Angie – Suma: Pernikahan Vintage Rustic di Balikpapan

Style Guide

Venue Hotel

The Vendors Who Made This Happen

Akad Nikah
Wedding Reception

Suma dan Angie dipertemukan di sebuah pesawat saat Angie dalam perjalanan kembali ke Bandung untuk kembali bersekolah sedangkan Suma sedang dalam perjalanan yang sama untuk berlibur dengan teman-temannya. Di pertemuan yang tak disangka-sangka tersebut, Angie dan Suma yang sudah kenal sejak SMA yang di mana Suma merupakan senior Angie tersebut membuat keduanya mulai berhubungan lebih dekat lagi dari sekedar teman sampai akhirnya mereka memutuskan untuk menjalin hubungan di bulan Juli tahun 2011 lalu.

Angie dan Suma keduanya berasal dari Balikpapan. Di tengah-tengah hubungannya, mereka sempat mengalami LDR selama 5 bulan sampai akhirnya Angie kembali ke Balikpapan setelah menyelesaikan studinya.

Setelah kurang lebih 5 tahun menjalin hubungan, akhirnya hari yang ditunggu-tunggu oleh Angie datang juga. Tepat di hari ulang tahunnya, Suma memberikan kejutan spesial bukan hanya sekedar kejutan ulang tahun biasa. Tapi, Suma melamar Angie tepat di hari tersebut.

“Suma is always been a sweet guy. Di setiap ulang tahunku, dia pasti melakukan hal yang sweet. Dan di hari ulang tahunku yang ke-26, setelah banyak surprise dan kado di siang hari, ia melamarku di malam harinya saat kita sedang dinner.”

Meskipun sudah mempersiapkan dari jauh-jauh hari, namun Angie dan Suma masih sama seperti pasangan lainnya, mengalami beberapa kendala saat mempersiapkan pesta pernikahannya. Pasalnya, keduanya sedang berada di tengah kesibukannya masing-masing dan hanya mempunyai waktu di saat weekend untuk mencari vendor, mematangkan konsep dan mempersiapkan hal lainnya.

“Kita cuma pakai WO di hari H saja, untuk konsep dan vendor kita cari sendiri dan cari vendor yang sesuai dengan keinginan kita itu nggak gampang di Balikpapan.”

Ya, konsep pernikahan yang Suma dan Angie inginkan adalah pernikahan modern tanpa prosesi adat agar tidak merepotkan anggota keluarga yang kebanyakan datang dari luar kota. Keduanya hanya menjalani prosesi Ijab Kabul yang dilanjutkan dengan sungkeman yang satu jam setelahnya dilanjutkan dengan resepsi pernikahan.

Untuk dekorasi, Angie dan Suma memilih konsep indoor vintage rustic dengan dominasi warna kayu, hijau dan berbagai hiasan lampu yang mengadopsi suasana outdoor ke dalam ruangan. Pemilihan wedding cake juga sangat menarik, tidak menggunakan cake pada umumnya, namun mereka menggunakan croquembouche yang dipercantik dengan detail fresh flower untuk menyatukan dengan tema rustic-nya. “Sebenarnya sih, biar choux-nya bisa langsung dimakan juga tanpa harus dipotong-potong,” cerita Angie.

Pernikahan simple dan modern ini diperunik dengan memberikan berbagai acara seru, yaitu mengadakan sebuah games bernama “Who Games” yang merupakan twist dari “Shoe Game” yang melibatkan teman-teman dekat mereka untuk menjawab pertanyaan dari MC dengan mengangkat foto muka Suma atau Angie.

Uniknya lagi, Suma dikenal sebagai “big fan of Teh Kotak”, oleh karena itu, di tengah-tengah pernikahan mereka ada minuman wajib tersebut yang di-request spesial kepada katering.

“Teman-teman dekat kita udah hafal banget kenapa di tengah-tengah wilayah katering ada setumpuk teh kotak.”

Tak heran deh, meskipun indoor, tapi Angie dan Suma sukses mengadopsi berbagai suanasa outdoor ke dalam dengan hiasan dan juga acara yang sangat menarik!

Top 3 vendor:

1. Marlene Hariman

“Aku pernah punya cita-cita harus di-makeup-in oleh Marlene di hari pernikahanku. Sampai-sampai, tanggal pernikahanku disesuaikan dengan jadwal kosongnya Kak Marlene. Makeup-nya tak perlu diragukan lagi, super awet dan nggak bikin muka jadi terlihat seperti ‘orang lain’.”

2. Banjarsari Catering

“Tim yang profesional dengan makanan yang sangat nikmat! Acara pasti berjalan baik kalau makanannya enak dan semua undangan menikmati makanannya. Dan, Banjarsari bisa memberikan itu semua.”

3. Imaji Studio

“Karena Suma bekerja di bidang visual dan paham soal foto dan video, jadi mungkin kita adalah klien yang paling cerewet. Tapi, tim Imaji mau mendengarkan dan bertukar pikiran untuk memenuhi semua permintaan kita. Hasilnyapun nggak mengecewakan. Thank you, Imaji!”

Tips untuk brides to be,

“Pakai aplikasi yang bisa mengatur schedule dan to do list dalam mempersiapkan pernikahan. Tetaplah tenang, kalau ada hal yang tidak sesuai mendekati hari H, perbanyak doa. InsyaAllah semuanya akan berjalan lancar. Ingat juga, ini hanyalah sebuah resepsi pernikahan, jadi, it’s okay if something’s missing, yang terpenting kehidupan setelah menikahnya. Jangan lupa juga untuk memperbanyak komunikasi dengan calon suami agar tidak ada salah paham. Yang menikah kan berdua, bukan sendirian.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *