ternyata Andre hanya iseng dan rupanya mereka berdua satu gereja. Ya, gereja menjadi saksi tempat pertama kali mereka bertemu.

Bagi mereka, masih merupakan sebuah misteri tuh perihal “siapa yang nge-add akun pasangannya duluan”. Keduanya sama-sama merasa nggak ingat. “Aku nggak nyangka dari keisengan malah menjadi serius seperti sekarang ini.” Siapa sangka keisengan di Facebook membawa keduanya hingga seperti sekarang. Bahkan mereka sudah menjalani hubungan hampir 6 tahun dan sempat mengarungi rintangan LDR selama hampir 3 tahun.

“Aku belum pernah ngalamin hubungan selama ini dan belum pernah ngerasain yang namanya LDR dan rasanya susah banget.” Namun dengan ke over protectivean Andre untuk menjaga kekasihnya, mereka mampu bertahan di tahap yang lebih serius dengan melangsungkan lamaran.

Mempersiapkan sebuah acara biasanya memakan waktu lebih banyak di bagian dekorasi dan tata ruangan, tapi kalau sudah mendapatkan venue yang well-designed sih sebuah keberuntungan namanya! Cassy dan Andre hanya butuh satu bulan untuk mempersiapkan acara lamaran mereka. Ya, satu bulan merupakan waktu yang cukup singkat karena mereka hanya tinggal mengurus detail seperti menu makanan, pakaian, susunan acara dan hal lainnya. Soal desain ruangan sih bukan urusan rumit, hanya perlu ditambahkan sedikit detail. Hal itupun juga semakin mudah mengetahui bahwa mereka banyak dibantu oleh teman-teman terdekat.

“Aku udah jatuh hati dengan dekorasi ornament putih restoran ini. Ditambah lagi konsepnya minimalis, sederhana dan simple, pas seperti tema yang kita cari, jadi kita nggak perlu menambahkan banyak detail,” cerita Cassy.

Rupanya Cassy dan Andre memang menginginkan acara yang simple, bahkan untuk pakaianpun mereka hanya perlu mendatangi beberapa butik saja untuk memilih koleksi ready to wearnya. “Aku sebenernya bukan tipe orang yang suka memakai kebaya jadi aku memilih atasan yang tetap terlihat modern tapi masih bisa dikombinasikan dengan kain batik.”

Untuk acara lamaran ini, Cassy dan Andre memilih tema simple dengan paduan berbagai warna pastel yang dihiasi dengan berbagai macam balon. Mulai dari balon inisial nama mereka, balon lambang cincin, balon berwarna-warni yang dihiasi dengan kumpulan foto Cassy, Andre, beserta beberapa keluarga. Mereka juga menambahkan ukiran nama ditambah dengan dengan banner engagement day.

Balon memang menjadi dekorasi utama di acara lamaran Cassy dan Andre ini. Ternyata, hari berbahagianya itu bertepatan dengan hari ulang tahun Cassy. “Aku memilih balon karena hari itu bertepatan dengan hari ulang tahunku juga.” Ujar Cassy.

Cassy dan Andre ini keduanya masih merupakan keturunan Chinese, jadi mereka berdua memutuskan untuk memberikan sedikit sentuhan budaya Chinese di hari pengikatan tali kasih mereka.

Berdasarkan adat Chinese, keluarga pihak perempuan harus tiba terlebih dahulu di venue, seperti menjadi tuan rumah, setelah itu baru keluarga pihak lelaki menunggu di depan pintu yang disambut oleh adik Cassy untuk menerima seserahan. Setelah itu langsung mempersilakan masuk dan mendengarkan maksud kedatangan dari pihak lelaki.

“Saat itu aku harus nunggu di dalam nggak boleh ketemu keluarga Andre sampai dijemput oleh ayahku. Di situ aku deg-degan banget mengingat aku mau dilamar.”

Cassy harus menunggu sampai dijemput sang ayah untuk diantar ke meja tempat proses lamaran dan pemasangan cincin dari Ibu sang lelaki. “Aku nggak tau kalau harus mamanya Andre yang masangin cincin. Jadi waktu dipasangin itu, aku kaget banget bukan Andre yang masangin,” cerita Cassy.

Setelah pemasangan cincinpun dilanjutkan ke penyerahan uang susu kepada Ibu kedua belah pihak sebagai simbol ucapan terima kasih telah merawat pasangan masing-masing.

“Meskipun acaranya singkat, tapi santai dan simple seperti kemauan kami. Bahkan penuh dengan cepat dan penuh canda tawa. Terlebih lagi banyak dibantu oleh orang-orang terdekat kami.” Bagi Cassy, momen penjemputan sang Ayah ke meja tempat Cassy akan dilamar dan dipasangkan cincinlah yang paling berkesan untuknya.

Top 3 Vendor:

1. Njs Makeup

“Dia tau banget aku nggak suka menor jadi dibikinlah dandanan aku yang soft dan nggak mencolok.”

2. Food Theater at Flavorbliss Alam Sutera

“Tempat, dekorasi dan makanannya enak. Banyak tamu yang memuji makanan dan dekorasinya. Pak Steven, PICnya pun juga sangat membantu.”

3. Doy Photography

“Kebetulan yang punya itu temen deketku juga jadi nggak ada kesulitan untuk komunikasi dan menyampaikan kemauanku.”

Tips for brides-to-be:

“Sah-sah aja untuk memakai jasa vendor untuk mempersiapkan acara kalian, tapi nggak ada salahnya juga untuk coba sisihkan waktu untuk menyiapkannya sendiri dan melibatkan teman-teman terdekat untuk membantu merancang acara lamaran kamu. Keseruannya tiada tara deh, apalagi setelah liat hasilnya pasti terharu karena dikerjakan oleh orang terdekat dan tersayang, bikin acara kamu jadi semakin berkesan. Jerih payahnya akan terbara ketika keluarga memuji tempat, menu, dekorasi yang memuaskan. Intinya jangan stress, enjoy setiap proses dan banyak doa.”

×