6 Cara Menghindari Hutang untuk Melangsungkan Acara Pernikahan

By Penna on under Budgeting, How To

Ayu and Aurelien: An Intimate Destination Wedding at Khayangan Uluwatu, Bali

Pernah dengan kisah pasangan yang harus berhutang demi pernikahan? Baik meminjam dari orang tua, teman atau bank, pernikahan menyisakan banyak tumpukan hutang yang masih saja mengikuti hingga bertahun- tahun nanti. Menguras tabungan sampai kandas demi menikah saja sudah cukup berbahaya untuk memulai keluarga, apalagi sampai harus punya sisa hutang yang tak kunjung usai- jangan deh brides! Ikuti dulu 6 cara menghindari tumpukan hutang pesta pernikahan:

1. Tentukan Budget Maksimal

Buat rencana budgeting bersama untuk menentukan angka paling maksimal untuk biaya pernikahan. Angka ini akan menjadi acuan agar tidak sampai melewati batas, alias kebablasan. Estimasi angka ini bisa didapatkan dari perhitungan kasar biaya pernikahan secara total, sedangkan targetnya adalah mencari harga dibawah biaya yang ditentukan tersebut. Contoh, jika biaya baju pengantin adalah sekitar Rp 10 juta, maka kalian harus berupaya untuk mencari dibawah angka tersebut semaksimal mungkin. Tanpa budget yang realistis, semakin besar potensi menciptakan hutang. 

2. Cocokkan Dengan Kondisi Keuangan

Masih seputar budget pernikahan, estimasi yang kalian tentukan harus bisa disesuaikan dengan kondisi keuangan sekarang. Misalnya jika total budget berada di angka sekitar Rp 100 juta, maka usahakan agar minimal kalian sudah memiliki sebagian besar atau seluruh anggaran tersebut dalam bentuk ready alias bukan kredit. 

Nah, tentunya ini easier said than done yah brides. Tetapi estimasi budget ini bisa memberikan gambaran berapa lama kalian harus menabung supaya nanti tidak sampai terjerumus ke hutang berkelanjutan. Misalnya kalian masih hanya memiliki 30-50% dana ready, maka coba hitung lagi bagaimana menambah jumlah tabungan sebelum nanti menuju pernikahan. 

3. Siap Kompromi

Siapa sih yang ga ingin mewujudkan dream wedding? Tapi coba gunakan perspektif jauh ke depan alias 10, 20 hingga 50 tahun berikutnya. Mungkin sepatu dengan harga selangit bahkan tidak akan diingat oleh tamu undangan. Oleh karena itu, bijaklah dalam realisasi biaya pernikahan. Siap- siap saja kompromi dengan meminta bantuan teman, teknik DIY, rental, daftar tamu yang ringkas, dan pemangkasan budget. Bukan berarti wedding akan tidak berkesan loh!

4. Perbesar Cash Flow

Supaya hutang tidak menumpuk, otomatis arus kas harus ditingkatkan. Banyak cara yang bisa kalian lakukan sebelum menikah, misalnya mengambil pekerjaan sampingan sesuai waktu dan kapasitas masing- masing. Sesudah menikah, kewajiban kalian untuk meluangkan waktu bersama suami dan istri akan lebih besar, jadi bersakit- sakit dahulu deh daripada nanti baru sibuk bekerja setelah menikah. 

5. Analisa Hutang

Baik hutang sebelum atau sesudah menikah, penting untuk mengidentifikasi hutang sesuai besarnya cicilan dan bunga pinjaman. 

Idealnya, hutang dalam jumlah kecil bisa segera dilunasi secepat mungkin. Lalu, target selanjutnya adalah melunasi hutang dengan jumlah bunga terbesar. Saat melunasi hutang- hutang ini, kalian boleh melakukan negosiasi ulang misalnya meminta keringanan bunga atau rencana pembayaran yang lebih menguntungkan. 

Terakhir, hutang dengan penalti pelunasan boleh diselesaikan sesuai jangka waktu yang ditentukan, berikut juga cicilan produk- produk yang bisa meringankan pengeluaran setiap bulannya. Temukan strategi hutang terbaik untuk kalian dan sukseskan misi bebas hutang secepat mungkin. 

6. Bangun Sifat Money Positive

Ingin mobil baru setelah menikah? Atau honeymoon di tempat eksotis? Jika masih punya hutang yang tidak jelas pembayarannya atau malah harus menggerus tabungan ekstra, ada baiknya agar dipertimbangkan lagi. 

Pasangan dianjurkan untuk membangun sifat money positive bersama, misalnya menabung dana darurat, dana pendidikan, hingga merencanakan target finansial jangka panjang bersama. Tabiat money positive bukan saja akan membantu mengurangi tumpukan hutang, tetapi baik untuk membangun aset bersama.