Pernikahan Sunda dengan Nuansa Putih dan Emas di Pendopo Kemang

By Friska R. on under The Wedding

Style Guide

Style

Traditional

Venue

Hall

Colors

Vendor That Make This Happened

Akad Nikah & Resepsi

Venue Pendopo Kemang

Photography Mint Studio

Bride's Attire Hen's Bridal

Make Up Artist Andiyanto

Wedding Organizer Aswani Wedding Organizer

Carla dan Wim pertama kali bertemu di kampus. Mereka memang satu kampus namun berbeda angkatan dan beda jurusan. Ketika itu salah satu teman Wim menantangnya untuk ngerjain Carla. Saat itu Carla tidak menggubris karena dia sudah memiliki pasangan. “Beberapa bulan kemudian Carla single lalu iseng mengajak Wim untuk bertemu. Ternyata begitu ketemu, Wim langsung suka karena menurut Wim, Carla itu smart dan mandiri. Begitu juga sebaliknya, Carla suka sama Wim karena karakternya unik dan smart. Hanya dua minggu kenal, Wim nembak Carla. Baru beberapa bulan pacaran, kita menjalani long distance relationship karena Wim harus kerja di Dubai dan akhirnya putus. Kemudian selang satu tahun, Wim pulang ke Indonesia dan akhirnya balikan lagi. Shocking karena seorang Carla selama ini tidak pernah awet pacaran lebih dari 1 tahun, tetapi sama Wim itu lain banget. Duka terbesar adalah karena sempat tidak direstui keluarga Carla namun akhirnya pernikahan berjalan dengan lancar karena akhirnya keluarga Carla menerima Carla dengan lapang,” kenang Carla bahagia.

Bagi Carla, Wim bukanlah sosok yang romantis. Selain itu Carla pun tahu benar bahwa Wim memiliki target bahwa ia akan menikah di umurnya yang ke-35. Sehingga tidak pernah terbesit dalam pikiran Carla bahwa Wim akan mengajaknya menikah. Namun pada bulan Agustus tahun 2015, tiba – tiba saja Wim mengajak Carla untuk menikah. Walaupun bukan dengan sweet proposal, tetap saja Carla kaget luar biasa.

Mereka pun menggelar pernikahan dengan konsep tradisional Sunda yang dikemas secara modern, sederhana namun elegan. Carla memberikan sentuhan warna gold untuk kesan mewah dan warna dasar putih sebagai lambang ketulusan dan kesucian. Nuansa kayu juga menambah kesan hangat pada pernikahan mereka. “Di tengah kesibukan Carla sebagai Business Unit Director dan Wim sebagai Strategic Planning Manager di perusahaan advertising, kami mempersiapkan semua detail pernikahan selama kurang dari satu tahun tanpa ada bantuan wedding planner sekalipun. Mulai dari arahan untuk desain undangan, kebaya, aksesoris, hand bouquet, dekorasi tambahan sampai script MC selama acara,” ujar Carla.

Carla mengaku beruntung karena background pekerjaannya membuat dirinya memiliki banyak kenalan vendor. Selain itu ia juga terbiasa membuat budgeting, memberi arahan kepada vendor sampai kepada detailnya seperti membuat event check list. Selain mengatur semuanya sendiri, mereka berdua juga bertekad menanggung semua biaya pernikahan sendiri tanpa bantuan dari orangtua. Untuk undangan, Carla dan Wim sengaja memilih konsep digital invitation. Green living concept saat ini makin marak yah. Jadi untuk undangan aku mostly paperless. Aku tidak membuat microsite atau Facebook Fan Page melainkan aku kirim secara personal satu persatu via WhatsApp atau email.  Supaya yang terima undangan juga lebih merasa terapresiasi, tidak hanya disebarkan secara massal. Untuk undangan kerabat orangtua kami tetap menggunakan undangan konvensional.”

Pada pernikahannya yang lalu, Carla dan mengadakan kontes selfie yaitu share your moments with #CarlaWim untuk para undangan. Carla beruntung karena klien – klien yang bekerja sama dengannya di kantor bersedia untuk mensponsori hadiah untuk para kontestannya.

Carla merasa bahagia bisa melangsungkan pernikahannya dengan para undangan dan kerabatnya yang berasal dari berbagai penjuru negara baik dari Jepang, Arab Saudi maupun Afrika Selatan.

Bagi Carla tidak ada yang lebih berkesan selain daripada momen dimana ia melakukan prosesi sungkeman di hadapan papanya. “Papa hampir saja tidak mau hadir di acara pernikahan kami dan saat akad nikah pun papa masih tidak mau membacakan izin nikah sehingga akhirnya diwakili oleh Mamanya Carla. It was a really mixed up feeling, antara Papa sedih dan bahagia. Apalagi dulu waktu masih kecil, Carla tuh anak papa banget  jadi momen ini sedih dan mengharukan sekali.

Top 3 vendor pilihan Carla :

1. Andiyanto

Make up dan hair do-nya keren banget. Tidak usah diragukan karena dia ahli di bidang make up terutama sanggul dan bulu matanya. Dia selalu jadi partner setiap Anne Avantie sedang show.”

2. Hen’s Bridal

“Dia memang tidak terkenal di social media namun mereka designer pemain lama yang sebenarnya masih cukup beken. Aku puas karena Om Hendrik dan Om Ivan ini supportive dan enak diajak diskusi. Jahitannya juga bagus banget dan membuat badan kita jadi shaped banget. Walaupun badan aku sempat berubah – ubah karena sempet gendutan dan kurusan beberapa kali namun mereka tetap sabar membongkar jahitannya, hehehe.”

3. Pendopo Kemang

“Mulai dari aku baru nanya – nanya, respon mereka sudah sigap. Hari H mereka sangat mengontrol kualitas dan kuantitas catering dan makanannya juga enak semua. Venuenya sendiri juga bagus dan sesuai dengan konsep wedding aku. Mereka juga provide in house decoration jadi tidak pusing-pusing mikirin dekorasi mau dari vendor yang mana. Pendopo Kemang itu paket lengkap.”

Tips dari Carla untuk para brides to be,

  • “Do not ever be a bridezilla since it can destroy the whole wedding plan”
  • Set a reasonable budget that includes contingency cash (20%)”
  • Do not assume your groom is not into the planning. Biasanya lelaki memang lebih cuek dari perempuan namun, bukan berarti mereka tidak peduli. He is trusting us to plan things.
  • The most important tips is to keep this mindset, wedding is only a day but marriage is for your whole life. Accept that some things are out of your control, prepare yourself for anything that goes wrong on the big day and  keep everything in perspective. Your wedding is just one day, but you’ll create a memory that will last your entire lifetime. Try not to forget why you’re there and what it means for your future.”
×