6 Tanda Untuk Sebaiknya Menunda Pernikahan

By NSCHY on under How To, Relationship

Pernikahan itu selalu diharapkan untuk menjadi pengalaman yang pertama dan terakhir bagi setiap orang. Oleh karena ini, pertimbangan menjadi hal penting dalam penentu pernikahan. Setiap orang pastinya ingin mendapatkan pendamping yang terbaik untuk sepanjang hidup. Tapi, kalau di tengah-tengah perjalanan kamu merasa ada yang mengganjal, mungkin memang itu bukan jalan yang terbaik untuk kalian berdua, atau belum menjadi waktu yang tepat. Bukan hanya perasaan yang tidak mendadak berubah saja, berikut juga ada beberapa tanda bahwa kamu sebaiknya menunda pernikahan.

  1. Masih banyak masalah yang belum terselesaikan
    Sebelum beranjak ke hubungan sakral yaitu pernikahan, jika kamu merasa bahwa masih punya segudang permasalahan yang hanya disembunyikan dan dianggap angin lalu, maka mungkin sebaiknya kalian menunda pernikahan ini dulu. Bukan membatalkan, namun menunda sampai kalian merasa sama-sama lega dan sangat terbuka atas satu sama lain. Menyimpan dendam, amarah atau bahkan rasa tersinggung sebelum membina rumah tangga bisa dikategorikan sebagai awal yang kurang baik. Karena pernikahan kalian akan mengatasnamakan Tuhan dan negara, jadi, usahakan awali dengan baik-baik.
  1. Ini bukanlah kemauanmu, tapi tuntutan umur dan keluarga
    Jika kamu merasa tertekan karena umurmu yang sudah sepatutnya mempunyai pasangan bahkan memiliki keturunan, dan seketika ada seseorang yang menghampirimu, menaruh rasa kasih, dan kamu terima dengan tangan kosong karena semerta-merta hidupmu yang tanpa pendamping, mungkin sebaiknya kamu butuh waktu untuk sendiri dulu. Menjalani sebuah rumah tangga bukan karena tuntutan umur, pergaulan dan keluarga. Rumah tanggamu akan kamu jalani dengan pasangan, bukan dengan dirimu sendiri. Coba bayangkan kamu menghabiskan sisa hidupmu dengan orang yang kamu rasa belum kenal betul, dan mungkin belum mendapatkan simpati yang dalam darimu, apa sanggup? Berikanlah waktu untuk keduanya untuk saling mengenal dan melabuhkan hati ke satu sama lain.
  1. Kamu masih sering mendapati pasanganmu menaruh mata kepada lawan jenisnya
    Salah satu resep rumah tangga yang baik adalah bagaimana keduanya dapat menjaga hati masing-masing, serta menjaga hati pasangannya. Jika selama ini kamu masih merasa pasanganmu masih belum puas dengan status lajangnya, mungkin ada baiknya kamu perlu menunda pernikahan dulu sampai ia bersikap lebih dewasa. Setelah pernikahan, hidupmu kelak akan dihadirkan oleh sang anak, jadi pastikan calon suamimu sudah mempersiapkan dirinya untuk menjadi sosok seorang ayah yang bertanggungjawab.
  1. Pasanganmu tak menginginkan seorang anak, sedangkan kamu sebaliknya
    Di tengah-tengah menjelang hubungan yang lebih serius, mungkin akan timbul sebuah obrolan yang mengarah kepada hubungan rumah tangga dan keturunan. Di saat kamu menemukan pernyataan bahwa pasanganmu tidak menginginkan seorang anak sedangkan kamu sebaliknya, mungkin ada baiknya kamu mempertanyakan kembali hubungan kalian kedepannya. Percaya atau tidak, umumnya, keturunan merupakan target awal sebuah pasangan suami-istri. Jika salah satu dari kalian tidak menginginkan hal yang sama, pastinya hal tersebut akan membawa kalian ke masalah baru. Pikirkan matang-matang, jangan sampai kamu mengalami hal negatif karena masalah yang sudah kamu ketahui sebelumnya. Pikirkanlah, apa memang menunda pernikahan jawaban yang terbaik, atau malah harus membatalkannya.
  1. Kamu masih belum mendapatkan hati sang calon ibu mertua
    Di Indonesia, pernikahan bukan hanya sebatas kamu dan pasangan, melainkan pernikahan antar keluarga dan orang tua juga. Di saat kamu sudah mantap ingin menjadikannya pasangan hidupmu, otomatis kamu juga harus menyiapkan diri untuk melipatgandakan orang tuamu, salah satunya sang ibu. Di saat hubungan kalian yang sudah semakin serius dan bahkan tinggal satu langkah lagi, di saat kamu merasa sang ibu mertua masih belum menaruh hati, di situlah mungkin kamu harus menunda pernikahanmu. Memang terlihat sepele, namun tak ada yang tau bagaimana kedua hati terpisah.
  1. Pasanganmu belum mendapatkan pekerjaan yang tetap
    Cinta memang dasar dari segalanya, tapi cinta bukan lagi hal yang dapat mempertahankan rumah tangga. Untuk hidup kalian berdua, mungkin ia. Tapi untuk hidup ke depan di saat kalian sudah dikaruniai anak, cinta bukan lagi satu-satunya. Sebelum memutuskan untuk melangkah ke jenjang pernikahan, jika pasanganmu masih belum mendapatkan pekerjaan yang tetap, ada baiknya untuk menunda hingga waktu yang tepat. Pertengkaran yang berhubungan dengan materi sudah bukan suatu hal yang baru lagi.

Kuncinya, sebelum menikah, pastikan bahwa kamu dan pasangan sudah siap dan mantap, mulai dari hati, mata, hingga materi. Keluarga juga menjadi suatu peran pendukung penting dalam hubungan rumah tangga kalian. Jadi, pastikan bahwa semuanya berjalan lancar sebelum resmi menjadi pasangan suami istri.

×