Acara Lamaran Bernuansa Homey di Rumahku Restaurant

Style Guide

Color Brown White

The Vendors Who Made This Happen

Lamaran

Mengadakan acara lamaran bisa sangat memusingkan hampir sama seperti menyiapkan hari pernikahan. Ada banyak hal yang perlu dipertimbangkan, mulai dari venue, jumlah tamu, akses lokasi, sampai budget. Nah bagi yang sedang merencanakan hari lamaran dalam waktu yang cukup mepet, maka bisa mengambil inspirasi dari Dwitya dan Iqbal ini loh. 

Masa Perkenalan

Dwitya dan Iqbal pertama kali dikenalkan oleh sahabat Dwitya yang merupakan teman sekantor Iqbal dulu. Namun sebelum itu, Iqbal mengajak Dwitya berteman di salah satu media sosial. Dwitya mengaku sama sekali tidak mengenal Iqbal namun atas usaha dan rekomendasi ‘mak comblang’ akhirnya Dwitya mau mengenal Iqbal lebih dekat.

Setelah perkenalan terjadi mereka pun saling berhubungan melalui messaging application karena Iqbal bekerja di salah satu perusahaan tambang di Kalimantan, sedangkan Dwitya di Jakarta.

“Iqbal itu orangnya supel dan sering bercanda. Walaupun belum pernah bertemu, rasa nyaman dan cocok sudah mulai timbul saat kami intens berkomunikasi dengan online messaging. Hampir satu bulan menunggu Iqbal mendapat day-off. Akhirnya kami mendapatkan kesempatan bertemu,” kisah Dwitya.

Dwitya juga mengaku kencan pertama mereka bukanlah makan malan romantis, tetapi makan sate padang Ajo Ramon yang terkenal enaknya.

“Sampai sekarang klo aku dan Iqbal makan di sana, pasti teringatnya first date kami hehe,” kenang Dwitya.

Kisah percintaan keduanya pun harus dijalani dalam kondisi long distance di mana jadwal roaster kerja Iqbal 4 minggu dan 2 minggu menjadi cerita serta kenangan bagi keduanya. Sampai akhirnya Dwitya dan Iqbal memutuskan untuk resmi berpacaran di November 2014 setelah tiga bulan berkenalan.

“Dari awal berpacaran, Iqbal sudah mengajak membawa hubungan ini ke jenjang selanjutnya dan kami langsung membuat kesepakatan do’s and don’ts sebagai bentuk keseriusan kami,” ungkap Dwitya sampai akhirnya selama hampir 1,5 tahun berpacaran LDR, keduanya yakin jika sudah menemukan “the one”.

The Sweet Proposal

Sampai akhirnya pada Oktober 2016 setelah dua tahun saling mengenal, Iqbal resmi melamar Dwitya, perempuan idamanannya. Walaupun pada September 2016 keduanya sebenarnya sudah mulai cerita soal lamar-melamar yang ternyata memperkuat hubungan keduanya.Untuk lamaran, Iqbal seorang diri berani langsung menyampaikan niatnya ini kepada orangtua Dwitya.

“Awalnya Iqbal menjemput aku pulang kantor dan berniat langsung mengantar aku pulang ke rumah. Di jalan Iqbal asik telepon yang ternyata adalah papa aku. Iqbal bilang ingin mengobrol dengan papa dan mama di rumah nanti. Dan ketika sampai di rumah, Iqbal sudah disambut dan langsung menyatakan niat baiknya kepada orangtuaku. Spontan orangtuaku terkejut karena tidak menyangka harus secepat ini kami hendak menikah,” kisah Dwitya.

Untungnya Iqbal berhasil meyakinkan orangtua Dwitya perihal pernikahan ini dan keseriusannya. Sampai akhirnya orangtua Dwitya pun memberikan restu.

Konsep Lamaran

Persiapan lamaran hanya dilakukan dua setengah bulan dan harus dimajukan. Karena mendadak ini, lamaran pun mengambil venue di luar rumah.

“Walaupun lamaran bukan di rumah, aku berharap mendapatkan tempat yang memiliki suasana seperti rumah. Bernuansa etnik Jawa menjadi bonus,” ungkap Dwitya yang langsung mencari restoran di sekitar rumah yang bisa dijadikan venue lamaran.Dwitya mengaku sangat pemilih dalam hal venue ini karena banyak yang dipertimbangkan. Mulai dari jumlah tamu, akses lokasi, rasa makanan, dan yang terpenting ketersediaan tempat pada hari H.

“Dari semua hal tersebut, akhirnya aku jatuh hati pada RumahKu Restaurant di Pondok Aren yang mampu memfasilitasi semuanya. Tamu-tamu yang hadir sedikit perwakilan dari keluarga kami, kerabat orangtua, serta teman-teman kami,” kisah Dwitya yang mengundang kurang lebih 80 tamu.

Persiapan matang yang dilakukan Dwitya dan Iqbal pun tidak sia-sia karena para tamu memuji venue serta makanannya.

“Kami memilih menu rumahan di acara lamaran kami. Berhubung kami lidahnya lidah orang Jawa, Menu Nasi Campur Tombo Kangen menjadi menu andalan kami disana. Kami juga menyiapkan souvenir kecil-kecilan berupa cinnamon roll yang dikemas khusus untuk acara kami. Niatnya sih untuk cemilan anak-anak kecil, eh malah ibu-ibunya yang semangat hehe,” kisah Dwitya mengenai acar alamarannya yang diawali dengan perkenalan, makanan-makan dan ditutup dengan kebahagiaan.

Dekorasi Lamaran

Dwitya mengerjakan sendiri dekorasi acara lamarannya, namun karena suasana venue sudah sangat cantik dan terkesan homey jadi tidak dibutuhkan usaha besar untuk mendekornya. Suasana etnik sangat kental terasa pada venue acara lamaran ini. Ditambah kehadiran bunga-bunga segar sebagai pemanis dan potret foto keduanya sebagai dekorasi.

“Aku juga menyempatkan diri belanja kain di Pasar Mayestik untuk menghias kursi-kursi disana dengan pita juga. And voila! Walaupun dekorasinya sederhana namun cukup membuat acara lamaran kami terasa lengkap,” ungkap Dwitya.

Dress Acara Lamaran

Setelah resmi dilamar, Dwitya mengaku langsung sigap mencari bahan kebaya di toko Pronto bersama sang Ibunda. Mengingat konsep acara lamaran casual sehingga Dwitya berniat menggunakan midi dress dengan warna creme yang cantik.

Dress ini dibuat oleh Mbak Ria Andriani yang berhasil menyelesaikannya walaupun dalam waktu yang singkat. “Mba Ria does the details perfectly and I love it so much,” ungkap Dwitya.

Highlight Acara

MC yang sangat interaktif berhasil menghangatkan suasana walaupun inti acara ini remsi tetapi sang MC mampu mengemasnya secara casual. Bahkan Iqbal sempat dikerjai oleh MC untuk bernyanyi di depan umum. Padahal suaranya pas-pasan menurut Dwitya tetapi yang penting percaya diri.

Top 3 Vendor Favorit

RumahKu Restaurant

Venue ini menurut Dwitya dan Iqbal sangat mampu mengakomodasi acara dengan baik. Makanannya enak, konsep ruangannya homey, interiornya bagus. Ditambah manager restauran dan timnya sangat kooperatif serta sigap membantu keseluruhan acara. Venue ini bagi Dwitya dan Iqbal sangat direkomendasikan untuk acara lamaran atau gathering di area Bintaro, Pondok Aren.

 Ria Andriani

Ria Andriani adalah seorang desaigner muda yang memiliki passion tinggi menurut Dwitya. Selain sangat kreatif, Mbak Ria juga sering membantu memberikan feedback. Semuanya secara mendetail!

Bukan hanya Dwitya yang menjahit di Mbak Ria, tetapi juga saudari-saudari Dwitya menjahit di tempat ini khusus untuk acara lamaran Dwitya. Dan semuanya puas dengan hasil karya Mbak Ria. Thumbs up.

Lockomotion Pictures

Bagi Dwitya, Mas Rudi (videografer) dan Angga (fotografer) berhasil menangkap banyak momen pada saat acara. Mereka sangat kreatif dan bisa mengarahkan gaya dengan baik terutama pada saat beauty shots. Dengan dibantu oleh satu orang asisten mereka pintar mengambil posisi sehingga tidak mengganggu tamu yang berada di acara.

Tips Mempersiapkan Acara Lamaran

Dwitya mengingatkan dalam melakukan persiapan nanti pasti banyak sekali hal-hal yang harus disiapkan. Mulai dari hal besar sampai kecil. Nah agar tidak ada yang tertingal, menurut Dwitya jangan malas untuk mencatat hal-hal kecil. Perbanyak juga referensi misalnya pengalaman dari orang lain di Instagram dan blog lalu website.

“Sangat menghemat waktu pencarian dan pemilihan vendor. Dari referensi yang telah kamu dapatkan siapa tau kamu bisa membuat segala sesuatunya sendiri, DIY, selain bisa menghemat biaya, juga bisa sesuai dengan segala keingingan kamu. Dan yang terakhir, terkadang masalah bisa datang silih berganti, siapkan mental dan terus berdoa ya,” ungkap Dwitya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *