Lamaran Outdoor Dengan Tema Rustic ala Ode dan Taki

The Vendors Who Made This Happen

Lamaran

“Aku dan Rizky berasal dari kota yang berbeda. Background kami juga berbeda. Sama sekali nggak terpikir untuk bertemu,” ujar Ode memulai kisahnya.

Awalnya, Rizky hanya melihat Ode melalui Path sahabat SMA-nya yang juga merupakan teman kantor Ode. Rizky pun meminta sahabatnya tersebut memperkenalkannya pada Ode. Keduanya beberapa kali bertemu muka di Jakarta sebelum akhirnya memutuskan untuk menjalin hubungan serius.

Setelah satu tahun berpacaran, mereka melangkah ke next level. “Nggak butuh kenal terlalu lama dan berani memulai hubungan dengan totally stranger itu ternyata menyenangkan,” kata Ode.

“Rizky melamarku lebih cepat dari yang dia rencanakan. Padahal, kami pernah berdiskusi tentang married dan sempat sepakat untuk menikah pada 2018, saat aku sudah menyelesaikan pendidikan S2 dan dia sudah mendapat kejelasan untuk penerimaan S3-nya di luar negeri. Ya, kami berdua memang addict dengan pendidikan,” jelas Ode sambil tertawa.

Namun, karena berniat ibadah, mereka berpikir untuk mempercepat pernikahan. Rizky melamar hanya dengan pertanyaan singkat saat mereka sedang berada di mobil, “Kamu mau menikah sama aku, soon nggak?” Mereka berdua langsung ketawa bareng dan Ode menjawab, “Yes.” Kalau memang sudah serius, apalagi yang ditunggu?

Dekorasi

Untuk dekorasi, Ode memutuskan menggunakan konsep rustic dan outdoor serta memanfaatkan rumahnya sebagai venue acara.

“Dari dulu, aku memang suka dengan tema outdoor, kesannya down to earth dan lebih fleksibel. Mungkin karena rumahku juga dilengkapi dengan halaman yang cukup besar dan banyak tanamannya. Orangtuaku juga suka dengan tema outdoor. Aku pun menjadi semakin attach dengan greeneries, jauh sebelum tema rustic jadi hype akhir-akhir ini,” kata Ode.

Oleh karena itu, ia mencari vendor dekor yang sudah biasa meng-handle tema outdoor. Ia bertemu dengan Uliatelier yang ternyata satu almamater kuliah S1 dengannya. Mereka adalah sekumpulan anak-anak Arsitek dan Teknik Sipil UI sehingga kualitasnya terjamin.

“Aku nggak banyak request detail untuk dekor karena Uliatelier langsung menawarkan digital design backdrop dan detailnya. Yang aku minta harus ada adalah backdrop kayu kotak-kotak, daun-daun, dan bunga. Jenis bunga yang aku request adalah gerbera karena aku suka banget bunga itu. Warna-warna bunga pun sesuai kesukaanku, yaitu soft pink dan fuchsia. Sisanya rekomendasi dari tim.”

Sementara itu, kotak-kotak kayu, buku-buku jadul, light bulbs, dan tambahan jenis-jenis bunga, seperti bay breath, rose, crysant, dan aster adalah inisiatif tim dekor itu sendiri. Warna yang mereka pilih seputar putih dan ungu muda.

Highlight

Sebagai anak perempuan satu-satunya dalam keluarga, lamaran Ode menjadi sesuatu yang benar-benar dipersiapkan. Bahkan rundown-nya pun sampai dibicarakan dengan keluarga besar. Dengan menggunakan adat Jawa, acara lamaran berlangsung cukup serius.

Highlight-nya pada inti acara, Rizky sendiri yang mengutarakan keinginannya untuk melamar dan menikahiku. Padahal, aku nggak menyangka kalau dia sendiri yang akan mengutarakan. Quite gentle lah, ya. Sementara itu, momen yang paling berkesan menurutku adalah ketika Ibundaku dan Ibunda Rizky memakaikan cincin ke tangan kami berdua,” tutup Ode.

Berikut top 3 vendor pilihan Ode.

1. Uliatelier

“Inisiatifnya tinggi banget untuk memberitahukan detail dekor. Mulai dari pilihan jenis bunga, tambahan-tambahan items dekor yang nggak kepikiran, board tulisan engagement, dan karpet rumput dikasih meskipun aku nggak minta. Best banget! Mereka juga gampang dihubungi dan cepat ketika aku minta survei ke rumah. Selain itu, mereka enak diajak berkomunikasi.”

2. Shallimar (makeup)

Makeup-nya soft tapi tetap membuat wajahku ke-highlight pas difoto. Well, Shallimar juga teman kuliahku waktu S1. Jadi udah request as a friend saja. Hair do juga bagus banget jadinya.”

3. Greenlight Photography

“Ya, ini sih udah nggak usah ditanya. Hehe. Teman-temanku yang sudah married pakai mereka. Jadi, aku pun ikut-ikutan. Lamaran dimulai pukul 09.00 WIB, tapi mereka sudah stand by di rumah dari aku belum makeup sampai acara benar-benar selesai. Gaya foto pun diarahkan semua oleh mereka dan bisa captured details rangkaian acaraku.”

Ada beberapa advice dari Ode untuk pembaca yang ingin yang mengadakan lamaran.

  • Sebelum memilih tempat lamaran, tanyakan dahulu kepada orangtua. Apakah boleh mengadakan acara dengan venue di luar rumah? Atau lebih suka di rumah saja karena mungkin terasa lebih sakral. Awalnya, aku pun berencana untuk menyewa venue di restoran atau café. Namun, orangtua menjelaskan inti lamaran adalah silahturahmi dan perkenalan keluarga. Oleh karena itu, ada baiknya kalau keluarga laki-laki datang ke rumah perempuan. Toh, lebih nyaman di rumah sendiri karena bisa dekor sesuka hati.
  • Saat sedang mencari vendor, tanyalah teman-teman kalian apakah ada yang bisa membantu. Nanti ujung-ujungnya vendornya adalah teman-teman sendiri dan pasti bisa lebih fleksibel dalam berkoordinasi. Kalaupun tidak ada teman yang bisa menjadi vendor, at least kalian bisa mendapatkan rekomendasi yang sudah pernah dipakai teman kalian sebelumnya.
  • Buatlah standar “sempurna” kalian selogis mungkin. Setiap pasangan, apalagi cewek yang banyak in charge, pasti ingin semua yang sudah direncanakan berjalan dengan baik tanpa gangguan, begitu juga aku. Aku sangat berharap lamaranku pada Februari ini tidak hujan karena setengah venue di rumahku outdoor. Walaupun sudah disiasati dengan tenda, akan sulit bagi tamu yang datang untuk berjalan dari parkiran mobil ke rumahku karena hujan. Benar saja, saat hari-H, dari pukul 07.00 WIB sudah hujan deras. Pada pukul 10.00 WIB, acara dimulai juga masih hujan. Well, senyumin saja. Sampai pukul 14.00 WIB siang dan acara benar-benar selesai, barulah hujan berhenti. Gemes banget sama alam, tapi mau bagaimana lagi. Setiap rencana pasti ada yang berjalan sesuai dan ada yang tidak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *