Acara Lamaran Elegan dan Cantik ala Sarah dan Bagus

By Leni Marlin on under The Engagement

Style Guide

Style

Traditional

Venue

Residential

Colors

Vendor That Make This Happened

Lamaran

Event Styling & Decor Weddings Me

Photography Wendianto Liu

Dress Biyan

Make Up Artist Aby Salam

Wedding Organizer Vinca

Seserahan Seadara Seserahan

“Mungkin ini yang disebut jodoh pasti bertemu,” kata Sarah memulai kisah perkenalannya dengan Bagus, sang kekasih. “Aku orang Palembang yang merantau dan kuliah di FKG UI. Bagus pun anak rantau dan kuliah di FP UPH. We knew each other lewat sepupuku yang kebetulan satu kampus dengan Bagus. Suatu saat, Bagus iseng-iseng melihat handphone sepupuku, lalu ia pengen dikenalin sama aku.”

Sarah dan Bagus pun berkenalan dan ngobrol via BBM selama 2 bulan. Saat itu, Sarah masih berada di Palembang karena liburan semester, sedangkan Bagus di Jakarta. Saat kembali ke Jakarta, Bagus menawarkan untuk menjemput Sarah di airport. “Then I met him for the first time,” kenang Sarah. Karena merasa keduanya saling nyambung, akhirnya mereka pun berpacaran.

Setelah menjalin hubungan hampir 6 tahun, Sarah dan Bagus mengokohkan status mereka ke jenjang yang lebih serius. “He’s not even romantic but a spontaneous guy. Kita juga sebenarnya sudah berencana menikah 1 tahun yang lalu. Well, it’s okay. He still gave me a ring,” ujar Sarah sambil tertawa mengingat cara Bagus melamarnya.

Butuh waktu sekitar 3 bulan untuk mempersiapkan acara lamaran yang diadakan di Palembang tersebut. Jarak menjadi tantangan terbesar karena keduanya bekerja di Jakarta. Apalagi karena keluarga Bagus tidak tinggal Palembang dan ibu Sarah adalah seorang single parent.

“Aku dan Mama lumayan bekerja keras menyiapkan acara. Alhamdulillah, ada Kak Jaka yang membantu. Dia salah seorang team Vinca, WO yang bakal aku pakai untuk acara wedding nanti di Palembang,” cerita Sarah. Konsep yang diusung Sarah dan Bagus bernuansa modern. Namun, unsur Palembang tetap diselipkan, tampak dari attire keluarga inti yang menggunakan kain dari bahan blongket.

Untuk dekorasi, Sarah memilih nuansa putih hijau yang terkesan simple tetapi elegan. Selain itu, ada tambahan bunga dan pita kursi berwarna pink menyesuaikan warna kain yang dikenakan ibu dan calon mertuanya. Acara yang diadakan di rumah pribadi Sarah ini mengambil tempat di area ruang keluarga yang cukup luas. “Saya fokus ke backdrop saja. Nggak nyangka, pas difoto jadi kayak dreamy alias romantic theme banget,” tutur Sarah.

Prosesi adat yang dilakukan untuk acara lamaran ini dimulai dari tepak sirih, yaitu saling mencicipi sirih dari kedua belah pihak keluarga. Kemudian dilanjutkan dengan pemberian songket dari pihak pria ke wanita. Karena Bagus berasal dari Batak, Sarah memberikan kue lapis khas Palembang sebagai balasan seserahan.

Pada momen spesial ini, Sarah mengenakan dress hasil karya Biyan. Meskipun ia sempat deg-degan menunggu baju tersebut selesai, yaitu H-2 sebelum pulang ke Palembang, hasilnya tidak mengecewakan. Sarah memilih dress karena bosan dengan paduan kebaya dan kain yang dirasanya sudah lazim digunakan.

Hari itu semakin membahagiakan karena tepat dilaksanakan pada ulang tahun Bagus yang ke-26. “Semua keluarga bisa merayakan ultahnya. Selain itu, bertambah spesial karena Bagus belum pernah pacaran. So, I’m the first and the last, Insyaallah.”

Top 3 vendors yang direkomendasikan Sarah adalah:

1. Wendianto Liu

“Koko satu ini udah baik banget, hasil jepretannya juga oke punya. Untuk warga Palembang, he’s recommended.”

2. Aby Salam Makeup

“Dia sahabatku sejak SMP. Hasil makeup-nya juga bagus banget, awet dari awal hingga akhir acara. Nggak cakey dan luntur. Ia juga tahu apa yang aku mau.”

3. Biyan

The details, the color, so beautiful. I’m so happy. He’s definitely my fave designer.”

“Jika pasangan berbeda suku atau daerah, be patient a lot. Perbedaan culture itu wajar. Yang penting, kita bisa saling mengerti dan menyesuaikan satu sama lain. Sementara untuk yang terkendala jarak dan venue lamaran, harus jaga kesehatan. Be prepare and let it be. To much thinking isn’t good for you,” saran Sarah untuk brides to be lainnya.

Ia juga menegaskan bahwa tujuan lamaran adalah perkenalan yang lebih intim antara dua keluarga untuk menuju jenjang yang lebih serius dengan pasangan. Oleh karena itu, sayang sekali jika lamaran sampai over budget. “Masih ada big step yaitu wedding dan kehidupan setelah menikah yang harus dijalani. But, it depends on the person and the budget,” tutupnya sambil tersenyum.