6 Langkah Membuat Resolusi Tahun Baru Untuk Newly Weds

By Septa Mellina on under How To

New year 2016 is only couple of days away, brides! Kira-kira rencana apa yang sudah kamu buat di tahun mendatang? Membuat resolusi memang gampang-gampang susah, apalagi kamu sudah tidak single lagi. Alhasil, setiap rencana hidupmu perlu didiskusikan bareng pasangan. Dalam membuat resolusi tahun baru, it is strongly advised that you write them down. Karena saat kamu menuliskan resolusi di secarik kertas, secara tidak langsung otak kamu akan bekerja lebih keras untuk mewujudkan rencana-rencana tersebut.

Nah, kalau kamu sedang membuat resolusi tahun baru tapi masih kebingungan, coba simak tips berikut ini, brides. Semoga membantu!

Evaluate last year’s events

Cobalah sediakan waktu berdua dengan pasanganmu untuk me-review berbagai kejadian, achievement, kegagalan, kebahagian, kesedihan atau mimpi yang belum terwujud di tahun sebelumnya. Kamu dan pasangan bisa mulai mencari tahu penyebab dari semua kejadian-kejadian tersebut. Jika kalian sempat mengalami kegagalan, cari tahu apa saja penyebabnya. Jika kalian meraih keberhasilan, pelajari hal-hal apa saja yang membuat kalian mampu mencapainya. Jangan lupa untuk menuliskan hasil review dan rencana yang ingin kalian capai di tahun yang baru.

Pada fase ini, kamu dan pasangan bisa sama-sama mempelajari karakter, kelebihan, dan kekurangan satu sama lain serta mempersiapkan diri untuk saling mendukung di tahun berikutnya.

Membuat beberapa rencana besar

Membuat berbagai rencana besar memang baik, brides, but don’t let yourself overwhelmed with tons of plans. Pastikan bahwa rencana yang kamu buat achievable sehingga nggak membuat kamu lelah saat mencapainya. Daripada kamu pusing dengan belasan bahkan puluhan rencana besar, sebaiknya cobalah fokus membuat tiga atau lima rencana besar saja, brides, misalnya: to get promoted by 2016, mendapat pekerjaan baru, membangun rumah tangga yang harmonis, membuka bisnis kuliner dan sebagainya. Meski terbilang sedikit, rencana-rencana ini membutuhkan tenaga dan usaha untuk mencapainya. Jika kamu bisa mewujudkan rencana tersebut dalam waktu singkat, kamu bisa membuat rencana baru berikutnya.

Membuat small steps

Setelah membuat rencana besar, buatlah small steps untuk setiap rencana tersebut. Hal ini akan memudahkan kamu untuk mewujudkan rencana besar yang seringkali abstrak. Contohnya, jika kamu merencanakan untuk mendapat promosi di kantor tahun depan, you can break it down into small steps, including being more proactive or winning a pitch. Begitu juga halnya jika kamu dan pasangan berencana untuk membangun rumah tangga yang harmonis pasca menikah. Kamu bisa membuat small steps, misalnya selalu menyempatkan diri untuk pillow talk sebelum tidur atau menonton TV bersama sepulang kantor. Dengan setiap langkah kecil yang kamu lakukan dengan disiplin, setiap harinya kamu akan semakin dekat meraih tujuanmu. Isn’t it lovely?

Membuat kategorisasi

Untuk membuat kamu fokus mewujudkan resolusi tersebut, kamu bisa membuat kategorisasi untuk setiap plan yang kamu tulis. Misalnya, kamu bisa membuat kategori keuangan, kesehatan, liburan dan sebagainya. Kategorisasi ini juga akan membantu kamu melihat prioritas rencana yang perlu diwujudkan segera dan rencana mana yang dapat menunggu.

Menulis resolusi masing-masing

Kamu bisa melalui setiap step ini bersama pasangan atau membuatnya sendiri. Jika kamu membuat resolusi sendirian, pastikan kamu dan pasangan akan mencocokkan resolusi masing-masing untuk disatukan menjadi marriage goals.

Rayakan keberhasilanmu!

Jika kamu dan pasangan berhasil mewujudkan rencana kalian, buatlah perayaan kecil sebagai bentuk apresiasi, misalnya nonton bioskop di studio VIP atau memasak aglio olio bersama untuk candlelit dinner romantis di rumah. Selain dapat memotivasi diri untuk terus berusaha mewujudkan mimpi lainnya, perayaan ini juga mampu mempererat hubungan kamu dan pasangan.

Meski mewujudkan resolusi cukup penting, bukan berarti kamu harus overwhelmed dan pushing yourself only to pursue them. Karena, bagaimanapun juga, memaksakan diri tetaplah tidak baik untuk diri kamu dan pasangan. Jika ada resolusi yang tidak tercapai, jangan biarkan dirimu terpuruk dalam kesedihan atau menyalahkan diri sendiri (apalagi pasangan!). Sebab pada akhirnya, kebersamaan kamu dan pasangan adalah hal yang terpenting.