Adaptasi Yang Harus Dilakukan Setelah Menikah

Setelah menikah, bukan hanya beradaptasi untuk menyadari bahwa akhirnya kamu tidak lagi hidup sendirian, sudah ada pasangan hidup yang sah untuk bisa menemani hidupmu sehari-hari.

Namun, di Indonesia, pernikahan itu bukan hanya hubungan antara kamu dan pasangan, melainkan kamu dan pasangan dengan keluarga. Oleh karena itu, setelah menikah kamu juga harus beradaptasi dengan keluarga pasangan. Awalnya memang terasa sangat aneh dan janggal, namun seiring berjalannya waktu, kamu dan pasangan akan semakin baik bersama dengan keluarga.

Untuk kamu yang akan melangsungkan pernikahan, yuk persiapkan diri dengan beberapa adaptasi berikut ini dan cara mengendalikan rasa awkward-nya.

1. Memanggil mertua dengan sebutan papa dan mama

Ini dia hal yang terlihat sangat mudah namun ternyata agak sulit untuk dilakukan. Hanya memanggil orang tua pasangan dengan sebutan “papa dan mama” atau “ayah dan ibu” nyatanya masih sulit pada saat awal-awal masa pernikahan. Ada perasaan malu-malu untuk akhirnya mengetahui akhirnya kamu menggandakan orang tua. Nyatanya, pengalaman ini masih sering terjadi di kalangan pasangan baru. Umumnya, hanya akan terjadi satu atau dua bulan pertama. Selanjutnya, pasti kamu akan merasa sangat nyaman memanggil mereka dengan sebutan itu, kok! Tipsnya agar tidak merasa awkward adalah perbanyak menghabiskan waktu dengan orang tua pasangan agar mendapatkan chemistry dan menghilangkan awkward.

2. Memanggil suami dengan sebutan mas atau abang

Di beberapa keluarga, ada budaya yang mengharuskan sang istri memanggil suaminya dengan sebutan menuakan, seperti mas atau abang. Nah, untuk kamu yang baru menikah dan tidak terbiasa dengan hal tersebut, awalnya pasti akan terasa canggung, bahkan malah tertawa-tawa. Namun setelah beberapa minggu, pasti kamu akan baik-baik aja kok! Jangan khawatir, nggak ada yang salah kok dengan panggilan mas atau abang ke pasangan.

3. Masak makan malam untuk keluarga suami

Kalau kamu dan pasangan memutuskan untuk tinggal di rumah sang suami, pastilah kamu yang akan kebagian tugas untuk membuatkan makan malam satu rumah, termasuk suami serta orang tua suamimu. Nah, di sini kamu akan sedikit tertantang dengan perbedaan selera makanmu di rumah dan juga keluarga suami, mulai dari soal rasa dan juga kuantitas. Tak perlu khawatir, di awal-awal pernikahan, mintalah bantuan sang mama mertua untuk masak bersama. Lagipula, bisa mendekatkan hubunganmu dengan sang mama mertua juga, kan?

4. Berlibur dengan keluarga pasangan

Jika biasanya kamu hanya liburan berdua dengan pasangan atau teman-teman, setelah menikah umumnya banyak yang menginginkan liburan dengan orang tua. Mulai dari pergi ke mal, berbelanja atau bahkan pergi ke luar kota. Nah, setelah menikah sudah menjadi kewajiban kamu dan pasangan nih untuk mengurus dan mengatur semua yang berhubungan dengan orang tua kalian. Agar sama-sama enak, tanyakan kepada orang tua pasangan apa yang diinginkan selama perjalanan.

5. Menghabiskan weekend di rumah keluarga pasangan

Kalau biasanya kamu menghabiskan waktu di rumah keluarga besar pasangan hanya pada saat acara keluarga, setelah menikah kamu mungkin akan menghabiskan lebih banyak waktu lagi dengan mereka. Mungkin sebelum menikah kamu datang sebagai tamu, namun sekarang kamu wajib hadir sebagai keluarga, mulai dari bantu-bantu masak atau bahkan mempersiapkan makan siang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *