Adat Betawi dan Jawa dalam Lamaran Icha & Rizky

By NSCHY on under The Engagement

Adat Betawi dan Jawa dalam Lamaran Icha & Rizky

Style Guide

Style

Traditional

Venue

Residential

Colors

Vendor That Make This Happened

Event Styling & Decor Lavagold Design

Photography Fotologue

Bride's Attire Vera Kebaya

Make Up Artist Hepi David

Hair Do Nia Hijab Stylish

Catering Akasya

Wedding Organizer Amaya Wedding

Seserahan Rose Arbor

Pasangan ini bertemu di London, saat keduanya sedang melanjutkan studi di kota tersebut. Keduanya baru saja melangsungkan acara lamaran yang intimate. Yuk kita simak cerita perpaduan adat Betawi dan Jawa dalam lamaran Icha & Rizky!

Sebelum berangkat melanjutkan studinya, sebagai pengalaman barunya, Icha mencari banyak informasi seputar kehidupan di London, termasuk mencari teman-teman yang mengenal kota London dengan baik, dan sedang berada di sana. Dari berbagai koneksi, berkenalanlah ia dengan Rizky yang tengah menyelesaikan studi dan sedang bekerja di London.

“Selama di London, Rizky sering mengajakku jalan-jalan. Sayangnya, Rizky harus kembali Jakarta duluan, saat aku masih harus melanjutkan studi di London dan Paris,” cerita Icha.

Berhubungan jarak jauh satu tahun sepulang Rizky ke Jakarta ternyata tidak menjauhkan komunikasi mereka. Keduanya sama-sama menjaga komunikasi, terutama di sosial media dan Rizky selalu memastikan bahwa ia bertemu Icha setiap kali Icha pulang ke Jakarta.

“Sepulangnya aku ke Jakarta for good dan kebetulan kita lagi sama-sama dinas di Singapura, Rizky melamarku, tepat di rooftop dengan pemandangan Marina Bay Sands. Sepulangnya kita dari Singapura, Rizky meminta izin kepada orang tuaku,” kata Icha.

Icha memilih color palette pastel pada acara lamarannya. Kebaya hijau mint dipilih pada hari bahagianya tersebut. Rizky yang kala itu akan mengenakan jas tutup ala Betawi memutuskan untuk menjahit spesial jas untuk Rizky dengan warna serasi, hijau.

Rizky berasal dari Betawi, sedangkan Icha berasal dari Jawa. Dalam acara lamaran kemarin, mereka ingin menggabungkan kedua sentuhan adat tersebut yang diawali dengan tradisi Palang Pintu yang menandai kesiapan lahir batin seorang laki-laki Betawi untuk mengarungi rumah tangga. Dalam rangkaian ini, ada sedikitnya lima orang yang berpartisipasi, mulai dari juru bicara sampai orang yang berpantun, sampai tiga orang pengiring dengan menggunakan Rebana Ketimpring.

“Selain itu, penampilan yang paling ditunggu-tunggu adalah pesilat sebagai kesiapan laki-laki untuk berkeluarga dan melindungi rumah tangganya. Ada juga pembacaan Sike yang melantunkan shalawat atau syair dengan irama Sike, yang menandai kesiapan laki-laki untuk membimbing istrinya.” kata Icha.

Prosesi adat Betawi tersebut tentunya tidak lepas dengan penyerahan dua buah roti buaya yang masing-masing berukuran 1,5 meter. Dalam adat Betawi, roti buaya ini menandakan kesetiaan dalam perkawinan.

Selanjutnya, prosesi adat Jawa pun dilanjutkan, mulai dari Dennen Adagia, dan ada pisang sanggan sebagai seserahan.

“Semua rangkaian acara sangat menyentuh. Tapi yang paling berkesan adalah saat papaku dengan spontannya menyuruh Rizky mengulang momen melamarku menggunakan Bahasa Inggris di depan semua keluarga besar, dan aku diminta menyanyikan sebuah lagu cinta untuk Rizky.” cerita Icha.

Top vendors:

1. @amayawedding

“Karena prosesi lamaran keluarga cukup panjang, kita bersyukur telah memilih keputusan yang benar untuk menggunakan jasa WO untuk memastikan semuanya berjalan sesuai dengan rencana, jadi saat hari H, aku bisa fokus untuk menjalani acara dengan tenang. Selain itu, mba Syuita bisa dengan sangat baik bekerjasama dengan kliennya, sigap dalam kemungkinan apapun, dan yang terpenting, budget friendly!”

2. @fotologue_photo

“Dokumentasi adalah hal yang penting untuk masa depan, untuk mengenang momen penting yang telah terjadi. Dalam memilih vendor fotografi, budget dan hasil yang sesuai dengan selera sangat penting, namun yang juga tidak kalah penting adalah pelayanan pada saat hari H. Teman-teman Fotologue sangat akomodatif terhadap keinginan aku dan Rizkya dan mereka sangat menyenangkan untuk diajak kerjasama. Walaupun mereka sudah stand by seharian dan belum makan, mereka bisa membuat sesi foto tetap menyenangkan.”

3. @lavagold

“Menurutku, dekorasi sangat penting untuk mengangkat suasana acara dan ambience secara keseluruhan. Di hari lamaranku, aku tidak ingin dekorasi yang terlalu heboh, dan budget-ku juga terbatas. Saat hari H, aku kaget, aku mendapat rangkaian bunga yang sangat lebih banyak dari yang aku bayangkan, dan dari harga yang telah aku bayar. Servisnya sangat memuaskan!”

4. @verakebaya

No more beats mba Vera dalam hal fitting kebaya. Walaupun ia sudah terkenal, namun ia masih mau mengakomodasikan keinginan dan menyesuaikan budget-ku.”

Tips untuk brides to be,

“Ketahui elemen penting yang ada dalam acaramu yang akan membuatmu bahagia Dari situ, prioritaskan budget dan tenaga untuk hal-hal yang sangat penting untukmu. Kalau aku, kebaya dan make up adalah hal yang paling penting untuk membuatku percaya diri selama acara. Makanya, aku mengalokasikan budget lebih banyak untuk itu, namun aku komitmen untuk mengorbankan keinginanku untuk hal lainnya. Lalu, tentukan color palette untuk keseluruhan rangkaian acara, mulai dari pakaianmu dan pasangan, pakaian keluarga, sampai dekorasi, pastikan semuanya masih dalam color palette yang serasi agar keseluruhan elemen tampak serasi dan dokumentasi juga cantik. Terakhir, saat ada hal-hal yang tidak sesuai dengan rencana, let it go. Pada akhirnya, yang terpenting adalah hubunganmu dengan pasangan, bukan acaranya. So breathe and just enjoy!”

 

×