6 Tips Diskusi dengan Ipar atau Mertua yang Sulit Diajak Kompromi

By Penna on under How To, Relationship

Anda mungkin sudah jadi wanita nomor satu di dalam hidupnya, tetapi posisi mama atau adik/kakak tidak semudah itu bergeser di hatinya. Hubungan harmonis dengan keluarga suami sudah tentu jadi prioritas dengan, tetapi bagaimana bila ipar atau mertua termasuk yang sulit diajak berdiskusi atau kompromi. Coba dulu 7 tips berikut deh setiap ingin memulai komunikasi yang sifatnya sensitif :

1. Pintar Memilih Kata- Kata

Anda memang bukan pujangga, tetapi pastikan pilihan kata- kata dan cara penyampaiannya sudah tepat. Gunakan gaya komunikasi positif dengan tutur kata yang halus dan tidak menyinggung perasaan. Coba utarakan perspektif kalian secara jujur dan tulus, daripada berbicara panjang lebar tentang apa- apa saja yang harus mereka lakukan. Hindari kesan ‘menyerang’ dan targetkan pada solusi win-win jika harus berdiskusi alot. 

2. Transparan

Sudah yakin dengan pilihan kata- kata yang netral dan bermakna positif? Pastikan juga maksud dan tujuan percakapan juga jelas dan transparan. Lebih baik langsung menuju titik masalah daripada bertele- tele. Gunakan juga contoh- contoh jika bisa lebih memperjelas maksud dari diskusi. 

3. Pendekatan Satu Tim

Salah satu kunci untuk diskusi dengan ipar atau mertua yang sukses adalah melakukan pendekatan terlebih dahulu terhadap suami. Pastikan dulu kalau suami juga mengerti maksud dan tujuan dari diskusi yang dimaksud, supaya dia mendukung atau bisa memberi saran cara diskusi yang lebih mengena. Prinsipnya, presentasikan masalah dari sisi kompak sebagai suami istri, tanpa bermaksud merendahkan ipar atau mertua. 

4. Gunakan Fakta, Bukan Emosi

Jika sampai terjadi perdebatan panas, akan sulit bagi siapapun untuk menahan emosi. Ini sebabnya kalian harus sudah punya poin- poin yang jelas dan faktual, supaya kalian tetap bisa fokus tanpa terlalu lari dari masalah. Dalam menyampaikan fakta ini, ada baiknya jika diutarakan dengan tips sebelumnya, yaitu dengan hati- hati dan menggunakan konotasi positif. 

5. Tidak Harus Ada Pemenang

Ingat kalau setiap individu punya pengalaman yang berbeda, sehingga otomatis punya perspektif dan opini yang berbeda. Jangan harus menunjukkan jari kepada pihak yang salah atau berargumentasi supaya Anda keluar sebagai pemenang. Solusi terbaik adalah keputusan bersama secara musyawarah mufakat. Jika kurang memuaskan, tidak perlu dipaksakan pada saat itu juga, tetapi mundurlah untuk mencari strategi baru di lain kali. 

6. Jadi Pendengar Yang Baik

Tahu apa yang sulit dari sebuah diskusi atau pembahasan masalah? Kemampuan untuk mendengarkan lawan bicara. Jangan terus mengambil posisi sebagai “ pembicara” dan berikan momen supaya ipar atau mertua juga menyampaikan sudut pandang mereka. Mungkin saja kalian bisa mendapatkan penjelasan atau solusi baru setelah benar- benar mengetahui apa maksud mereka sesungguhnya. 

×