5 Penyebab Utama Pernikahan yang Tidak Bahagia & Solusinya

By Penna on under How To, Relationship

pasangan bahagia

Banyak pasangan yang mengeluh tentang pernikahan yang tidak bahagia. Mereka tidak puas dan bertanya- tanya mengapa hubungan asmara yang dulu berujung ke derita tak berujung. Kemana jadinya rasa bahagia sewaktu pertama menikah? Mengapa pula usia kebahagiaan pernikahan selalu terasa singkat?

Banyak sekali aspek yang bisa menyebabkan pernikahan yang tidak bahagia, misalnya :

-Kurang cocok satu sama lain, sehingga pasangan susah untuk rukun dan harmonis

-Minim toleransi, pasangan saling sulit mentolerir atau menerima kekurangan

-Kurangnya kebebasan, dimana pasangan terlalu ikut campur di kehidupan masing-masing

-Kurangnya perhatian, pasangan tidak lagi saling peduli atau cuek

-Rasa cinta yang perlahan padam, bisa jadi karena rutinitas atau tuntutan hidup sehingga tercipta jurang pemisah

-Masalah finansial dan hal- hal lain yang membuat pernikahan tidak bahagia. 

Alasan- alasan yang kompleks ini sering memicu renggangnya pasangan, sehingga kata bahagia pun semakin jauh dari rumah tangga. Tetapi percaya atau tidak, kebahagiaan adalah di tangan setiap orang sepanjang kita mau menciptakannya. Ini dia 5 penyebab utama pernikahan yang tidak bahagia dan solusi yang boleh kalian coba :

1. Ekspektasi yang Tidak Realistis

Setiap orang punya harapan dan ekspektasi atas perkawinan mereka. Ini sah- sah saja, sepanjang memang ekspektasi kalian tidak berlebihan dan berdasar. Jika ekspektasi hanya dilandaskan atas keinginan dan hasrat, maka besar kemungkinan kalian akan kecewa dan menjadi tidak bahagia. 

Ingat bahwa pasangan adalah individu terpisah dengan opini dan persepsi sendiri. Jika awal pacaran terasa seperti kisah cinta paling romantis, maka pernikahan adalah momen untuk menguji ketahanan pasangan dalam memecahkan masalah, mengatasi kebosanan dan menjalani rutinitas. 

Solusinya adalah mengatur ekspektasi kalian secara logis. Terima tugas dan tanggungjawab dalam peran rumah tangga dan jalanilah dengan penuh komitmen.

2. Ingin Mengubah Pasangan

Ingin pasangan 100% seperti keinginan kalian? Mungkin bisa, tetapi tidak akan permanen sifatnya. Jangan coba untuk merubah pasangan menjadi orang lain karena kalian juga tentunya tidak ingin dibentuk menjadi pribadi yang jauh dari anda sesungguhnya. Terima pasangan apa adanya berikut baik buruknya, dan imbangi perubahan pasangan secara positif. 

3. Interaksi Serius

Sudah sewajarnya jika rumah tangga dipenuhi dengan problema seperti isu- isu penting di keluarga, misalnya finansial, cara membesarkan anak, hingga campur tangan keluarga besar misalnya. Topik- topik demikian biasanya sensitif dan bisa memicu pertengkaran. Solusinya adalah obrolan ringan dengan variasi topik yang menyenangkan ibarat sahabat. Ini bisa jadi cara yang sederhana tetapi efektif untuk hubungan bahagia jangka panjang. 

4. Sulit Memaafkan Satu Sama Lain

Siapa sih yang tidak pernah berbuat salah? Tetapi jika kalian ingin hubungan suami istri bahagia dan bertahan lama, saatnya untuk belajar memaafkan. Tentunya ini tergantung dari kasus dan relatif, karena ada pula beberapa hal yang berada di luar batas kesabaran dan kapasitas anda. 

Jika anda mampu memaafkan, maka tuntaskan seluruh perasaan negatif dan jangan diungkit lagi di masa mendatang. Jika tidak, beri ruang masing- masing untuk saling introspeksi sebelum mencoba lagi. 

5. Tidak Menghargai Pasangan

Setelah menikah, banyak pasangan suami istri yang berhenti berusaha. Mereka tidak lagi berusaha menjadi diri terbaik mereka untuk pasangan, tidak lagi saling menjaga perasaan masing- masing dan seterusnya. Penting bagi pasangan untuk saling mengingatkan pentingnya kehadiran suami/istri, sambil terus berusaha menjadi versi terbaik diri masing- masing. Dengan demikian, rumah tangga akan punya kualitas yang penuh respek dan saling mencintai.