Acara Lamaran Cania Marsha dan Rezi

By Friska R. on under The Engagement

Style Guide

Style

Traditional

Venue

Residential

Colors

Vendor That Make This Happened

Engagement Reception

Siapa bilang kamu tidak bisa mencampurkan unsur adat dan modern di sebuah acara? Lamaran yang The Bride Dept ulas hari ini memadukan adat Palembang dengan nuansa bunga-bunga yang cantik. Dan yang lebih hebatnya, sang calon pengantin, Cania Marsha, melakukannya semuanya sendiri! Simak juga cerita dibalik cantiknya kebaya yang Cania kenakan, hasil rancangan Didiet Maulana.

Pertemuan awal Cania dan Rezi bermula saat mereka dikenalkan oleh sepupu Cania yang merupakan sahabat SMA Rezi. Pada awalnya, Cania tidak memiliki perasaan apa – apa saat bertemu. Setelah pertemuan itu mereka pun tidak lagi bertemu secara intens karena sibuk dengan kegiatan masing – masing. Setahun lebih kemudian, mereka bertemu dalam acara buka puasa bersama. Cania merasa ada yang beda dengan Rezi yang dulu dia pikir sangat pendiam dan tidak menarik. Mereka banyak mengobrol dan menjadi tertarik satu sama lain. Rezi pun menyatakan keseriusannya dengan Cania, namun Cania masih ragu dan belum memberikan jawaban.

Hingga akhirnya ketika Rezi menyelesaikan pendidikannya magisternya di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian, dia meminta kepada Cania untuk menjadi pendamping wisudanya.

“Waktu itu saya berpikir kalau saya  mau menjadi pendamping wisuda, berarti saya mau pacaran sama Rezi. Akhirnya saya memutuskan untuk datang ke wisuda Rezi dan ternyata Rezi adalah wisudawan terbaik pada hari itu. Jujur saja saya menjadi tambah tertarik terhadap Rezi. Jika ada istilah semesta mendukung, maka kami sepakat dengan hal itu karena semenjak kami memutuskan untuk membawa hubungan ke arah yang lebih serius, baik keluarga saya dan keluarga Rezi menerima dengan sangat baik,” cerita Cania.  

Satu hari sebelum Rezi berangkat ke tempat dinasnya, keluarga Rezi mengajak keluarga Cania untuk bertemu dan terjadilah proses saling mengenal antar keluarga dan membahas hal yang lebih serius di antara mereka. Rezi secara gentleman langsung meminta izin kepada orangtua Cania agar dapat menikahi anak perempuannya. Setelah mendapatkan restu dan izin dari orangtua dan nenek Cania mereka langsung bergerak cepat mempersiapkan acara lamaran yang diadakan di kediaman Cania.

Acara lamaran kental bernuansa Palembang sesuai dengan asal Ibu Cania. Cania dan Rezi menggunakan kain songket Palembang dan Rezi memakai tanjak, topi khas Palembang yang dipakaikan oleh Ibu Cania. Acara lamaran berlangsung sesuai dengan panduan yang digunakan turun temurun oleh keluarga Cania. Diawali dengan berbalas – balasan pantun, membuka tepak sirih dan memakan sirih. Proses tersebut bermakna bahwa kedua keluarga telah saling mengikat diri menjadi satu keluarga.

Untuk dekorasi, Cania beruntung karena sang ibu memiliki usaha jasa dekorasi. Dari awal Cania sudah memutuskan untuk membuat tema dekorasi bertema flowery and whimsical blush pink. “Semua perlengkapan lamaran kami, mulai dari bunga, kain, barang-barang dekorasi sampai pita kursi kami cari sendiri. Kami memutuskan untuk tidak memakai jasa event organizer pada acara ini. Saya ingin mengatur semuanya sendiri dengan memaksimalkan barang-barang yang sudah ada. Semua dengan nuansa baby pink atau blush, sesuai dengan warna favorit saya,” jelas Cania.

Memang benar, semua elemen dalam acara lamaran Cania terlihat cantik dengan nuansa warna pink dan putih mulai dari bunga – bunga, tirai putih, kursi yang diikat pita berwarna baby pink, pot serta properti – properti lainnya. “Undangan dan souvenir saya juga berwarna pink dan putih. Oh ya, karena saya ingin semua mengerjakan sendiri, saya bahkan masih memasangkan pita kursi dan merangkai bunga sampai tengah malam sebelum acara lamaran keesokan harinya,” tambah Cania.

Satu hal yang paling mencuri perhatian The Bride Dept dari acara lamaran Cania adalah kebaya yang Cania kenakan. “Warna favorit saya adalah dusty pink. Saya mencari bahan tersebut sendiri ke toko langganan saya. Setelah saya mendapat bahan yang saya rasa pas dan saya sangat suka, akhirnya saya mempercayakan pembuatan kebaya saya kepada Didiet Maulana dan Team Ikat Indonesia.” Menurut Didiet Maulana, kebaya yang Cania kenakan merupakan kebaya kurung yang diberi sentuhan modern dengan detail unik dan warna kontras di bagian belakang. Detail bunga – bunga dari lace katun digunting satu persatu dan dirangkai kembali menjadi bentuk baru dengan sistem tumpuk dan diaplikasikan dengan mutiara, swarovski serta payet. Hasilnya, Cania tampil cantik dan sangat menawan, bahkan Rezi sempat berkata bahwa Cania seperti bidadari saat mengenakan kebaya tersebut.

 

“Saya senang akhirnya keluarga besar Cania dan Rezi dapat berkumpul bersama, saling mengenal dan Rezi bisa belajar serta mengenal budaya Sumatera Selatan. Kami juga senang bisa berkumpul dengan keluarga dan sahabat di hari bahagia kamu,” jawab Cania saat ditanya highlight dari acara lamarannya. Cania menekankan pentingnya komunikasi dengan pasangan agar semua keinginan bisa terakomodir. Selain dengan pasangan, komunikasi dengan vendor juga wajib dijaga agar tidak terjadi kesalahpahaman. Buat perjanjian dengan vendor sejak jauh hari agar vendor dapat memiliki waktu dan mempersiapkan segalanya secara matang dan lebih baik. Pesan Cania yang terakhir kepada brides to be adalah untuk memiliki journal wedding. Catat semua keperluan dan kebutuhan secara detail pada journal wedding, agar dapat dipastikan tidak ada satupun yang tertinggal dan tidak menghambat kelangsungan acara nanti. Wah, tips yang sangat bermanfaat ya brides!

Top 3 vendors pilihan Cania :

1. Didiet Maulana

“Mas Didiet dan team Ikat Indonesia sangat kooperatif dan informatif selama proses pembuatan kebaya lamaran saya. Mulai dari proses fitting sampai pada hari H. Team Ikat sangat concern pada detail kebaya saya. Bahkan sang designer juga turut andil dalam pemilihan sepatu dan kain songket yang saya kenakan agar penampilan saya bisa total dan sesuai dengan kebaya saya.

2. Bubah Alfian

“Kak Bubah memberi sentuhan natural yang terasa pas untuk acara lamaran. Walau baru pertama kali bertemu, kak Bubah langsung bisa menyesuaikan riasan yang pas untuk saya dan pakaian keseluruhan pada hari itu.  Selain itu kak Bubah juga on time dan waktu pengerjaan riasan juga pas, tepat pada waktu yang diperkirakan. Riasan juga bertahan lama dan tidak perlu retouch sampai akhir acara.”

3. Keluarga dan Mama tercinta

Last but not least, saya mau berterima kasih kepada keluarga saya, terutama mama. H-1 minggu sebelum lamaran, kami sangat sibuk mengurus semuanya. Dari mulai memilih warna tenda, tenda belum dipasang sampai selesai, memilih makanan yang akan disajikan, semua kami yang pantau pengerjaannya. Terima kasih mama, my unconditional love.”

×