Acara Lamaran Bugis dengan Sentuhan Budaya Sunda di Lamaran Amel & Rizchy

By NSCHY on under The Engagement

Acara Lamaran Bugis dengan Sentuhan Budaya Sunda di Lamaran Amel & Rizchy

Style Guide

Style

Traditional

Venue

Hotel

Colors

Vendor That Make This Happened

Venue The Bellezza Suites

Event Styling & Decor Eclat Party Planner

Photography Photosbypapillon

Make Up Artist Yuniar Dewanthy

Bride's Attire AMAILA

Others Fabric by Bindu Samtani

Amel dan Rizchy waktu itu berkenalan sebagai teman sekampus. Saat itu, mereka sama-sama punya pacar, makanya tak pernah terlintas pikiran untuk saling suka, atau bahkan pacaran. Tapi nyatanya, tak lama dari situ, mereka sama-sama putus dengan pacar masing-masing. Sebagai dua orang jomblo yang sering bertukar cerita dan berbagi canda, rasa suka mulai muncul.

Pendekatan tiga bulan itu sekarang sudah berbuah cincin tunangan. Rizchy melamar Amel tepat di hari ulang tahunnya pada bulan Januari lalu.

“Kita merayakan ulang tahun Rizchy dengan makan malam. Waktu itu aku udah menitipkan kue ke pelayan untuk dibawakan ke meja kita, dan ternyata, Rizchy juga menitipkan kue ke pelayan tersebut. Setelah aku kasih kejutan dengan membawakan kue, ternyata aku juga dikejutkan balik dengan cara yang sama. Waktu itu, pelayannya datang dengan kue yang lebih besar dari kue yang aku berikan untuk Rizchy, aku kira pelayannya salah meja, tapi setelah aku liat, ternyata di kue itu ada tulisan, ‘will you marry me, Amel?’ dan cincin di atasnya. Rizchy bukan tipe laki-laki yang romantis, tapi dia berusaha untuk jadi romantis. Tanpa ragu, aku langsung jawab, ‘yes, I do!’.

Momen lamaran yang romantis dan menggemaskan itu sekarang sudah melangkah ke momen Mappetuada, sebuah acara adat Bugis yang berupa pemberian Bosara (seserahan) yang berupa macam-macam kue khas Bugis dari keluarga Rizchy.

“Wadah Bosara yang digunakan adalah peninggalan dari nenekku di acara pernikahan orang tuaku 28 tahun lalu. Payet-payetnya sudah banyak yang lepas, tapi ibuku merapikan dan mempercantiknya lagi. Kenapa aku masih pakai Bosara lama dan jadul itu? Karena itu penuh dengan kenangan keluargaku,” cerita Amel.

Setelah Mappetuada, sebagai rangkaian dari adat Bugis, Amel juga dipakaikan aksesoris Bugis oleh om dan tantenya, sebagai simbolis bahwa seorang gadis Bugis akan dipinang. Dalam prosesi ini, Amel mengenakan Songkok Recca dan Toge, yang berupa bando dan anting-anting khas Bugis, sedangkan Rizchy dipakaikan Songkok, atau peci khas Bugis.

Sebagai pemilik @amaila.id, Amel mendesain dan membuat kebaya lamarannya sendiri, bahkan hingga proses menjahit payet dan beads-nya. Di hari lamarannya, Amel mengenakan kebaya yang dipadukan dengan rok kain sutera Bugis berwarna ungu dengan sentuhan biru pastel. Untuk hair do, Amel menambahkan aksen mawar ungu muda dan baby breath

“Berhubung aku punya usaha party decoration, aku juga mengatur dekorku sendiri, dibantu dengan tanteku yang jago merangkai bunga. Konsep dan pemilihan bunga dari aku, aku memilih dominasi warna ungu dan pastel biru yang senada dengan pakaian, lalu gebyok berwarna emas. Semua yang aku kerjakan sendiri, hasilnya memuaskan, dan cukup senang dapat banyak pujian dari para tamu.” tambah Amel.

Kalau ditanya soal momen yang paling berkesan, bagi Amel dan Rizchy adalah saat Om Amel menyampaikan petuah pernikahan dan pantun menggunakan Bahasa Bugis dan juga Sunda, karena Rizchy asli keturunan Sunda. 

“Selain itu, momen menyentuh lain adalah saat ayahku menjawab lamaran Rizchy dan memberikan petuah yang menyentuh diluar script yang disediakan. Keluarga dan tamu undangan sempat terharu mendengarkan curahan hati ayahku saat itu, it was a special moment indeed!” cerita Amel.

Kalau ditanya soal tantangan, bagi Amel yang banyak turun tangan untuk acara lamarannya, membagi waktu adalah hal yang sulit, terutama saat itu bertepatan dengan persiapan presentasi kantornya, “jadi menjelang hari-H, aku selalu lembur sampai tengah malam karena jadwalnya tepat satu hari sebelum hari lamaranku, jadi di malam itu, aku serahkan persiapan lamaran ke ibu, tante, dan teman-temanku,” tambah Amel.

Top 3 vendor:

1. Photosbypapillon

“Aku sangat selektif dalam memilih vendor fotografi dan videografi karena aku menginginkan angle, style dan tone-nya sesuai dengan seleraku, dan semuanya ada di Photosbypapillon.”

2. The Bellezza Suites 

“Lounge-nya bagus, elegan, mewah dan banyak spot foto yang bagus. Selain itu, makanannya enak, stafnya sangat membantu, dan mereka selalu berusaha menyanggupi semua kebutuhanku.”

3. Make up by Yuniar Dewanthy 

“Mba Vina tau betul look yang aku inginkan. Walaupun aku banyak mau, Mba Vina bisa mewujudkannya dengan detail dan rapih. Hair do-nya juga bagus, dari awal liat Instagram-nya, aku suka dengan hair do-nya.” 

 Tips untuk brides to be:

“Kalau punya waktu banyak, sebisa mungkin siapin semuanya sendiri, mulai dari memilih konsep acara, mencari vendor, dan detail lainnya. Jangan lupa catat hal yang bisa kamu kerjakan sendiri, selain menghemat biaya, hasilnya pasti lebih sesuai keinginan. Selanjutnya, kalau ngobrol dengan vendor, jangan lupa jelaskan semua hal dengan vendor dengan lengkap karena merekalah yang akan mewujudkan semua imajinasi kamu. Komunikasi dengan pasangan, keluarga dan teman dekat yang terlibat untuk membantu pelaksanaan acara juga penting. Tetap rileks, tenang, dan selalu berdoa untuk kelancaran acara nanti, karena yang terpenting adalah kelancaran prosesinya. Good luck, brides to be!”

×