7 Langkah Online Dating

By Septa Mellina on under How To, Relationship

Thanks to the Internet!

Transfer uang yang dulu harus ke bank, sekarang bisa menggunakan internet banking. Dahulu harus antri membayar untuk beli selembar kaos, sekarang bisa belanja online. Tidak hanya mempermudah urusan sehari-hari, internet juga dapat membantu urusan percintaan kamu lho. Jika kamu masing single dan seolah-olah semua hati laki-laki di sekitarmu tertutup, coba deh online dating. Beberapa temanku bahkan menemukan suami idaman mereka lewat dunia maya, lho!

Although it’s just a click away, online dating is a bit tricky. Nah, supaya kamu nggak salah langkah saat kencan online, The Bride Dept telah menyiapkan serangkaian tips untuk kamu yang ingin mencoba kencan yang satu ini.

Pilih Situs/ Apps Yang Kredibel Dan Terpercaya

Kalau kamu ingin berkenalan dengan orang yang baik, maka carilah dia di tempat yang baik pula, brides-to-be. Pastikan bahwa online dating tempat kamu berselancar adalah situs atau aplikasi yang aman dan terpercaya. Saat ini ada cukup banyak aplikasi dan situs online dating yang bisa kamu coba. Siapa tahu kamu ketemu dengan knight in shining armor hehe

Jangan Berikan Kontak Pribadi Kamu

Meskipun kamu ikutan online dating yang relatif terpercaya dan credible, nggak menutup kemungkinan di dalamnya masih ada oknum iseng yang tidak bertanggung jawab lho. Itu sebabnya, jangan pernah berikan kontak kamu kepadanya (apalagi mentransfer sejumlah uang). Karena masih dalam fase awal perkenalan, kamu dan dia bisa ngobrol di situs atau aplikasi online dating tersebut.

Bahkan, akan lebih baik jika kamu menggunakan nama samaran untuk nama akunmu. Pastikan nama samaranmu safe dan nggak mengundang niat buruk orang lain ya. Jika kamu berkenalan dengan lawan jenis yang (sepertinya) dapat dipercaya, kamu bisa memberikan nama aslimu. Nama panggilan saja cukup lho.

Cari Tahu Tentang Si Dia

Wah, akhirnya kamu kenalan juga dengan sosok yang baik dan asik diajak ngobrol. Pasti kamu excited banget dan ingin ngobrol dengannya setiap saat. Tahan dulu keinginan kamu! Jangan buru-buru percaya dan terpesona dengannya ya!

Instead of talking about superficial things, cobalah mencari tahu hal-hal basic tentangnya, misalnya pekerjaan, pendidikan, jumlah saudara kandung, tempat tinggal dan sebagainya. Jangan lupa untuk mencari kesamaan antara kamu dan dia karena, biasanya, seseorang akan lebih mudah terbuka jika memiliki kesamaan dengan lawan bicaranya. Kamu bisa membahas hobi, film, buku, atau musik favorit.

Agar obrolan kamu dan dia tidak monoton, kamu bisa membuat variasi pertanyaan, misalnya “Wah rumah kamu di Tangerang dan kantor kamu di Rawamangun? Jauh banget! Kalau ngantor jam berapa tuh berangkatnya?” Meski terdengar sederhana, pertanyaan ini bisa membantu kamu untuk menggali lebih dalam tentang bagaimana dia mengatur waktunya sehari-hari, kapan dia memiliki waktu luang dan bagaimana ia menghabiskannya. How he manages his time on daily basis will define how serious he lives his life lho.

Be A Serious Stalker

Semakin sering kamu ngobrol dengan dia, maka semakin banyak informasi yang kamu dapatkan. Again, don’t trust him easily! Cobalah untuk stalking social media-nya dan lihatlah konten yang ia sering unggah. Beberapa orang percaya bahwa kepribadian seseorang bisa dilihat dari konten social media-nya, meski sebagian lainnya tidak memedulikan hal tersebut. Kamu bisa menilai seberapa bijak dan dewasa dirinya saat memilih hal-hal yang worth sharing dan mana yang tidak. Kalau isi social media-nya hanya seputar hal-hal galau, keluhan tanpa solusi atau kata-kata kasar, mungkin dia tidak sedewasa usianya.

Dengan stalking social media-nya, kamu juga bisa menilai kesesuaian informasi yang kamu dengar darinya dengan yang terpampang di dunia maya, misalnya informasi tentang pendidikan atau tempat kerja. Yang nggak kalah penting, kamu bisa melihat bagaimana ia berinteraksi dengan teman-temannya di dunia maya.

Cari Tahu Dari Mutual Friends

Beruntunglah jika kamu dan dia memiliki mutual friend, apalagi jika kalian cukup dekat dengan mutual friend tersebut. Kamu bisa coba cari tahu tentang si dia melalui mutual-friend-turns-to-be-informan ini. Saat mencari informasi pada informan, sebaiknya kendalikan emosi kamu ya. Jangan terlihat terlalu excited atau terlalu datar karena who knows this informan would share it to your online match. Jadi pastikan pula informan kamu nggak membocorkan setiap hal yang kamu tanyakan. Malu kan kalau si dia tahu kamu naksir banget.

Kopi Darat

Yeay! Akhirnya dia ngajak ketemuan! Persiapkan dirimu sebaik mungkin, baik dari segi penampilan maupun kepribadian karena kopi darat menjadi penentu kelanjutan hubungan kamu, brides-to-be.

Don’t put too much makeup because your inner beauty will shine anyway. Dalam beberapa kasus, banyak wanita yang terlalu fokus pada riasan dan pakaian saat kopi darat dibanding menjadi pribadi yang menyenangkan. Alhasil, mereka menjadi jaim dan nggak seasyik saat ngobrol online. Sebaliknya, ada pula wanita yang terlalu mendominasi obrolan sehingga terkesan sok akrab. Ensure that you keep being yourself karena sepintar apapun kamu tutupi, pada akhirnya dia akan merasakan ada kepura-puraan. Men are sensitive too.

Tidak ada ukuran waktu kapan obrolan online harus digiring ke pertemuan langsung. Beberapa pasangan hanya butuh beberapa hari atau minggu untuk memutuskan ketemuan. Sementara pasangan lainnya butuh waktu hingga satu atau dua bulan untuk ketemuan. Yang pasti, jika kamu merasa dia baik hati dan tidak punya niat buruk, tidak ada salah mencoba bertemu.

Ngobrol Lebih Serius

Beberapa hubungan langsung kandas seusai kopi darat pertama karena salah satu atau keduanya ternyata menemukan ketidakcocokan. Jadi, jika dia masih menghubungimu seperti biasa (bahkan lebih intens!) dan mengajak bertemu untuk kedua kalinya, you might have caught his attention!

Meskipun dia sudah menunjukkan ketertarikan, jangan buru-buru untuk meminta kejelasan status hubungan atau menunjukkan keagresifan kamu. Kamu harus tetap menjadi teman yang menyenangkan baginya. Semakin sering dia menghubungi kamu, semakin dalam pula kamu harus mencari tahu tentang dirinya. Jika di awal perkenalan pertanyaan kamu hanya sebatas pekerjaan, sekarang cobalah cari tahu target kariernya dalam 5 atau 10 tahun mendatang. Kamu juga bisa bertanya tentang apa yang penting dalam kariernya: gaji, jabatan, prestasi, hidup yang seimbang dan sebagainya. Tanyakan pula tentang prinsip hidupnya serta pandangannya mengenai hal-hal sensitif seperti keuangan atau agama. Kamu juga bisa mulai pelan-pelan bertanya opininya tentang hal-hal yang terkait relationship, seperti perselingkuhan, kisah cinta masa ABG, perceraian, patah hati dan lainnya.

Above all, keep on praying dan ikuti kata hatimu ya saat online dating because, at the end, the choice is yours. Yuk ikutan sharing di kolom comment berikut kalau kamu punya tips atau pengalaman online dating lainnya!