8 Hal yang Harus Ditanyakan pada Diri Sendiri Sebelum Menikah

By Penna on under How To, Relationship

hand bouquet pernikahan

Yakin brides, sudah mantap untuk menikah? Bukan persoalan meragukan calon pasangan loh, tetapi diri sendiri. Yuk coba deh pertanyakan dulu 10 hal berikut ini pada diri sendiri, biar kalian semakin yakin lahir batin sebelum menapak ke jenjang pernikahan!

1. Udah siap mental belum? 

Bicara soal persiapan, banyak yang langsung berpikiran ke patokan materi. Apakah sudah punya rumah nantinya setelah menikah? Bagaimana dengan kondisi dana pernikahan dan rumah tangga? Padahal masalah persiapan mental itu tidak kalah pentingnya dengan persiapan lainnya. 

Jika masih ada keraguan akan kesiapan diri kalian, ada baiknya untuk dipikirkan kembali sambil mematangkan keputusan menikah. Kalian sudah harus jujur pada diri sendiri tentang kesiapan, bukannya tidak tahu atau bahkan tidak mau tahu. 

2. Apa sih tujuan menikah? 

Coba lagi ulik lebih dalam alasan mengapa kalian ingin menikah. Apakah karena faktor usia? Apakah karena untuk ingin segera memiliki anak? Ingin mengikat pasangan? Atau alasan agama? Yang pasti, setiap pasangan wajib punya tujuan baik untuk saling menikah, baik karena cinta atau tekad untuk menjalani hidup bersama- apapun resikonya nanti. 

3. Sudah yakin benar? 

Ada 2 hal yang penting saat berbicara keyakinan, yaitu apakah kalian sudah yakin dengan diri sendiri dan kedua, apakah sudah yakin dengan calon pilihan kalian. Setelah menikah, tidak ada lagi kata “ mundur” karena idealnya pernikahan adalah bersifat permanen, bukan barang 5 atau 10 tahun ke depan tetapi sehidup semati. 

Tidak sedikit orang yang menikah walau tidak yakin akan diri sendiri, ataupun tidak yakin dengan pasangan pilihannya. Tak pelak, surprise berujung pahit pun akan kerap hinggap ke rumah tangga yang berakhir buruk. 

4. Saya sudah objektif belum menilai pasangan?

Memang semua kembali ke keputusan diri sendiri, tetapi masalah objektivitas memang kerap harus melibatkan pandangan dari orang lain. Ini sebabnya restu dari orang tua, keluarga besar dan bahkan teman- teman itu penting karena mereka bisa menilai secara total demi kebaikan kalian. 

5. Apakah saya akan lebih bahagia setelah menikah? 

Menikah memang bukan melulu tentang kebahagiaan, tetapi juga siap berbagi semua hal termasuk kesusahan. Hanya saja, kalau beban setelah menikah malah bertambah, baik dalam bentuk apapun, maka akan sangat berat untuk dijalani. Tidaklah realistis untuk mengikat diri ke kondisi yang membuat kalian semakin terpuruk bukan? 

6. Apakah menikah sebagai solusi masalah lain? 

Ingin menikah agar segera keluar dari keluarga? Ingin menikah karena jenuh dengan pacaran semata? Ingin menikah supaya cepat punya momongan? Kembali lagi, menikah harus menjadi sebuah keputusan bulat tanpa embel- embel imbalan. Karena menikah tidak mutlak menyelesaikan solusi dari masalah awal, dan bahkan bisa jadi memberikan kalian masalah baru jika tidak dijalani dengan sungguh- sungguh. 

7. Seberapa fair hubungan ini? 

Apakah kalian selalu di pihak yang mengalah? Atau sebaliknya, selalu mau menang sendiri? Apakah hubungan yang selama kalian jalani sudah seimbang? Pernikahan adalah soal berbagi dalam banyak hal, mulai dari masalah finansial hingga nantinya urusan rumah tangga dan mendidik anak. 

Jika kalian adalah pihak yang selalu berusaha, yakinlah nanti beban akan terasa semakin berat. Sebaliknya, jika kalian adalah pihak yang selalu menerima, bisa jadi ketimpangan ini akan jadi sumber masalah bagi perkawinan nantinya. 

8. Apakah saya dan pasangan menginginkan hal yang serupa? 

Anda ingin anak, tetapi dia tidak. Atau, anda masih ingin mengejar karir, tetapi dia menginginkan istri tetap di rumah. Bukan cuma hal- hal yang jangka pendek, tetapi juga soal visi dan prinsip dasar hidup. Apakah 20 tahun dari sekarang kita masih akan punya pandangan yang sama? Apakah target kita saling kompatibel? Coba deh ditanyakan lagi.