Acara Lamaran Bertema Midnight Blue

By Vonika on under The Engagement

Style Guide

Style

Traditional

Venue

Residential

Colors

Vendor That Make This Happened

Lamaran

Venue Private Residence

Event Styling & Decor Airy Designs

Photography The Portrait Photography

Make Up Artist Elizabeth Christina

Hair Do Elizabeth Christina

Catering Akasya Catering

Kota Melbourne merupakan saksi bisu awal pertemuan Audira dan Olan. Ketika itu, keduanya sama-sama sedang menempuh pendidikan di sana. “Aku dan Olan itu berkenalan secara tidak sengaja. Berawal dari mutual friend dan sempat beberapa kali berpapasan, namun kami tidak pernah ngobrol dan hanya say hi saja karena selalu in a large group,” ujar Audira. Setelah itu hampar sekitar 1 ½ tahun dari pertama kali bertemu, Audira dan Olan tidak pernah berpapasan lagi karena circle of friends mereka berbeda. “Olan lebih senior karena kami beda 5 tahun,” tambah Audira. Mereka pun dipertemukan kembali dan menjalin hubungan selama beberapa tahun hingga memutuskan untuk mengadakan acara lamaran bertema midnight blue. Yuk, kita baca lengkapnya!

Namun, jodoh memang tidak ke mana. Awal tahun 2010, Audira dan Olan dipertemukan kembali secara tidak sengaja di public library, kala itu mereka sedang masa ujian dan sama-sama sedang belajar. “Waktu itu kami berlajar hingga larut malam dan Olan menawarkan untuk pulang bareng karena apartment kami juga berdekatan. Sejak itu, entah kenapa, Olan jadi rajin sekali mengajak aku belajar bersama dan kebetulan waktu itu sedang musim Piala Dunia  jadi sepulang belajar, kami sering nonton dengan teman-teman yang lainnya hanya untuk menghilangkan penat,” jelas Audira.

Pertengahan 2010 akhirnya Audira dan Olan resmi berpacaran. Tidak lama setelah resmi pacaran, kurang lebih hanya 11 bulan bersama-sama di Melbourne, mereka harus menjalankan hubungan jarak jauh karena Olan sudah menyelesaikan study S2-nya dan dia pun kembali ke Indonesia. Sedangkan Audira, masih stay di Melbourne sampai study S2-nya selesai. “Kurang lebih 4 ½ tahun kami menjalankan hubungan jarak jauh,” lanjut Audira.

Tidak ada proposal romantis dari Olan untuk Audira. Pasalnya keduanya memang bukan tipe pasangan yang romantis. Namun, sejak awal pacaran, Olan mengaku bahwa sudah merasa click dengan Audira dan dia ingin menjalankan hubungan secara serius. “Karena ketika itu saya masih muda sekali, jadi hanya ketawa saja hehehe,” tutur Audira sambil tertawa. Berhubung Audira hampir menyelesaikan S2-nya, Olan langsung meminta izin sendiri kepada orang tua Audira untuk menjadikan Audira sebagai istri. Setelah secara personal, barulah Olan dan orang tuanya datang untuk bertemu dengan orang tua Audira untuk membahas lamaran tersebut.

Dalam mempersiapkan acara lamaran, Audira mengaku mempersiapkan semuanya sendiri. Dia yang mencari dan menghubungi vendor-vendornya. “Ada sih bantuan dari beberapa pihak yang mengenalkan aku dengan vendor-vendor terbaik, tetapi setelah itu aku sendiri yang urus. Ternyata mengurusi acara lamaran sendirian itu cukup ribet, ya. Karena di luar urusan ini, aku juga sambil bekerja sehingga waktu aku untuk meeting dengan para vendor dan mengurusi yang lainnya jadi kurang flexible,” tambah Audira. Alasannya mempersiapkan semuanya sendiri karena mama Audira merasa bahwa acara lamaran ini bukan skala yang besar, sehingga masih bisa ditangani sendiri. Selain itu, mama Audira juga sudah terbiasa membantu acara lamaran saudara-saudaranya yang lain, jadi beliau merasa sanggup untuk mengerjakan acara lamaran tersebut tanpa wedding organizer.

Susunan acara lamaran Audira dan Olan sama seperti pada umumnya. Olan berserta keluarga besarnya datang ke kediaman Audira dengan membawa hantaran. Setelah itu, ayah dari Olan selaku perwakilan keluarganya memberikan sambutan dan menjelaskan tujuan dari kedatangannya, yaitu untuk menemani putranya yang mempunyai maksud dan tujuan baik. Setelah itu, Olan dan keluarga besarnya di sambut baik oleh wakil dari keluarga Audira. Untuk kali ini, kakak dari ayah Audira lah yang menjadi wakilnya. Selanjutnya, Audira dipanggil untuk turut hadir di tengah-tengah acara tersebut. Olan pun langsung meminta izin kepada ayahanda Audira untuk menikahinya dan menjadikannya istri di depan keluarga besar dari kedua belah pihak.

Setelah Audira meng-iya-kan ajakan Olan untuk menikah, acara dilanjutkan dengan pemakaian cincin dari Olan untuk Audira, lalu dilanjutkan pemakaian kalung dari mama Olan untuk Audira sebagai simbol penerimaan Audira di keluarga Olan. Selanjutnya acara perkenalan keluarga, ramah tamah, makan malam, dan pamitan dari Olan berserta keluarganya.

Menurut Audira, yang menjadi highlight dalam acara lamarannya kemarin itu, yaitu ketika Olan yang sangat berani berbicara di depan seluruh keluarganya dengan sangat lancar dan tulus sekali mengungkapkan keinginannya untuk melamar Audira. “Aku tahu sekali kalau Olan itu tidak suka public speaking, tetapi semua kata yang dia keluarkan seperti mengalir saja, padahal dia tidak pernah latihan sebelumnya. Saat itu perasaan aku senang sekali, haru juga dan bangga. Karena momen ini yang paling spesial setelah 5 ½ tahun berpacaran hehehe,” kenang Audira.

Untuk menutup cerita ini, Audira dan Olan juga memberikan 3 vendor favorit dan tips untuk para bride-to-be, loh.

3 vendor pilihan Audira dan Olan.

1. Airy Designs

No need to say more! Hands down the best engagement decoration ever. Puas sekali liat hasil dekornya. Semuanya di luar ekspektasiku. Dea dan tim benar-benar mengerti kesukaan aku akan baby’s breath, dekor yang sedikit messy, dan tidak terlalu girly. Senang sekali kerjasama dengan Airy!

2. The Portrait Photography

“Mereka punctual, fun to work, ramah, dan sabar sekali. Aku dan Olan orangnya cukup awkward kalo difoto. Tapi mereka sabar sekali mengarahkan gaya dan bikin kita jadi santai sehingga tidak kikuk lagi hehehe. Hasil foto-fotonya juga bagus-bagus! Senang dan puas liat hasilnya.

3. Lizzie Parra & Andhita

“Hasil make up-nya bagus dan tahan lama . Hair do-nya pun bagus sekali di luar ekspektasiku. Teman-teman dan tamu yang hadir juga memuji hasil make up dan hair do-nya.

Tips untuk para bride-to-be.

Berikan satu nama dan kontak lain dari pihak keluarga kamu ke para vendor sehingga komunikasinya tidak terus-terusan lewat kamu dan ketika penyerahan tanggung jawab ke PIC keluarga itu kamu tidak kewalahan menjelaskan kembali dari A-Z karena mereka sudah mengikuti prosesnya dari awal. Komunikasi itu penting sekali untuk menghindari misunderstanding. Selanjutnya, persiapan lamaran ini benar-benar melatih untuk persiapan pernikahan. Mulai dari mental dan hal-hal tak terduga lainnya. kalau kamu mengerjakannya sendiri, kamu jadi tau hal-hal apa aja yang harus di improve di acara selanjutnya. Lalu, kamu juga harus make sure you know what you want, but don’t forget to compromise too dan pastinya orang tua juga punya keinginan. Coba selaraskan dengan keinginan mereka. The last, plan things ahead (research, budgeting, etc) and start preparing as soon as possible, don’t delay it! Last minute work hanya menambahkan stress saja. Ada baiknya, dicicil satu-satu dan buat to do list.