4 Macam Pesan Yang Tidak Boleh Dikirimkan ke Suami

By Rebebekka on under How To, Relationship

Sudah menikah dan tinggal berdua dengan suami bukan berarti kamu bersamanya selama 24 jam. Jika kalian sedang sama – sama bekerja, atau dia di kantor dan kamu di rumah, terkadang ada yang hal yang ingin kita bicarakan dan belum sempat diutarakan secara langsung ke hadapannya. Untungnya, kita dibantu oleh teknologi yang memudahkan kita berkomunikasi dengannya kapan saja. Pilihan chat messenger pun banyak sekali. Namun mengirimkan teks untuk pasangan, meskipun itu adalah suami kamu sendiri juga ada aturannya loh. Lagi – lagi ini semua supaya rumah tangga kamu aman dan damai. Apa saja sih aturannya. Berikut listnya:

1. Sms Berbau Seks

Kita semua tahu kalau pengantin baru sedang panas – panasnya untuk urusan ini. Biasanya di awal – awal pernikahan suami akan mengusahakan untuk pulang cepat dari kantornya agar bisa bermesraan dengan istrinya. Namanya juga pengantin baru! Namun kamu harus tahan diri untuk tidak membahas soal seks maupun mengirimkan foto seksi kamu dengan tujuan menggoda suami kamu di kantor. Kamu tidak akan tahu apabila rekan kerja atau atasan suami kamu sedang berada dibelakangnya ketika sang suami membuka pesan dari kamu! Gawat kan.

2. Menjelekkan Mertua dan Ipar

Mungkin kamu sedang merasa kesal atau ada sedikit salah paham dengan keluarga suami. Usahakan untuk tidak mengeluarkan unek – unek kamu melalui chat messager ke ponsel suami. Salah satu teman saya pernah bertengkar hebat dengan keluarga sang suami karena pesan yang disampaikan dia saat curhat masalah mertua tidak sengaja terbaca oleh adik sang suami saat ia meminjam ponsel abangnya. Cara paling aman adalah berbicara langsung dengan suami saat sedang berdua di rumah.

3. Drama berlebihan
Wanita memang identik dengan drama. Namun kita harus hati – hati dengan drama yang lebay karena bisa saja reaksi yang diberikan suami menjadi berlebihan juga. “Aduh, perutku melilit, sakit banget sampai aku ga bisa berdiri nih,” begitu pesan saya ke suami saat saya sedang keram perut akibat PMS. Suami tidak membalas pesan saya dan saya pun cemberut. Sejam kemudian dia sudah berada di depan rumah, berlari ke dalam dan heboh menanyakan bagaimana keadaan saya. Dia juga langsung ingin membopong saya kerumah sakit saat itu juga. Saya jadi bingung karena teks yang tadi saya kirim hanya bentuk caper saya ke suami yang tidak menelepon saya seharian. Rupaya dia sedang sibuk di kantor dan ada meeting penting, namun karena saya kirim sms drama tersebut dia jadi pulang ke rumah.

4. Sms Kata – Kata Kasar
Kamu kesal karena dia tidak menjemur handuknya sehabis mandi, kesal karena ia tidak menepati janjinya untuk pulang cepat, kesal karena ia lupa hari ulang tahun kamu. Tenang dan hitung 1 – 10 sampai kamu bisa berpikir jernih. Jangan sampai kamu dikuasai emosi dan bergerak cepat untuk mengirimkan teks yang berisi kata – kata yang tidak enak didengar oleh suami kamu. Terlebih lagi pesan tertulis tidak bisa dibedakan nada dan intonasinya. Suami kamu bisa kecewa dan malah memperburuk suasana. Berbicara langsung akan lebih baik karena kamu bisa menatap wajahnya. Berpelukan adalah cara paling efektif untuk saling memaafkan. Kirim teks malah menambah emosi jika balasan pesan tidak sesuai dengan yang kamu mau.


Oh ya, jangan kaget ya jika nanti kamu mengirimkan pesan kepada suami kamu panjang lebar lalu hanya dibalas dengan “ok,” “sip,” dan sejenisnya. Karena memang seperti itulah laki – laki.

×