8 Konflik Yang Sering Terjadi Sebelum Pernikahan

By arinda.p on under How To, Relationship

Dalam merencanakan pernikahan pasti ada saja yang namanya konflik dan drama. Kalau kata orang, belum afdol kalau nggak penuh drama! Hihi. Nah, untuk mempersiapkan mental kamu dalam menjalani drama perencanaan pernikahan, kali ini The Bride Dept sudah membuat list 8 konflik yang sering terjadi sebelum pernikahan dan cara untuk menghindarinya!

1. Keuangan

Ini merupakan issue yang sangat amat sensitif karena berkaitan dengan masalah keuangan. Hal yang sering terjadi adalah jika pihak suami ingin mengundang banyak sekali tamu sedangkan tidak ada konfirmasi jelas, apakah keluarganya juga akan turut menyumbang dana pernikahan ini atau tidak.

Untuk menghindari konflik seperti ini, memang lebih baik dari awal kamu sudah berbicara secara terang-terangan dengan calon suami kamu berapa jumlah tamu yang akan diundang dan bagaimana nanti pembagian keuangannya.

2.  Groom Involvement

“Dia nggak peduli dengan warna dekorasi! Semuanya terserah! Kan gw bingung!” Sering mendengar hal tersebut? Yes, banyak sekali calon pengantin wanita yang mengeluh kalau sang pacar tidak terlalu terlibat dalam persiapan pernikahan mereka ini. Memang sih sebagai seorang perempuan kita pasti mau pacar kita juga ikut terlibat untuk acara pernikahan ini. Tapi ingat lho, bagaimanapun dia seorang laki-laki yang memang tidak memiliki banyak interest dalam warna, tekstur ataupun hal-hal seperti itu lainnya.

Untuk menengahinya, kamu bisa meminta dia support untuk, at least, mungkin mengantarkan kamu ke wedding exhibition atau meeting dengan vendor.

3. Perbedaan Selera

Berbeda dengan laki-laki yang cuek, biasanya masalah ini terjadi kalau pacar kamu termasuk calon pengantin yang sangat perhatian dengan detail atau bahkan groomzilla!  Kamu ingin warna kuning untuk dekorasi, dia ingin warna navy blue. Kamu ingin menikah di ballroom, dia ingin menikah outdoor. Perbedaan selera itu sangat wajar. Tapi yang terpenting adalah cara mengatasinya. Ingat lho, ketika menikah nanti pasti banyak konflik yang berasal dari perbedaan selera ini. Jadi sebenarnya konflik ini bagus untuk kamu berlatih cara berdiskusi dan berkompromi untuk pernikahan kamu nantinya.

4. Adat dan tradisi

Kalau kamu menikah dengan laki-laki yang berasal dari daerah yang berbeda, tentunya kamu harus berbesar hati jika ia ingin memasukkan adat dan tradisi dari daerah asalnya dalam prosesi pernikahanmu.

Baru-baru ini teman saya yang keturunan Minang sedang merencanakan pernikahannya dengan pacarnya yang berdarah Jawa. Nah, teman saya ini dari dulu bercita-cita menggunakan tilakuang dan juga suntiang dari Sumatera Barat. At the same time, pacarnya ini juga harus menghormati keinginan orang tua nya yang menginginkan adanya adat Jawa di rangkaian pernikahan. Masalahnya adalah acara pernikahan hanyalah akad nikah dan resepsi.

Nah, di sini lah kemampuan kamu untuk negosiasi dan juga berbesar hati diuji! Kamu harus ingat, bahwa kamu tidak bisa lagi hanya mementingkan diri sendiri karena pernikahan ini adalah penyatuan dua orang dan keluarga yang berbeda dan kamu harus mencari jalan tengah yang menguntungkan kedua belah pihak.

5. Prioritas pengeluaran

Kalau perempuan biasanya pasti ingin mengenakan kebaya atau dekorasi yang cantik. Tapi biasanya laki-laki lebih prefer untuk mengeluarkan uang di pos seperti honeymoon atau membeli rumah. Nah, kalau begini, kamu harus bisa berdiskusi dengan  pasanganmu. Memang sih kebaya atau dekorasi itu penting, tapi kalau budget kamu tidak begitu banyak, lebih baik dialihkan untuk honeymoon atau membeli rumah yang memang bisa dinikmati berdua.

6. Lokasi pernikahan

Konflik ini biasanya terjadi kalau kamu dan pacar berasal dari daerah yang berbeda. Hal ini juga pada teman saya beberapa waktu yang lalu. Kebetulan dia berasal dari Bandung, sang pacar berasal dari Surabaya tapi mereka berdua bekerja dan tinggal di Jakarta. Nah, hal ini sempat membuat kedua belah keluarga bersitegang karena kedua belah pihak menginginkan adanya acara pernikahan di Bandung dan Surabaya. Kalau sudah begini dan tidak ada yang mau mengalah, mungkin kamu bisa menyiasatinya dengan mengadakan akad nikah atau pemberkatan dikota mu dan resepsi di kota suamimu atau sebaliknya.

7. Bridezilla behavior

Nggak bisa dipungkiri, banyak perempuan yang tadinya termasuk perempuan yang santai dan nggak banyak mau, tiba-tiba menjadi bridezilla kalau sudah mempersiapkan pernikahannya. Sebenarnya menjadi bridezilla itu wajar saja karena bagaimanapun kamu pasti menginginkan yang terbaik untuk once in a lifetime event-mu ini. Tapi kamu harus ingat, bagaimana pun juga jangan sampai usahamu untuk memiliki acara pernikahan yang sempurna justru menghancurkan hubungan mu dengan pasangan mu. Banyak lho calon pengantin laki-laki yang merasa ilfil dengan pasangannya karena menjadi terlalu fokus kepada acara itu sendiri dan justru bukan pada hubungan mereka berdua!

8. Masa lalu

Biasanya hal ini terjadi kalau pacar mu memutuskan untuk mengundang mantan nya ke acara pernikahan mu dan kamu tidak menginginkan hal itu terjadi. Sebenarnya kalau kamu pikir-pikir, ini bukanlah hal yang harus kamu pusingkan. Ingat lho, he chose you and not her! Jangan membuat persiapan pernikahan yang sudah ribet dengan menambah masalah lagi seperti ini ya, brides! Hehe.

Nah, sekarang kamu sudah tahu kan konflik yang sering terjadi sebelum pernikahan. Jadi kami menyarankan untuk menghindarinya ya, brides!

Check Out The Vendor

Comments

paramita

saya juga tengah mengalami permasalahan beda adat. saya pihak perempuan berasal dari jawa sedangkan pacar saya dari minang. Karena tempat tinggal kami sama-sama di minang, kami sepakat patungan dan menggunakan adat minang. Tanpa melupakan esensi jawa seperti adanya seserahan. Yang menjadi kendala, orangtua saya merasa pihak camer saya terlalu dominan. Karena di jawa sendiri, acara resepsi biasanya diselenggarakan oleh pihak wanita (saya juga kebetulan anak perempuan pertama dan satu-satunya anak perempuan), sehingga ngotot ingin resepsi sendiri. Bagaimana cara mengkomunikasikannya ya? terimakasih

Reply

nala

ya lu bikin 2 lah acara ada resepsi sm ngunduh mantu. budget disesuaikan. klo ga gtu smua ttp pake ego masing2. ga kelar2 nantinyam

Reply

sanchi

loh aku malah ngira kalo resepsi itu emang harusnya di tempat cewe tapi kalo di tempat cowo namanya ngunduh mantu. kenapa harus pusing mikirin resepsi harus ditempat ini-itu? hahaha

Reply

devindrihp

gw juga sempet ada masalah karena beda adat. kebetulan gw jawa dan cowo gw sunda. adat didaerah gw, kalo akad nikah dirumah, sedangkan di sunda dan kota-kota besar di gedung ya. alasan camer nanti ribet karena ga melakukan semuanya digedung, padahal keluarga gw udah sebisa mungkin meminimalisir hal-hal yang bikin capek dengan booked hotel yang dket banget dgn rumah gw dan gedung resepsi. agak takut nanti jadi omongan sodara-sodaranya kayanya. Sebaiknya gimana ya? karena acara akad udah pasti fix dirumah. Thanks

Reply
Shop