Acara Lamaran Hangat yang Sarat akan Budaya Jawa Kental ala Pipi dan Ito

By Renya Nuringtyas on under The Engagement

Style Guide

Style

Traditional

Venue

Outdoor

Colors

Vendor That Make This Happened

Venue Bumi Apsari

Event Styling & Decor Classy Tent Decoration

Photography Speculo Photo

Make Up Artist Gyanda Agtyani

Hair Do Doramaxi

Perkenalan Pipi dengan Ito bermula saat Pipi masih duduk di kelas 1 SMA. Waktu itu mereka berdua dikenalkan oleh salah satu teman. Sehari setelahnya teman yang mengenalkan mereka berdua mengirim BBM kepada Pipi, “Pi, Ito bilang kamu lucu, kamu mau ngga sama dia?.” Pertanyaan itu dijawab oleh Pipi dengan jawaban spontan tidak mau. Saat ditanya alasannya, Pipi bercerita,“waktu itu Ito botak plontos dan super keling, hehehe..” Jawaban Pipi saat itu bukan tanpa alasan, karena kebetulan saat itu Ito memang sedang sekolah di salah satu sekolah semi militer dimana aktivitasnya memang banyak dilakukan diluar ruangan. Singkat cerita, setelah perkenalan itu mereka tidak pernah bertemu ataupun berkomunikasi lagi.

Saat Pipi sedang kuliah semester akhir dan sedang magang di sebuah perusahaan, Pipi mendapat info dari salah satu temannya kalau Ito juga akan magang di perusahaan yang sama. Mendengar kabar  tersebut, Pipi langsung add BBM Ito, “Aku juga bingung kenapa waktu itu aku langsung add BBM dia, karena itu spontan saja,” kenang Pipi. Setelah menerima message dari Pipi, Ito langsung membalas dan setelah itu mereka pun mulai semakin intens berkomunikasi, semakin menemukan banyak kecocokan, dan semakin dekat sampai akhirnya Ito pun mengutarakan perasaannya kepada Pipi. Semenjak itu, Pipi dan Ito resmi berpacaran.

Tidak terasa, Pipi dan Ito sudah menjalani hubungan pacaran selama 6,5 tahun, dan di awal tahun 2018 yang lalu mereka mulai berbicara lebih serius mengenai hubungan mereka dan membuat rencana untuk menikah di tahun 2019, bertepatan dengan hari jadi mereka yang ke-7, yang kebetulan jatuh di akhir pekan. Setelah memiliki rencana yang matang mengenai niat mereka untuk menikah, mereka langsung bertemu dengan kedua orang tua untuk menyampaikan niat baik mereka, dan meminta izin untuk menikah kepada kedua orang tua. Restu yang diberikan oleh kedua orang tua kemudian menjadi momen dimana mereka mulai melakukan berbagai persiapan acara pernikahan, termasuk acara lamaran resmi keluarga.

Saat ditanya mengenai sweet proposal, Pipi bercerita kalau ia sempat merasa kaget dengan cara Ito melamarnya tepat di hari ulang tahun Ito. Jadi beberapa hari sebelum hari ulang tahun Ito di pertengahan tahun 2018, sahabat Ito menghubungi Pipi dan mengajaknya memberikan surprise untuk merayakan ulang tahun Ito tepat di jam 12 malam. Pipi mengaku kalau sebenarnya ia agak kaget karena para sahabat Ito jarang mengubunginya secara langsung, apalagi untuk merencanakan acara surprise ulang tahun. Namun saat itu Pipi tetap excited dan mengikuti keinginan sahabat Ito untuk memberi kejutan ulang tahun untuk Ito.

Di hari H ulang tahun Ito, Pipi baru mengetahui kalau teman-teman Ito menghubunginya atas permintaan dari Ito karena Ito berencana untuk melamar Pipi secara official tepat di hari ulang tahunnya. “Aku benar-benar kaget waktu Ito selesai tiup lilin tiba-tiba Ito down on one knee sambil mengeluarkan cincin untuk melamar aku. I was super excited thinking that I was surprising him when in fact he is the one that was surprising me!,” kenang Pipi.

Untuk acara lamaran keluarga, Pipi dan Ito memilih Bumi Apsari sebagai venuenya. Menurut Pipi Bumi Apsari sangat pas menjadi venue acara lamaran yang ia dan Ito idamkan. Bumi Apsari memiliki bentuk rumah joglo dan kondisinya masih sangat terawat. Selain itu, detail ukiran Jawa yang ada di seluruh bagian rumah juga sangat cantik menambah kesan Jawa klasik yang sesuai dengan tema acara, dengan halaman yang luas dan sangat terawat.

Acara lamaran keluarga mengangkat adat dan budaya Jawa yang kental. Acara dimulai dengan kedatangan keluarga besar Ito dengan membawa seserahan yang akan diterima oleh keluarga Pipi. Sesuai adat Jawa, dari seluruh seserahan ada satu nampan berisi jadah manten dan satu kotak berisi Peningsetan. Setelah proses penyerahan seserahan, acara dilanjutkan dengan acara perkenalan keluarga dan penyampaian tujuan kedatangan keluarga besar Ito di hari itu, untuk secara resmi melamar Pipi untuk menjadi istri Ito.

Setelah lamaran keluarga Ito resmi diterima dengan dijawab secara langsung oleh Pipi, acara dilanjutkan dengan Ibunda Ito memakaikan cincin di jari Pipi. Satu hal yang menarik adalah cincin yang disematkan di jari Pipi merupakan cincin warisan keluarga Ito yang telah disiapkan oleh orang tua Ito untuk anak laki-lakinya saat melamar wanita pilihannya kelak. “Aku sempat deg-degan mengingat cincin ini memiliki nilai sejarah khusus tersendiri,” kenang Pipi.

Setelah itu, acara dilanjutkan dengan pemberian satu nampan seserahan berisi jadah manten kepada para pinisepuh, dengan tujuan untuk meminta restu kepapad mereka untuk menikah. Jadah manten sendiri merupakan makanan yang dibuat menggunakan bahan dasar yang banyak mengandung gluten, sehingga teksturnya lengket, yang memiliki arti supaya hubungan kedua calon manten dan besan tetap ‘lengket’ sampai seterusnya.

Prosesi yang terakhir adalah Peningsetan. Peningsetan berasal dari bahasa Jawa dengan kata dasar ‘singset’ yang berarti ‘ikat.’ Sedangkan peningsetan memiliki arti ‘pengikat.’ Peningsetan adalah proses penyerahan sesuatu sebagai pengikat dari orang tua calon pengantin pria kepada calon pengantin wanita. Saat prosesi ini berlangsung, nenek Ito memberikan Pipi selendang suji yang merupakan selendang khas Padang. Selendang ini diberikan kepada Pipi yang menandai bahwa Pipi dan Ito juga memiliki keturunan Sumatera Barat. “Jadi walaupun kami menyelenggarakan acara lamaran dengan adat Jawa, tetap ada touch Padangnya,” tutup Pipi.

Untuk bisa terus dikenang di social media, acara lamaran Pipi dan ito juga didokumentasikan menggunakan hashtag #hapPITOgether .

Top 3 vendor pilihan Pipi dan Ito:

1. Gyanda (Andaws)
“Aku suka banget sama make up Anda, kebetulan pas mau booking waktu itu sempet tidak bisa jadi akhirnya aku pilih MUA lain. Di H-2 acara lamaranku, mendadak MUA yang sudah aku pilih masuk rumah sakit dan di-opname. Sempat panik banget mencari MUA lain kesana kemari, aku dibantu oleh teman aku untuk menghubungi Anda secara langsung, Anda benar-benar mau membantu untuk make up-in aku di hari lamaran padahal itu sangat dadakan dan schedule dia hari itu lagi full tapi dia bersedia untuk menyempatkan waktu. Thank you Andaaa you literally saved my life.

2. Ikk Wedding

“Sebenarnya kami menggunakan jasa WO IKK khusus untuk acara pernikahan nanti, tapi mereka bersedia untuk membantu dalam persiapan acara lamaran kami, dari mulai memberikan advice mengenai flow acara, rundown dan juga membantu untuk mencari MC acara lamaran. Thank you Mba Zahra dan Mba Irine untuk bantuannya. You guys are the best.”

3. Speculo Photo

They say ‘we take photos as a return ticket to a moment.’ kami sangat setuju dengan quote ini karena satu hal yang dapat dikenang sampai anak cucu nanti hanya foto-foto, hehehe.. Karena itu kami super picky dalam memilih vendor fotografi. Kami memilih Speculo karena tone warnanya yang bagus dan pengambilan foto-fotonya yang menurut kami bisa berhasil meng-capture momen-momen tersebut. Disamping itu Mas Steve juga sabar banget sama aku dan Ito yang kaku dan suka merasa tidak betah kalau di foto lama-lama, hahaha.”

Pipi juga memberikan tips buat kamu brides to be yang sedang mempersiapkan acara lamaran. Yuk langsung simak tipsnya.

Remember why you’re celebrating in the first place. Terkadang karena kita terlalu fokus dengan segala persiapan kita lupa tujuan awal kita melakukan ini, that’s why setiap aku lagi kepikiran aku selalu ingat tujuan awal kami. If you disagree with something, step back and consider how much that one element truly matters to you. If it’s not a lot, let that one go. Dan aku super setuju dengan pendapat banyak orang tentang komunikasi itu adalah kuncinya. Sejak awal kami sudah diskusi mengenai konsep dan ekspektasi yang sama-sama kami inginkan, Alhamdulillah hal itu mempermudah proses persiapan lamaran kami (and hopefully our wedding too), having a conversation about it upfront will prevent arguments later down the road. Dan yang tidak kalah penting, make the time to go on a date where wedding topics are off-limits. Jadi otak kita tidak mumet karena terus menerus memikirkan persiapan lamaran maupun hari H pernikahan nanti.”

Shop