Acara Lamaran Tistha dan Afie dengan Adat Bengkulu

Style Guide

The Vendors Who Made This Happen

Himpunan Pengusaha Muda Indonesia menjadi organisasi yang mempertemukan Tistha dan Afie. “Kita satu organisasi di HIPMI tetapi beda divisi. Aku di Badan Pengurus Pusat dan Mas Afie di HIPMI Jaya. Terus aku baru dekat pas bulan Ramadhan kemarin. Mas Afie itu matang dalam berpikir, pintar, humoris dan perhatian. Sifat kita berdua saling melengkapi,” cerita Tistha. Setelah Tistha lulus kuliah, Afie melamar Tistha langsung kepada kedua orangtuanya. Tidak hanya itu, ia juga melamar Tistha saat mereka sedang berlibur ke Lombok bersama sahabat-sahabat Tistha. “Tiba-tiba aku diajak makan malam di pinggir pantai dengan hiasan lilin berbentuk love dan bunga-bunga,” kenang Tistha.

Tistha merupakan keturunan Bengkulu, Palembang dan Jawa. Sedangkan orangtua Afie berasal dari suku Makasar dan Betawi. Keluarga sepakat akan menyelenggarakan pernikahan dengan mengusung semua adat dan budaya leluhur mereka. Khusus untuk lamaran, adat Bengkulu yang mereka pilih sebagai tema acara. Afie dan keluarga datang dan disambut oleh Bujang dan Gadis untuk diantar ke dalam rumah. Balas-balasan pantun menjadi bagian dari acara lamaran dan keluarga Afie juga diminta untuk mencoba sirih yang disediakan oleh keluarga Tistha. “Mas Afie dan keluarga bawa seserahan. Kita juga saling tukar makanan dari khas masing-masing keluarga. Untuk pengikat, Ibunya mas Afie memberikan songket merah. Hal ini merupakan tradisi gadis asal Sumatera yang biasanya diberikan songket dari pihak laki-laki sebagai pengikat,” jelas Tistha.

Tistha tampil manis dengan kebaya yang dibuat oleh Myrna Myura. Sejak awal, tidak ada nama lain yang ada di benak Tistha selain Myrna yang ia percayakan untuk membuat kebaya lamarannya. Sedangkan Afie, meskipun acara lamaran dengan adat Bengkulu, ia tetap tampil dengan pakaian khas adat Makasar.

“Moment berkesan itu adalah pada saat Mas Afie melamar aku secara langsung di depan semua orang yang datang. ‘Tistha Nurma Arfan, maukah kamu menjadi istriku?’ karena ini tidak direncanakan sama sekali. Aku dan Mas Afie kaget oleh MC disuruh berdiri ke depan, karena tidak ada di rundown acara. Well, aku menjawab dengan bergertar dan tersipu malu,” kata Tistha soal momen yang paling berkesan di acara lamarannya. Sebagai penutup, Tistha memberikan tips kepada brides to be yang akan mempersiapkan acara lamarannya, “Siapkan semuanya dengan santai, tidak usah handle terlalu banyak supaya tidak stres. Kita bisa serahkan semua ke wedding organizer dan keluarga,” tutup Tistha.

Top 3 vendor pilihan Tistha :

1. Myrna Myura

“Sudah buat kebaya yang sangat bagus diacara lamaranku.”

2. Petty Kaligis

“Aku suka sekali makeupnya! flawless tapi tetap bold, selalu jadi MUA favoritku.”

3. Venema picture

“Team vendor photo yang aku suka banget. Sudah buat video lamaranku yang bagus.”

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *