Kisah Bulan Madu ke Eropa

By Valeska on under How To

Eropa merupakan salah satu tujuan favorit bagi para newlyweds untuk honeymoon. Adi dan Winny yang melangsungkan pernikahan pada tanggal 16 November 2014 pun memutuskan untuk honeymoon ke Eropa pada bulan Maret yang lalu, namun ada satu hal yang membedakan mereka dengan pasangan lainnya, yaitu negara yang mereka tuju. Pada saat kebanyakan newlyweds memutuskan untuk honeymoon di negara-negara seperti Italia dan Perancis, pasangan yang menjalani LDR selama 5 tahun ini justru memilih Islandia yang terletak di Eropa Utara sebagai tujuan utama. Tidak hanya itu, jangka waktu honeymoon mereka pun cukup lama, yaitu selama sebulan. Melalui artikel ini, Adi akan berbagi cerita mengenai kisah bulan madunya ke Eropa selama 30 hari yang mengesankan. Yuk, kita simak!

Hai Adi, bisa tolong ceritakan sedikit alasan kamu dan Winny memilih Eropa sebagai tujuan honeymoon?

Halo! Alasan utama kami memilih Eropa sebagai tujuan honeymoon karena kami ingin melihat Aurora Borealis (fenomena cahaya yang menyala-nyala pada lapisan ionosfer bumi sebagai akibat dari interaksi medan magnetik bumi dengan partikel bermuatan yang dipancarkan matahari dan terjadi di belahan utara bumi) di Islandia. Di satu sisi, kami juga ingin honeymoon di negara yang tidak terlalu mainstream, jadi selain pergi ke Islandia, kami juga mengunjungi banyak negara yang ada di kawasan Eropa Timur. There’s something mysterious about the region that interests us… Mungkin juga karena melihat negara-negara di sana baru membuka diri pada dunia setelah Uni Soviet runtuh, jadi itu menambah kesan misterius hehe.

That sounds interesting! Terus, bagaimana persiapan kalian untuk trip ini?

Berhubung Winny sudah sibuk mempersiapkan pernikahan kami, sayalah yang bertanggung jawab mempersiapkan honeymoon. Persiapannya sendiri sebetulnya sudah dimulai sejak September 2014, karena awalnya kami berencana untuk berangkat pada bulan Desember 2014. Nah, mengingat bahwa daylight time di Eropa saat bulan Desember sangat pendek, akhirnya kami memutuskan untuk mengundur trip ke bulan Maret.

Sejujurnya, kami tidak merencanakan trip kami secara detail, karena kami ingin tetap fleksibel saat bepergian. Kami hanya merencanakan kota apa saja yang mau dikunjungi kemudian menentukan akomodasi di tiap-tiap kota dan transportasi dari satu kota ke kota lainnya. Sesampainya di kota tujuan, barulah kami mengunjungi tourist information center untuk mencari informasi mengenai obyek wisata kota tersebut atau rekomendasi aktivitas apa saja yang bisa dilakukan. Karena kami fleksibel, jadinya kami bisa secara spontan menambah kota untuk dikunjungi.

Selama sebulan di sana, berapa kota/negara yang kalian kunjungi?

Secara keseluruhan, kami mengunjungi 7 negara: Islandia di Eropa Utara; Austria, Kroasia, Republik Ceko, dan Hungaria di Eropa Timur; juga Swiss dan Belanda di Eropa Barat. Ada sekitar 13 kota yang kami kunjungi selama sebulan.

Kalian menggunakan city tour ngga? Can you please share with us about the advantages and the disadvantages?

Kami hanya menggunakan city tour di beberapa kota, karena kebanyakan city tour berkonsep walking tour selama 2-3 jam dengan dipandu oleh local guide, jadi kadang terasa terburu-buru. Waktu untuk foto-foto pun jadi terbatas. Di satu sisi, city tour bisa memberikan gambaran umum mengenai kota yang dikunjungi sehingga kami tinggal mengeksplor lebih lanjut seusai mengikuti city tour. Nilai tambah city tour lainnya adalah praktis dan gratis, however, if we are satisfied with the local guide’s service, we are expected to give him tips.

Oh ya, saat di Islandia, kami memilih untuk menggunakan day tour, karena obyek wisata kebanyakan berada di luar pusat kota sehingga kami merasa akan lebih praktis jika menggunakan day tour.

Apa yang paling berkesan dari trip ini?

Highlight dari honeymoon kami adalah saat kami mengunjungi Islandia. Keindahan alam di Islandia sangat unik, karena landscape-nya merupakan hasil letusan gunung berapi dan geyser. It’s nothing like we’ve seen in other countries. Ada banyak jenis view yang ditawarkan Islandia, mulai dari glacier, air terjun, hingga pantai dan gunung. Cuaca disana juga meninggalkan kesan mendalam, karena kami merasakan hujan, salju, dan teriknya matahari dalam kurang dari 30 menit. Orang Islandia selalu bercanda begini, “Kalau kamu tidak suka dengan cuaca di Islandia, cukup tunggu satu menit (dan cuaca akan berubah),” hahaha.

Kota Cesky Krumlov di Republik Ceko juga sangat mengesankan. Cesky Krumlov merupakan kota tua yang kecil dan terletak di bagian selatan Republik Ceko. Hal yang membuat Cesky Krumlov terkenal adalah banyaknya atap bangunan yang berwarna oranye. Arsitektur bangunan di Cesky Krumlov sendiri sangat menarik, karena memiliki elemen gothic, baroque, dan renaissance yang usianya mencapai 500 tahun. Hebatnya, walaupun sudah berabad-abad, bangunan- bangunan tersebut sangat terawat dan masih berada dalam kondisi baik! It felt like going back to the 14th century, apalagi jalanan dan jembatan di Cesky Krumlov juga masih terbuat dari kerikil.

Mengingat kalian honeymoon selama sebulan, pasti ada tantangan tersendiri dalam menjalaninya ya. Bisa tolong ceritakan apa saja tantangannya?

Mungkin tantangan utama kami adalah persiapan pakaian, karena kami bepergian saat musim dingin yang mengharuskan kami membawa berbagai winter clothing yang tebal, tetapi membawa stok pakaian selama sebulan kan tidak mungkin, jadi kami juga harus mempertimbangkan perihal laundry. Selain itu, menjaga tubuh agar tetap fit selama bepergian juga menjadi tantangan, karena hampir setiap hari kami berkeliling kota dalam cuaca dingin dan kadang berangin. Sebagai gambaran, suhu udara di kota-kota yang kami kunjungi berkisar antara 0-8o Celcius, bahkan kami pernah merasakan suhu di bawah 0o Celcius saat berada di Reykjavik.

Kasih tips dong bagi yang tertarik untuk honeymoon seperti kamu dan Winny!

  1. Manfaatkan Eurail pass untuk menghemat waktu. Infrastruktur kereta api di Eropa sangat maju sehingga setiap kota dihubungkan oleh jalur kereta api yang mempermudah bepergian. Dengan memiliki Eurail pass, you just have to hop on the train tanpa perlu membeli individual ticket di stasiun.
  2. Pertimbangkan untuk mengambil night train saat bepergian dari satu kota ke kota lainnya, karena bepergian dengan night train akan menghemat biaya akomodasi dan juga menghemat waktu.

 

×