Acara Pernikahan Perpaduan Adat Minang dan Sunda ala Amanda dan Keenan di Hotel Grand Sahid Jakarta

Acara Pernikahan Perpaduan Adat Minang dan Sunda ala Amanda dan Keenan

Style Guide

Venue Hotel
Color Gold Pink

Malam pergantian tahun 2015/2016 di London menjadi momen yang akan terus dikenang oleh Amanda dan Keenan, karena malam itu merupakan momen saat pertama kali mereka berdua bertemu dan berkenalan. Tidak perlu waktu lama bagi mereka merasa cocok satu sama lain sampai akhirnya memutuskan untuk pacaran dan melangsungkan acara lamaran keluarga di Jakarta pada tanggal 13 November 2016 yang lalu.

Persiapan acara pernikahan yang dilakukan secara LDR tidak mengurangi niat Amanda dan Keenan untuk menyelenggarakan acara pernikahan yang memorable, baik bagi mereka berdua, keluarga, maupun bagi seluruh tamu undangan yang hadir. Persiapan yang dilakukan selama 7 bulan diakui Amanda memiliki tantangan tersendiri termasuk proses menyatukan keinginan dua keluarga, pembuatan baju pengantin Keenan yang dilakukan tanpa proses fitting, sampai sulitnya berkomunikasi karena perbadaan waktu antara Jakarta dan Inggris. Proses pengambilan keputusan juga diakuinya membutuhkan waktu yang cukup lama karena Amanda hanya memiliki waktu luang saat weekend untuk berdiskusi mengenai detail acara dengan pihak vendor dan keluarga di Jakarta.

Akad Nikah

Dalam menentukan tema acara, Amanda dan Keenan memilih untuk menggunakan adat Minang untuk acara akad nikah dan adat Sunda untuk acara resepsi. Kedua acara diselenggarakan di hari yang sama, akad nikah diselenggarakan pada pukul 14.00 WIB dan dilanjutkan dengan acara resepsi malam harinya pada pukul 19.00 WIB.

Acara akad nikah diselenggarakan dengan menggunakan adat Minang lengkap dengan Suntiang, “awalnya saya memang sangat suka dengan Suntiang, terlebih lagi saat Mama menikah di Payakumbuh dulu Mama juga mengenakan Suntiang lengkap. Mengikuti jejak Mama, saya pun memutuskan untuk mengenakan Suntiang lengkap, dan Alhamdulillah tidak seberat yang saya kira sebelumnya,” cerita Amanda. Menurutnya, saat akad nikah ia hanya merasa sedikit pusing, dan mengingat beratnya Suntiang yang ia kenakan, pergerakan kepala jadi sedikit terbatas, terutama saat proses Sungkeman kepada Orang Tua. Tapi diluar itu, Amanda sangat bersyukur karena acara akad nikah berjalan dengan sangat lancar dan khidmat dengan dihadiri oleh keluarga dan kerabat dekat kedua keluarga.

Bagi Amanda, momen yang paling berkesan dari acara akad nikah adalah saat Keenan mendoakannya dengan menyentuh ubun-ubun Amanda setelah proses Ijab Qobul selesai, sesuai dengan Sunnah ajaran Rasulullah Salallahu’alaihi Wasallam.

Resepsi

Untuk acara resepsi, Amanda menggunakan adat Sunda dengan dominasi warna Pastel Rose Gold. Acara dibuka dengan Tarian Rampag Gendang dan ditutup dengan special performance dari Abang None Jakarta Barat lengkap dengan salam khas Abang None yaitu Salam Takzim. Kebetulan Amanda merupakan bagian dari keluarga besar Abang None Jakarta Barat tahun 2015. Dari keseluruhan dekorasi acara resepsi, tamu undangan akan menemukan satu bagian yang cukup unik dan menarik, yaitu adanya photo booth bertema London lengkap dengan Phone Booth khas-London yang terkenal dan image Big Ben sebagai background. Ternyata, ide photo booth ini bukan hanya datang dari momen awal perkenalan mereka di penghujung tahun 2015 di London, tapi juga terinspirasi dari rencana mereka berdua yang akan pindah ke Inggris dan menetap disana setelah menikah.

Untuk kebaya yang ia kenakan di acara resepsi, Amanda memilih menggunakan kebaya hasil rancangan Mas Marga Alam, karena sejak kecil Amanda bermimpi untuk mengenakan kebaya buatan Mas Marga saat menikah nanti. Sejak dulu, Mas Marga Alam sudah sangat terkenal akan desain kebaya tradisionalnya yang anggun dan cantik. Amanda pun lebih memilih desain kebaya tradisional ketimbang modern, agar elemen budaya tardisional semakin melekat selama acara berlangsung.

Di acara pernikahan Amanda dan Keenan, yang diselenggarakan di Grand Ballroon Puri Agung, Hotel Grand Sahid Jaya Jakarta, Amanda dan Keenan secara khusus menghadirkan gerai kopi Starbucks di luar ruangan Ballroom yang menyuguhkan kopi khas Starbucks untuk para tamu yang hadir. Saat The Bride Dept bertanya mengenai asal muasal ide menghadirkan gerai Starbucks di acara resepsi pernikahan mereka, Amanda menjelaskan bahwa idenya muncul dari kegemaran mereka berdua pada kopi, dan gerai kopi Starbucks merupakan salah satu gerai kopi yang paling sering mereka kunjungi saat mereka sama-sama tinggal di Inggris.

Berikut top 3 vendor untuk acara pernikahan Amanda dan Keenan:

  • Dekorasi by Mawar Prada

“Mbak Ambar dan Mas Ario sangat mendengarkan keinginan dan ide saya mengenai konsep acara, tema, dekorasi bunga, warna, sampai photo booth London yang ternyata berhasil terwujud dengan baik! Mereka pun sangat nyaman untuk diajak berdiskusi dan bekerja sangat profesional. Bahkan, H-5 sebelum acara saya sempat meminta untuk mengganti desain pelaminan and they did it very well, in fact beyond our expectation! Superb! Thumbs up untuk Mawar Prada yang bisa mewujudkan keinginan saya dan Keenan.”

  • Designer busana by Marga Alam

“Dari saya kecil memang sudah suka dengan desain kebaya dari Marga Alam. Ternyata memang betul, Mas Marga sangat jenius dan profesional, hanya sedikit saya memberikan ide dan saat fitting saya langsung terkagum-kagum dengan hasilnya yang spektakuler. Warna yang saya inginkan yaitu Rose Gold juga terbilang susah dan jarang, but he did it! Gaunnya sangat mewah dan cantik, sementara beskap Keenan sangat gagah dan mewah. Tidak hanya itu, Mas Marga juga berhasil membuat beskap yang pas di badan Keenan tanpa fitting sekalipun!”

  • Foto by Lemotion

“Hasil fotonya bagus banget dan mereka tidak pernah ‘ngaret!’ Hasilnya juga cepat dan semua foto sesuai menggambarkan pribadi saya dan Keenan. Tone foto juga sesuai dengan yang saya suka. Tim dari Lemotion juga sangat jelas saat mengarahkan gaya untuk foto dan video. Jadi hasil foto tidak ada yang kaku. Begitu pula dengan video yang hasilnya sangat indah dan sesuai dengan apa yang kami bayangkan. Perfect!”

Tidak ketinggalan, Amanda juga berbagi tips untuk para bride-to-be yang sedang mempersiapkan acara pernikahan:

“Komunikasi! Komunikasi yang baik antara pasangan, keluarga, serta para vendor lah yang bisa menjadi kunci terlaksananya acara dengan baik dan sesuai dengan yang diinginkan. Terlebih, jangan memendam sesuatu yang tidak kita sukai saat proses persiapan berlangsung, karena selain akan berpengaruh pada mood kita menjelang acara, apa yang diinginkan pun tidak dapat tersampaikan dengan baik. Tidak hanya itu, positive attitude juga sangat dibutuhkan dalam menerapkan diri dengan lingkungan selama menuju hari H dan kita harus yakin bahwa everything’s gonna be okay in the end.”

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *