Akad Nikah dengan Adat Minang ala Mega dan Aul

Style Guide

Venue Hotel
Color Orange White

The Vendors Who Made This Happen

Akad Nikah

Beberapa waktu lalu, The Bride Dept menayangkan kisah romantis Mega dan Aul yang diresmikan dengan lamaran manis di Café Biru Dago Heritage. Sementara itu, persiapan pernikahan ternyata telah mulai dilakukan, seperti mencari gedung, make up , dan baju. “Sisanya diurus setelah lamaran biar bisa fokus sama acara satu-persatu,” kata Mega.

Menurut mojang Priangan ini, tantangan yang mereka hadapi tak lain adalah seputar kegalauan memilih vendor. “Di situlah Aul membantu aku mengambil keputusan. Kami banyak berkomunikasi dan bercerita tentang apa saja yang sedang dibingungkan dan dipikirkan. Karena ini acara berdua, kami pun harus saling membantu satu sama lain.”

Selain itu, karena acara dilakukan di Bandung, sedangkan Aul tinggal di Jakarta, cukup sulit untuk mencocokkan jadwal janji temu dengan vendor.

Untuk momen spesial ini, Mega memilih Trans Luxury Hotel sebagai venue. Seperti halnya acara lamaran yang dilakukan di venue berkonsep semi outdoor, Mega juga ingin acara akadnya tidak jauh berbeda. “Tapi, karena kebetulan lagi musim hujan, keluarga agar worry untuk acara berbau garden party. Akhirnya, kami memutuskan memilih indoor dan mencari venue hotel di sana sini. Terpilihlah Trans Luxury Hotel ini. Alasannya, first impression dari Trans Luxury Hotel ini sendiri sangat baik dan mereka sangat helpful.”

Dari awal, Mega dan Aul memang berencana mengadakan akad nikah di Bandung, tempat asal Mega. Mereka mengundang cukup banyak tamu. Seminggu kemudian, resepsi baru diadakan di Jakarta. “Kami memikirkan keadaan orang tua dan keluarga dekat yang sudah cukup sepuh. Karena perjalanan setelah akad nikah ke Jakarta dan besoknya ada acara pasti capek banget, kami memutuskan untuk memberi jarak seminggu supaya semua bisa istirahat dulu.”

Dibalut dengan busana bernuansa adat Minang, Mega terlihat sangat cantik dan elegan. Mega memilih busana ini karena ibunya memiliki darah Minang. Tak heran, sejak awal, ia bercita-cita mengenakan Baju Koto Gadang. “Alhamdulillah kesampaian.”

Sebelumnya, Mega sudah mencari referensi beberapa vendor wedding, salah satunya Des Iskandar. Jadi, tanpa pikir panjang ia langsung memilih memesan baju di sana. “Biasanya sih bajunya berbahan beludru. Di Des juga contoh-contohnya semua beludru. Tapi, karena ini made by order, aku pesan yang full songket biar berbeda.”

Soal pemilihan warna, Mega sebenarnya tidak terpikir untuk menggunakan warna yang mencolok dan jarang ia pakai. Namun, saat melihat pilihan warna-warna nude, ia merasa kurang pas untuk acara istimewa itu. Mega pun diberikan beberapa pilihan lain, yaitu warna-warna baru seperti hijau botol, biru emerald, maroon, cokelat, dan orange.

“Semuanya cantik-cantik. Cuma pas nyoba, warna orange ini yang paling cakep di kulit. Aku juga mikir kapan lagi bisa pakai warna orange. Akhirnya, kami berdua memutuskan untuk memilih warna ini. Sisa warna lainnya aku pilih untuk orang tua dan kakak-kakak.”

Top 3 vendor pernikahan yang direkomedasikan Mega:

  • Des Iskandar

“Hasil bajunya as beautiful as I expected. Sempat bingung pas milih warna orange, takut salah. Tapi ternyata pas udah jadi malah super cantik.”

  • Hieros Photography

It’s one of my favourite photographer. Foto prewed, video prewed, pengajian, siraman, dan akad adalah hasil jepretan dia. Respon dari semua teman yang lihat bilang hasilnya bagus banget. Padahal, kalau pas difoto, kerjaan kami cuma cekikikan rame-rame dan nggak mengira hasilnya bakal kayak gimana. Ternyata, pas baru lihat di kamera aja udah cakep banget. Yang penting lagi, orangnya enak diajak kerjasama dan siap direpotin.”

  • Kinanti Wedding

“Bener-bener WO rasa keluarga karena enak banget diajak kerjasama dan baik-baik banget untuk diajak ngobrol, diskusi, atau diminta tolong. Beneran detail untuk hal-hal kecil dan apa yang aku inginkan juga beneran direalisasikan.”

Menikah adalah peristiwa sekali seumur hidup. Kesan yang tertinggal pasti akan diingat sampai akhir hayat. Mega sendiri mengatakan, ada satu momen yang membuatnya terkesan di acara ini. “Saat akad, aku dan Aul nggak duduk berdampingan. Pas saling lihat-lihatan, kami berdua langsung nggak berhenti cengegesan. Nggak kebayang kalau aku duduk di sebelahnya. Mungkin, ijab qabulnya bakal nggak fokus,” tutup Mega sambil tertawa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *