7 Profesi Untuk Istri Yang Ingin Bekerja Di Rumah

By Septa Mellina on under How To

“Setelah menikah, mau kerja kantoran atau jadi ibu rumah tangga, ya? Kalau kerja nine-to-five, nanti keluarga terbengkalai. Kalau jadi full-time housewive, bisa bosan seharian di rumah saja. Enaknya gimana ya?”

Sering mendengar kegalauan seperti itu, brides? Yap, dilema tersebut memang sering dialami para wanita yang bingung ingin melanjutkan karier atau menjadi ibu rumah tangga. Apalagi bagi wanita karier yang terbiasa dengan kerja kantoran, memutuskan menjadi ibu rumah tangga memang bukan hal mudah.

Jangan khawatir, The Bride Dept memiliki 7 profesi yang bisa kamu kerjakan dari rumah, brides. Dengan dukungan internet dan networking yang kuat, kamu bisa mempromosikan keahlianmu untuk menjaring pelanggan atau klien. Selain meng-explore skill, kamu juga bisa mendapat bayaran yang sesuai tanpa perlu mengorbankan tanggung jawabmu sebagai istri dan ibu.

1. Chef, Baker

Profesi yang satu ini cocok untuk kamu yang doyan banget masak (atau makan, hehe). Kamu bisa membuat katering untuk pernikahan, pesta ulang tahun, arisan, reuni atau membuat paket bento yang lucu-lucu untuk bekal anak sekolah. Selain katering makanan, kamu juga bisa membuat kue kering, cake, dessert, atau jajanan pasar. Cobalah untuk menerima pesanan dalam skala kecil lebih dulu dan menawarkannya ke teman-teman, tetangga serta keluarga. Pastikan pula masakan kamu enak, bersih dan menyehatkan ya.

2. Makeup Artist

Saat ini ada banyak sekali wanita karier yang meninggalkan pekerjaannya dan memutuskan menjadi makeup artist begitu mereka menikah. Kamu bisa mulai merias teman-teman terdekat sebelum akhirnya menawarkan jasamu untuk merias wisudawati atau pengantin. Jangan lupa post hasil riasan kamu ke Instagram, Facebook atau Youtube.

3. Penerjemah

Kalau kamu membuka situs lowongan kerja atau freelancer, ada banyak sekali lowongan sebagai penerjemah berbagai bahasa. Beberapa pekerjaan translating dapat dikerjakan di rumah dengan target tertentu. Ada pula lowongan freelance translator yang hanya terbuka bagi penerjemah tersumpah. Nah, kalau kamu bukan penerjemah tersumpah, artinya kamu perlu mengambil tes tertentu, brides untuk mendapat sertifikatnya.

4. Penulis

Sama seperti penerjemah, lowongan untuk penulis lepas juga tersebar luas di internet. Jika kamu mencintai dunia tulis-menulis, kamu bisa mencoba bekerja sebagai freelance content writer. Sebagai penulis konten, kamu akan diminta untuk menulis konten tertentu sesuai permintaan employer atau kesepakatan antara kamu dan si pemberi kerja. Jumlah target artikel yang perlu kamu submit bisa beragam, brides. Yang pasti, kamu masih tetap bisa mengejar target artikel sembari menjalani aktivitasmu lainnya.

Selain menjadi content writer, kamu juga bisa menulis cerpen, puisi atau novel. Karyamu bisa kamu kirimkan ke situs sastra, majalah atau koran, atau menerbitkannya baik secara mandiri (self-published) atau dengan dukungan penerbit buku yang sudah established.

5. Guru Les Privat

Profesi yang satu ini akan mendorong kamu untuk terus mengasah ilmu yang kamu pernah dapat dulu semasa sekolah. Selain mengajarkan mata pelajaran, kamu juga bisa mengajar menggambar, menari atau memainkan alat musik jika kamu memiliki keahlian di bidang tersebut. Selain berbagi ilmu dan skill, menjadi guru les privat juga akan mengasah kesabaran kamu dalam mendidik anak.

6. Fashion Designer

Jika kamu punya keahlian mendesain pakaian atau menjahit, profesi satu ini patut untuk kamu pertimbangkan. Kalau kamu nggak jago menjahit, kamu bisa bekerja sama dengan penjahit lain untuk membuat pakaian sesuai desain yang kamu inginkan. Pakaian tersebut bisa kamu jual langsung ke teman-teman, membuka butik, atau melalui online shopping.

7. Konsultan

Beberapa konsultan begitu mencintai profesinya hingga tidak mau melepaskan pekerjaan tersebut setelah menikah. Namun, jika kamu takut pekerjaan full-time consultant bisa berdampak pada keluarga barumu, mungkin ada baiknya kamu melepaskan pekerjaan tersebut dan menjadi konsultan independen. Sebagai konsultan independen, kamu bisa bekerja dari rumah atau kafe dengan waktu yang fleksibel. Tentunya, kamu juga diharapkan bisa menghadiri client meeting. Semakin lama jam terbang kamu sebagai full-time consultant, pastinya akan memudahkan kamu saat menjadi konsultan independen.

Beberapa profesi konsultan memerlukan sertifikasi atau izin sebelum memberi jasanya secara independen, seperti auditor atau konsultan hukum. Untuk itu, kamu perlu mengambil tes dan ujian untuk mendapat sertifikasi dan izin tersebut, brides.

Silakan share di kolom comment berikut ya, brides, jika kamu memiliki ide profesi untuk istri yang ingin bekerja di rumah lainnya.

×