6 Cara Mempersiapkan Pernikahan Bilingual Penuh Arti

By Penna on under How To

Nadira and Simon: An Intimate and Memorable Wedding in Copenhagen and Jakarta

Zaman sekarang, pernikahan antar kultur atau beda warga negara sudah bukan hal baru lagi. Berkat teknologi modern, sosial media dan pastinya karena jodoh, bukan tidak mungkin kalau kalian harus menyelenggarakan yang namanya pernikahan bilingual. Tantangan yang harus dipikirkan tentunya pilihan bahasa yang mudah dimengerti oleh semua pihak, minimal supaya tamu ga bingung dan kehilangan arah. Yuk, ikuti dulu 6 cara mempersiapkan pernikahan bilingual yang penuh arti :

1. Cari Bantuan Ahli

Untuk urusan persiapan pernikahan, ada baiknya brides menggunakan jasa wedding planner atau yang sudah ahli dalam hal pernikahan bilingual. Jika tidak ingin mengeluarkan biaya khusus ini, minimal kalian sudah riset atau berkonsultasi pada ahlinya. Bukan hanya soal persiapan pernikahan, biasanya jasa planner ini juga bisa mengurus penjemputan, pengarahan dan penjelasan kepada tamu. 

2. Manfaatkan Situs Wedding

Situs khusus acara wedding pasangan adalah trend baru yang sangat memudahkan urusan penyampaian informasi dan detail penting lainnya. Ini bisa jadi sebuah wadah dengan bahasa bilingual supaya tamu bisa menyesuaikan ekspektasi jalannya pernikahan nantinya. Praktis, modern dan efektif bukan? 

3. Gunakan Catatan

Bagi pernikahan bilingual, wedding stationery berupa undangan, menu, informasi acara, ataupun memo cetakan lain akan memegang manfaat yang sangat informatif. Usahakan untuk menuangkan kebutuhanmu dalam bentuk catatan memo tertentu, seimbangkan juga antara desain dan catatan informasi supaya tampil jelas. 

4. Penanda & Alat Bantu

Nah karena masih untuk pemahaman tamu demi kelancaran pernikahan, gunakan juga penanda atau alat bantu yang didesain seunik mungkin. Kombinasikan antara dua bahasa pada penunjuk arah, susunan tempat duduk tamu, penanda makanan atau lokasi dan sebagainya. Tamu pasti akan tertarik untuk membaca bahasa baru ini sambil menjadi topik pembicaraan yang buat suasana makin mengalir. 

5. Simpel Tapi Penuh Arti

Untuk urusan seperti pengucapan janji atau sumpah pernikahan, usahakan agar sesimpel tapi berarti maksimal bagi kedua belah pihak. Gunakan kata- kata yang sederhana, mudah dimengerti, tanpa harus mengurangi makna dari ikrar itu tersendiri. Saat pengucapannya juga harus diperhatikan, utarakan sejelas mungkin supaya tamu tetap bisa mengikuti. Tips terakhir adalah menggunakan kedua bahasa yang ditata sedemikian rupa supaya tetap manis, humoris tapi bermakna. 

6. Rayakan Perbedaan

Memahami pernikahan bilingual tidak hanya dari tulisan, simbol atau catatan, tetapi juga dari suasana atau atmosfir wedding. Ciptakan mood pernikahan yang merayakan perpaduan kedua kultur dan budaya yang berbeda dari pasangan pria dan wanita. Ini akan membuat tamu merasa lebih nyaman dan lebih tanggap akan keunikan dari dunia yang sebelumnya belum pernah mereka alami sebelumnya.