Akad Nikah Andien dan Ippe

By The Bride Dept on under The Wedding

andien aisyah pernikahan the bride dept

Style Guide

Style

Traditional

Venue

Outdoor

Colors

Vendor That Make This Happened

Venue Pine Forest Camp

Photography The Portrait by Ditto Aditya

Videography The Portrait by Ditto Aditya

Bride's Attire Didiet Maulana

Groom's Attire Rama Dauhan

Make Up Artist Adi Adrian

Wedding Organizer Ayodya Wedding

Jewellery & Accessories Rinaldy A. Yunardi

Catering Tumpeng Tradisional by Anita Ratna Kumala

Others Wedding Shoes by Bride Series

Pohon pinus yang anggun, semilir angin gunung yang sejuk dan kehangatan dari kerabat dekat yang hadir adalah sedikit dari banyak hal yang membuat akad nikah Andien dan Ippe ini terasa begitu menyenangkan.

Senin, 27 April 2015 adalah hari yang paling memorable bagi Andien dan Ippe. Di hari yang begitu cerah itu, mereka berdua mengikat janji dengan melakukan prosesi akad nikah dengan disaksikan oleh keluarga dan kerabat dekat yang jumlahnya tidak sampai 50 orang. Mereka sengaja memilih tanggal 27 karena angka tersebut memiliki arti istimewa bagi Andien dan Ippe. Tanggal 27 adalah tanggal kelahiran Ippe dan almarhumah ibunda dari Ippe, dan tanggal ini juga merupakan tanggal jadian mereka berdua.

Team The Bride Dept merasa sangat beruntung karena kami diundang sebagai salah satu dari dua media untuk menyaksikan salah satu pernikahan yang paling unik dan menginspirasi di Indonesia. Berbeda dengan pernikahan outdoor lainnya, pernikahan mereka dilaksanakan di Pine Forrest Camp, Maribaya, Lembang. Lokasi ini memang tidak diketahui oleh banyak orang, akan tetapi suasana tentram dan pohon pinus yang mengelilinginya membuat Pine Forrest ini sangatlah cantik. Tidak heran Andien pun terpikat dengan lokasi ini.

Untuk upacara akad nikah, Andien mengenakan kebaya berwarna cream yang merupakan hasil rancangan dari sahabatnya, Didiet Maulana. Tidak hanya itu, kain batik bawahan busana Andien juga merupakan milik Didiet. “Semua yang Andien pakai hari ini memang koleksi saya. Untuk kebaya nya saya melakukan research dulu selama 3 bulan. Saya ingin baju pernikahan Andien ini sangat spesial. Untuk aksesorisnya, saya meminjamkan koleksi antik saya. Kalung dan bros nya berasal dari tahun 1800an sedangkan perangkat pernikahan lainnya dari tahun 1930,” ujar Didiet. Keanggunan Andien pun semakin bertambah dengan sentuhan makeup dari salah satu makeup artist senior Indonesia, Adi Adrian. “Untuk akad nikah aku memilihkan classic look untuk Andien agar suasana Jawanya tetap terasa,” ujar Adi Adrian.

Pernikahan Andien dan Ippe yang dimulai pada pukul 10.30 pagi ini memiliki setting yang begitu simple namun tidak kehilangan kesan cantik dan unik. Meja akad nikah diletakkan di tengah-tengah kursi kayu panjang yang membentuk lingkaran. Tanpa dekorasi bunga sama sekali, pernikahan dengan tema Kinfolk Wedding ini pun dimulai dengan pemberian khotbah nikah. Suasana sakral pun begitu terasa disini, Andien pun terlihat beberapa kali menyeka air matanya yang jatuh ketika mendengar khotbah yang begitu syahdu. Setelah khotbah selesai, akad nikah pun dilaksanakan. Mas kawin berupa emas 5 gr dan seperangkat alat sholat berwarna pink pun dipilih oleh pasangan ini. Dipimpin oleh Denny Wirawan dari KUA Lembang, ijab kabul pun berlangsung dengan lancar. Ippe mengucapkan janji suci tersebut dengan lancar dan lugas. Rona bahagia pun terpancar dari wajah Andien, Ippe dan semua tamu yang hadir.

Congrats Andien and Ippe! May your life be blessed with love and laugh always!

This is one of 3 exclusive articles series of Andien and Ippe’s Wedding

×