Acara Lamaran Ceria yang Penuh Warna ala Ghina dan Ditya

By Renya Nuringtyas on under The Engagement

Lamaran

Style Guide

Style

Traditional

Venue

Colors

Vendor That Make This Happened

Venue The Westin Hotel, Jakarta

Event Styling & Decor Meriah Decoration

Photography Timios.Co

Photography Derzia Photolab

Make Up Artist Maharani Nilla

Bride's Attire Gugi Nugraha

Fabric Bindu Samtani

Invitation Weddingku Concierge

Wedding Entertainment Revis Entertainment

Wedding Organizer Gpro Wedding Organizer

Jewellery & Accessories Adelle Jewellery

Ghina pertama kali bertemu dengan Ditya saat mereka masih duduk di bangku sekolah dasar, tepatnya saat kelas 1 SD. Meskipun tidak sekelas, Ghina saat itu langsung mengetahui tentang Ditya karena menurutnya Ditya stand out from the crowd dengan postur badan yang cukup besar dan lebih tinggi dibandingkan dengan teman-temannya. Mereka kemudian menjadi teman baik karena selalu satu sekolah sejak SD, SMP, SMA, sampai akhirnya mereka kuliah dan melanjutkan pendidikan di dua negara yang berbeda. Ditya memilih untuk melanjutkan kuliahnya di Australia dan UK sedangkan Ghina melanjutkan kuliahnya ke US. 

Meskipun berada di dua benua yang berbeda, hubungan pertemanan mereka tetap terjalin dengan baik dan setiap kali mereka pulang ke Jakarta untuk menghabiskan summer break, mereka selalu mengupayakan untuk bertemu satu sama lain. 

Ada satu cerita unik yang selalu diingat oleh Ghina. Jadi saat summer break tahun 2012, Ghina dan sepupunya menghabiskan waktunya untuk pergi berlibur ke Australia dan bertemu dengan beberapa saudara dan teman disana. Suatu ketika sepupu Ghina, yang juga sahabat Ditya, memutuskan untuk mengunjungi Ditya di Gold Coast yang membuat Ghina secara kebetulan bertemu dengan keluarga Ditya dan sedang berlibur. Salah satu tante Ditya lalu meramal kalau suatu hari nanti Ghina akan menikah dengan Ditya, “aku saat itu hanya tertawa dan berfikir kalau itu tidak mungkin karena Ditya aku anggap sebagai saudara sendiri,” cerita Ghina. Walaupun sebenarnya orang tua Ditya pun sejak lama sudah sering menanyakan kenapa mereka berdua tidak pacaran saja, yang selalu ditanggapi dengan santai oleh mereka berdua, “kami berdua hanya menyangkal dan tertawa saja,” tambahnya.

Hal ini terus berlanjut sampai akhirnya mereka berdua pun pacaran dan baru saja menggelar acara lamaran keluarga yang berlangsung manis di The Westin Hotel Jakarta. “Kami berdua selama ini hanya menyangkal dan tertawa saja. Kami berpikir semua ramalan keluarga itu tidak benar, sampai akhirnya aku sendiri tidak percaya bahwa ternyata ramalan itu kejadian,” kenang Ghina.

Setelah mulai pacaran, tidak perlu waktu lama bagi Ghina dan Ditya memutuskan untuk menikah. Ghina kembali ke Indonesia for good pada tahun 2017 setelah ia menyelesaikan kuliahnya di US dan bekerja disana, sedangkan Ditya baru kembali for good ke Indonesia pada awal 2018 setelah ia menyelesaikan S2-nya di UK. Sebagai teman, mereka kerap ketemuan dan jalan bareng, sampai akhirnya mereka jadi semakin sering bertemu dan Ditya akhirnya mengutarakan perasaannya kepada Ghina. Ditya mengakui bahwa sebenarnya ia sudah menyukai Ghina sejak lama namun tidak pernah ada kesempatan untuk mendekatinya karena mereka tidak pernah ‘jomblo’ di waktu yang bersamaan.

Saat itu Ditya mengatakan bahwa apabila Ghina bersedia menjadi pacarnya, ia tidak akan menunggu lama untuk mengajak Ghina melanjutkan hubungan ke jenjang yang lebih serius. “Aku menolak Ditya sebanyak 4 kali karena aku takut akan merusak hubungan pertemanan yang selama ini sudah terjalin, aku juga tidak mau segala sesuatu dilakukan secara terburu-buru,” ujar Ghina. Sampai akhirnya Ditya menanyakan kembali untuk kelima kalinya dengan menyatakan keseriusannya, dan akhirnya Ghina pun luluh dan merasa kalau ia akhirnya siap untuk menjalani hubungan dengan Ditya dan melanjutkan hubungan ke jenjang yang lebih serius. 

Lamaran

“Penolakan aku sebelumnya bukan karena aku merasa tidak cocok dengan Ditya, justru karena aku merasa sangat senang saat bersama Ditya karena dia adalah teman baik aku, teman main aku dari kecil,” ujar Ghina yang mengaku kalau ia ingin semua proses berjalan dengan baik, mendapat restu dari kedua belah keluarga dan tidak menjalani hubungan dengan main-main lagi. Dan akhirnya, ia benar-benar merasa kalau ia sudah siap untuk meng-iya-kan pertanyaan Ditya.

Dengan restu dari kedua keluarga, yang memang sudah sejak lama mencoba menjodohkan mereka, Ghina dan Ditya mulai merencanakan acara pernikahan dan diputuskan kalau Akad Nikah akan diselenggarakan di hari Rabu, 28 Agustus 2019 yang dipilih berdasarkan perhitungan Jawa. Kebetulan, mereka berdua merupakan keturunan Jawa tulen dan tanggal tersebut juga merupakan hari ulang tahun Ayah Ditya. 

Cerita Ditya saat melamar Ghina dengan sweet proposal juga tidak kalah manis, lho. Jadi saat itu di suatu hari Sabtu, Ditya meminta Ghina untuk menemaninya menghadiri acara pernikahan anak teman Ayahnya karena Ayah Ditya kebetulan berhalangan hadir. Ghina mengaku saat itu tidak merasa curiga karena Ayah Ditya beberapa kali memang kerap meminta diwakilkan untuk datang ke acara pernikahan. Saat itu Ditya mengatakan kepada Ghina kalau acaranya adalah acara outdoor di Hotel Kempinski, jadi tidak perlu mengenakan kebaya supaya tidak panas. Ghina pun kemudian mengenakan long formal dress dan Ditya mengenakan stelan jas. 

Sesampainya di Hotel Kempinski, Ditya mengajak Ghina ke sebuah restoran yang memiliki pool area, dimana Ditya sudah menyiapkan spot dinner cantik dengan pemandangan kota Jakarta. Ditya kemudian memberikan bunga berwarna Ungu, yang merupakan warna kesukaan Ghina. Seluruh menu makanan sudah disusun oleh Ditya dengan sedemikian rupa sesuai dengan menu kesukaan Ghina. Lalu saat mereka sedang makan, tiba-tiba lampu menjadi redup dan lagu Bruno Mars yang berjudul Marry You pun diputar. Lalu salah satu waiter datang menghampiri dengan membawa wine serta sebuah kotak cincin, “Ditya bended on his knee, proposed dan memberikan cincin. Saat itu aku tidak perlu berfikir panjang lagi and I said Yes,” kenang Ghina.

Lamaran

Momen sweet proposal pun dilanjutkan dengan acara lamaran keluarga yang diselenggarakan dengan mangangkat tema Ceria. Walaupun acara diselenggarakan di Ballroom Hotel yang berkesan formal, Ghina tetap ingin acara tersebut memiliki kesan Ceria yang penuh dengan warna warni. Itulah alasan Ghina dan Ditya memilih perpaduan warna Biru, Kuning dan Oranye sebagai tema warna acara mereka. Bukan tanpa alasan, warna-warna tersebut dipilih karena sesuai untuk menggambarkan personality mereka berdua. Ditya yang memiliki pembawaan tenang dan kalem sangat menyukai warna Biru yang menjadi warna kebaya yang dikenakan oleh Ghina. Sedangkan Ghina memiliki karakter ‘Sanguine’ yang lebih aktif, loves to explore and go out, yang digambarkan dengan warna Kuning, Merah dan Oranye, yang menjadi warna batik yang dikenakan oleh Ditya.Lamaran

Tema warna-warna Ceria juga terlihat dari warna pakaian yang dikenakan oleh keluarga. Nuansa pakaian yang dikenakan oleh keluarga Ghina adalah Biru dan Salem, sesuai dengan karakter Ditya, sedangkan keluarga Ditya mengenakan pakaian dengan nuansa warna Oranye, sesuai dengan karakter Ghina. Untuk dekorasi ruangan, Ghina mempercayakannya kepada Meriah Decoration untuk menggabungkan warna Kuning, Biru, Biru Muda, Oranye dan Pink untuk memberikan kesan Ceria di acara lamaran mereka.  

Ada satu momen yang sangat berkesan bagi Ghina dari seluruh rangkaian acara lamaran keluarga. “Satu hal yang membuat aku meneteskan air mata adalah ketika aku mendengarkan Ditya berbicara di depan 300 tamu dan keluarga yang hadir, mengenai hal-hal yang Ditya cintai dari aku dan mengapa ia yakin menikahi aku,” ujar Ghina haru. Saat itu Ditya tidak hanya meminta izin kepada keluarga besar Ghina namun ia juga menceritakan dengan detail bahwa ia telah mengenal Ghina sejak kecil dan sudah menyukainya sejak lama. Ditya juga bercerita bahwa ia sudah mengenal Ghina luar dalam, dan mencintai Ghina seutuhnya.

Top 3 vendor pilihan Ghina:

  1. The Westin Hotel: “Great hospitality, amazing food and beverage, perfect size and location.”
  2. Gugi Nugraha: “Everyone loved the Kebaya and its details”
  3. Meriah Décor: “Dekorasi acara lamaran kami melebihi expectation aku dan sangat terlihat manis dengan sentuhan modern.”

Tidak lupa Ghina juga memberikan tips untuk brides-to-be yang sedang mempersiapkan acara lamaran.

“Tips mempersiapkan lamaran dari aku adalah persiapkan seserahan dari jauh-jauh hari dan pastikan sesuai dengan ketentuan adat, karena jika kita memakai adat, setiap seserahan itu ada artinya. Satu lagi, karena lamaran adalah awal mula dari rangkaian acara pernikahan, banyak pasangan yang tegang, begitu pun aku. Tetapi yang harus diingat adalah bagaimanapun momen-nya harus selalu tersenyum karena nantinya pasangan pasti akan merasa senang dengan hasil dokumentasinya.”