4 Alasan Mengapa Konflik dalam Rumah Tangga Itu Perlu

By Anita Ve on under How To, Relationship

Konflik rumah tangga memang perlu dihindari namun adakalanya sedikit pertengkaran itu diperlukan selama dalam batas kewajaran. Ini alasannya!

  1. Pasangan peduli pada kita
    Pertengkaran dalam rumah tangga itu terjadi karena berbagai sebab, bisa jadi mulai dari hal sepele seperti lupa melipat selimut setelah bangun pagi hingga perkara mengatur keuangan yang cukup sensitif. Sebenarnya, konflik menunjukkan kalau pasangan peduli terhadap sesuatu yang sedang diperdebatkan, meski hal itu sangat sepele. Itu artinya, ada pendapat yang harus didengarkan dan permasalahan yang mesti diselesaikan. Sehingga tidak menjadi bom waktu yang dibiarkan lalu tiba-tiba meledak sewaktu-waktu.
  1. Proses pertumbuhan dalam pernikahan
    Ada pepatah yang mengatakan, “Pengalaman adalah guru yang baik.” Saat seseorang tersandung masalah, orang tersebut cenderung akan lebih cepat menjadi dewasa dari segi pola pemikiran. Sama halnya dalam konflik pernikahan, alih-alih melihat pertengkaran sebagai sandungan, mengapa tidak ambil positifnya saja? Konflik itu sifatnya hanya sementara dan setelah itu, kalian akan menjadi pasangan yang lebih dewasa pola pemikirannya dan lebih memahami satu sama lain.
  1. Belajar memaklumi
    Ketika kita menikah, tidak ada lagi yang namanya “Aku” dan “Kamu”. Yang ada adalah “Kita”. Transisi dari “Aku” menjadi “Kita” memang tidak mudah apalagi ketika seseorang sudah terbiasa didengar dan diperhatikan, kini harus memberikan hal serupa kepada orang lain, yang terkadang harus melebihi perhatian untuk dirinya sendiri.
    Adanya konflik akan membuat seseorang belajar untuk bersabar dan memaklumi sehingga sifat “selfish” itu menjadi “selfless”. Bukan berarti mengalah untuk menghindar dari masalah, tetapi ada baiknya jika kamu tidak memperkeruh suasana saat pasangan sedang tidak mood. Kamu bisa berbicara di lain waktu saat suasana sudah kembali normal dan masing-masing kepala sudah dingin.
  1. Berubah menjadi pendengar yang baik
    Mengutip artikel dari Babble, salah satu penyebab konflik yang umum terjadi adalah kurangnya komunikasi. Komunikasi tidak sama dengan mengeluh atau mengkritik ya, Brides.. Menurut artikel tersebut, komunikasi seharusnya menjadi cara untuk mengekspresikan perasaan dan mengemukakan pendapat. Jika selama ini kamu lebih banyak berbicara dan pasangan lebih banyak mendengarkan, kini giliran kamu yang harus menjadi pendengar yang baik. Dengarkan curhat dan keluh-kesahnya lalu cari tahu penyebab konflik tersebut.

Bukankah dengan begitu, kita bisa lebih cepat menemukan solusi ketimbang menerka-nerka dan membuat asumsi sendiri?

×