Acara Lamaran dengan Tema Rustic ala Talita dan Putra

By Langen on under The Engagement

Style Guide

Style

Traditional

Venue

Residential

Colors

Vendor That Make This Happened

Lamaran

Venue Private Residence

Photography Polar Photograph

Event Styling & Decor Loons and Banes

Kebaya Mode's Pak Uloh

Make Up Artist Fita Angela

Beauty Preparation

Pertemuan pertama Talita dengan Putra terjadi pada tahun 2012. Talita masih mengingat pasti kapan tanggal mereka pertama berjumpa. Hampir empat tahun yang lalu, pada tanggal 3 September 2012 Talita dan Putra bertemu untuk kali pertama. Hari itu adalah hari pertama kerja bagi keduanya, selain sama-sama anak baru di kantor yang sama, Putra dan Talita juga dipasangkan dalam satu kelompok kerja. Sejak berkenalan di hari itu mereka menjadi semakin dekat hingga hampir satu tahun kemudian, di tanggal 1 September 2013, mereka memutuskan untuk menjalin hubungan lebih dari rekan kerja.

Suatu hari, ditengah-tengah kesibukan persiapan acara lamaran, Putra mengajak Talita pergi makan malam. Dinner mereka malam itu awalnya berjalan seperti biasa, mereka mengobrol sambil makan bersama. Kemudian tiba-tiba Putra memesan dessert untuk Talita. Beberapa saat kemudian pelayan datang membawakan dessert yang dipesan Putra, setelah itu pelayannya menuangkan hot chocolate ke dessert tersebut dan perlahan coklat yang ada diatas piring itu meleleh. Setelah semua coklat meleleh, mulai terlihat sebuah cake coklat kecil berbentuk kotak. Talita yang sama sekali tidak menduga akan dilamar masih tidak menyadari apa yang terjadi. Putra kemudian menunujukkan cincin yang berada di dalam kue tersebut. Setelah itu Putra memberikan cincinnya kepada Talita sambil menanyakan sebuah pertanyaan “Will you marry me?” Meskipun sempat speechless dan menangis, Talita berhasil mengeluarkan satu kata dari mulutnya, “Yes.”

Putra dan Talita memilih untuk melaksanakan acara lamaran mereka di bulan April. Sebelum acara lamaran ini dilaksanakan, orang tua mereka telah bertemu untuk membahas lamaran. Lamaran mereka ini diadakan di rumah, namun meski diadakan di rumah, dekorasinya tidak setengah-setengah. Talita sejak awal sudah menentukan untuk memakai dekorasi dan backdrop menggunakan tema simple rustic dengan sentuhan warna hijau, coklat dan putih. Tema outdoor rustic ini awalnya akan digunakan pada saat pernikahan Talita dan Putra, namun mereka akhirnya sepakat bahwa tema rustic lebih sesuai jika dijadikan tema lamaran. Pilihan mereka itu terbukti tepat karena rangkaian dekorasi chic dan vintage yang ditampilkan berhasil melengkapi suasana lamaran yang relaxed dan intimate.

Di hari lamarannya, Talita terlihat cantik dengan balutan kebaya berwarna mint green yang disempurnakan dengan lilitan kain songket Minang. Warna mint green sendiri dipilih sebagai warna kebaya karena merupakan warna kesukaan Talita. Kebaya yang digunakan memiliki desain yang simple dan sopan. Talita mengaku awalnya dia sempat kesulitan memilih model kebaya yang akan dipakai, namun dengan bantuan mama dan kakaknya dia akhirnya menemukan kebaya impiannya. Talita memilih untuk mengenakan kebaya dengan model yang sederhana dengan hiasan payet dan selendang sebagai sentuhan terakhir. Kebaya tersebut dipakai bersama dengan kain songket Minang yang sudah turun temurun digunakan oleh keluarga Talita. Pada acara lamaran, Talita bersama dengan keluarga intinya yang memakai busana berwarna silver dan baby blue, menjalani prosesi lamaran seperti seserahan dengan nuansa adat Minang. Rangkaian acara yang mereka lakukan diantaranya adalah pemberian tanda kasih, perkenalan kedua keluarga, doa bersama dan ramah tamah. Putra dan Talita menjalani prosesi lamaran secara khidmat di depan keluarga besar dan sahabat terdekat mereka.

Dari seluruh rangkaian acara lamaran yang mereka lakukan, ada satu momen yang menjadi momen paling berkesan untuk Talita. Momen itu adalah saat Talita keluar kamar untuk turun bergabung di acara lamaran didampingi kedua sahabatnya. Saat Talita turun dan duduk berhadapan dengan Putra di hadapan seluruh keluarga besarnya, dia merasa seakan kali pertama mereka bertemu, alhasil Talita dan Putra menjadi terdiam sambil terseyum malu-malu.

Top vendors yang dipilih oleh Putra dan Talita adalah:

1. Polar Photograph

“Sangat on time, professional, ramah dan sabar sekali mengarahkan aku dan Putra serta keluarga besar. Hasil fotonya juga bagus dan yang paling penting tim Polar fast response ketika dihubungi.”

2. Fita Angela

“Menurut tamu yang hadir makeup aku bagus dan tidak menor. Dari pagi sampai malam makeupnya masih awet. Karena Fita temanku saat kuliah dan datangnya tepat waktu jadi di hari H aku merasa tenang dan lebih santai. Hairdo aku juga dikerjakan teman Fita yang hasilnya juga sangat bagus. Tidak heran setelah acara lamaran banyak yang menanyakan kontak Fita dan Kiki.”

3. Mode’s Pak Uloh

“Suka dan puas sekali dengan hasil jahitan kebayanya. Detail dan model kebayanya sesuai dengan yang aku mau. Hanya butuh waktu sekitar satu minggu termasuk dengan fitting untuk mendapatkan hasil seperti ini. Mode’s Pak Uloh sangat tepat waktu dan mengerti model yang diinginkan client.”

4. Loons and Banes

“Puas sekali lihat hasil dekornya dan banyak orang yang memuji. Aku ga ngomong banyak dengan tim dekor maunya seperti apa tapi mereka sudah bisa bikin dekor lebih bagus dari yang aku harapkan. Aku sempat tidak percaya juga kalau semua dekorasi yang digunakan adalah daun asli, hasilnya tema rusticnya jadi lebih terlihat.”

Bagi para calon pengantin yang sedang menyiapkan acara lamaran, Talita membagi tips berikut:

  1. Persiapkan kebutuhan utama acara lamaran, pastikan semua vendor available pada tanggal lamaran dan lakukan booking dari jauh hari untuk vendor seperti catering atau MUA.
  2. Siapkan rundown acara, list nama keluarga besar dan jumlah tamu yang akan hadir. Komunikasikan seluruh rangkaian acara lamaran kamu kepada kedua keluarga.
  3. Sebisa mungkin buat acara lamaran kamu menjadi nyaman dan intimate.