4 Nasihat Pernikahan Yang Jarang Kamu Dengar

By Anita Ve on under How To, Relationship

Nasihat tentang pernikahan sepertinya sudah sering kita dengar, ya? Mulai dari kewajiban yang mengharuskan selalu ada buat satu sama lain, sampai mengalah untuk mengatasi pertengkaran dalam rumah tangga. Tetapi seringkali, nasihat-nasihat yang diberikan seems too good to be true karena menerapkannya tidak semudah membalikkan telapak tangan. Lalu, bagaimana dengan 4 nasihat yang realistis berikut ini?

1. Sesekali, pergilah keluar rumah tanpa pasangan

Setiap pasangan pasti mengakui bahwa sesi Me Time mereka cukup berkurang setelah menikah. Apalagi bila sudah dikaruniai anak, semua perhatian tertuju pada pasangan dan anak-anak sehingga kita tidak menyadari bahwa diri sendiri pun perlu diperhatikan.

Ada kalanya hangout bersama teman-teman lama itu perlu. Hanya sekedar makan siang, nonton film, atau melakukan hobi bersama-sama dan melontarkan candaan seperti saat kalian masih lajang – hal ini akan membuat pikiran lebih fresh dan happy. Bahkan kamu juga bisa bebas mengeluh tentang capeknya mengurus anak, yang tidak mungkin kamu sampaikan kepada mertua, kan? Sharing seperti ini akan membuat perasaan kamu lebih lega dan siapa tahu, kamu malah mendapat masukan berharga dari para sahabat.

2. Jangan harap pasangan selalu sabar, sejalan apalagi sempurna!

Sesabar-sabarnya pasanganmu, pasti pernah marah. Sebaik-baiknya orang, adakalanya dia mengalami hal yang membuat mood jadi jelek dan ingin marah. Jadi, jangan beranggapan bahwa pasangan kamu berubah setelah menikah. Justru kita harus siap menerima bahwa semakin lama kita tinggal dalam satu rumah, semakin terlihat jelas sifat-sifat aslinya.

Oleh karena itu, jangan punya ekspetasi bahwa pendapat kalian akan selalu sama, pasangan akan mau mengelap meja setelah makan, berhenti mengomel, mendengkur atau tidak akan pernah cek-cok sama sekali.

Pernikahan itu tidak mencari kesempurnaan, tetapi saling melengkapi satu sama lain dan mensyukurinya.

3. Suatu saat, rasa bosan itu akan menghampiri

Tak dapat dipungkiri, pasangan yang telah menikah cukup lama, pasti pernah mengalami titik jenuh sampai-sampai terjadi perselingkuhan.

Yang lebih mengejutkan, suver yang dilakukan kepada 4.000 peserta, mayoritas perempuan dan laki-laki mengaku berselingkuh dengan seseorang yang kurang atraktif tapi memiliki kedekatan emosional yang lebih dalam ketimbang dengan pasangan mereka.

Untuk mengatasi kebosanan hingga keinginan (atau cobaan) untuk berselingkuh – kejujuran sangat diperlukan.

Dengan saling jujur satu sama lain, kita akan lebih memahami apa yang kurang dari diri kita ataupun pasangan. Selain itu, perbanyaklah mendengarkan apa yang dikatakan oleh pasangan karena hal itu artinya kamu mau memahami dan menghargai pendapat mereka.

4. Keluar dari rutinitas pernikahan selama sehari

Sering kita mendengar seorang teman yang mengeluh karena sulitnya mencari waktu untuk jalan-jalan bareng dengan alasan sibuk mengurus rumah tangga.

Padahal, menurut pakar pernikahan Greg Carson, meliburkan diri dalam pernikahan itu sangat penting. Sama seperti seorang karyawan yang mengambil cuti agar bisa refreshing – keluar dari rutinitas kesibukan meski hanya sejenak – pasutri pun seharusnya melakukan hal itu agar pikiran pun kembali segar.

Sempatkan satu hari untuk sekedar berlibur bersama orang tua atau sahabat tanpa pasangan kalian. Tapi dengan syarat, harus minta ijin dulu, ya! Dan selalu ingat untuk memberi kabar pada pasangan agar dia merasa tenang karena mengetahui keberadaanmu.

Semoga keempat nasihat yang realistis ini bermanfaat, ya!