Apakah Kamu Siap Menikah?

By The Bride Dept on under How To, Relationship

Belakangan ini, team The Bride Dept sering terlibat percakapan mengenai kesiapan seseorang untuk melangkah ke tahap pernikahan. Banyak dari pasangan yang sudah menikah mengaku bahwa perasaan tidak siap itu akan selalu ada, bahkan sehari sebelum pernikahan! Eits, tapi tenang dulu, hal itu bukan berarti he/ she is not the one ya.

Dari beberapa percakapan tersebut, The Bride Dept pun mencoba merangkum hal-hal yang menandakan bahwa kamu dan pasanganmu sudah siap untuk menikah. Disimak ya!

1. Saling menerima satu sama lain

Setiap orang pasti ada kekurangan dan kelebihannya. Terkadang ada beberapa kekurangan pasangan yang agak sulit diterima dan biasanya hal inilah yang dapat memicu pertengkaran di kemudian hari. Mungkin pada saat masih pacaran, kamu bisa “kabur” ketika tidak suka dengan kekurangan itu. Tapi kamu harus ingat kalau pernikahan adalah komitmen seumur hidup dan kamu harus deal dengan kekurangan tersebut for the rest of your life. Jika kamu bisa menerima kekurangan tersebut, maka kamu sudah cukup siap untuk melangkah ke jenjang selanjutnya.

2. Saling supportive

Apakah kamu dan pasangan kamu mendukung satu dengan yang lainnya? Karena di sebuah pernikahan, akan ada banyak sekali keputusan-keputusan yang harus diambil berdua, mulai dari masalah pekerjaan, keuangan, bahkan punya anak. Apabila kamu merasa pasangan kamu tidak mendukung keputusan yang kamu ambil, maka dia bukanlah orang yang tepat untukmu.

3. Melibatkan pasangan dalam setiap rencanamu

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, pernikahan adalah sesuatu yang memiliki jangka waktu lama sekali. Tetapi sebagai seorang individual, pastilah kamu memiliki rencana-rencana untuk dirimu sendiri. Nah, apakah kamu melibatkan pasanganmu di rencana masa panjang kamu? Jika kamu bercita-cita untuk melanjutkan sekolah di luar negeri, apakah kamu sudah mempertimbangkan bagaimana hubungan kalian dan begitu juga sebaliknya?

4. Fight fairly

Pertengkaran adalah sesuatu yang tidak bisa dihindari dalam sebuah hubungan karena yang mempersatukan dua orang yang berbeda bukanlah perkara yang mudah. Yang harus kamu pertimbangkan lagi adalah alasan pertengkaran kalian dan bagaimana kalian menyelesaikannya. Pasangan yang bisa menyelesaikannya dengan fair dapat dikatakan memiliki pondasi yang lebih kokoh untuk sebuah pernikahan. Bagaimana dengan kamu?

Sebenarnya masih banyak tanda-tanda mengenai apakah kamu siap untuk pernikahan atau tidak. Tetapi biasanya kemantapan dan keyakinan akan muncul dengan sendirinya. Jika ada yang ingin menambahkan, langsung ke comment section ya!

Check Out The Vendor

Comments

azkaanggunart

Sekedar sharing, mungkin faktor lain adalah dukungan keluarga dari dua belah pihak, terutama ketika dihadapkan dengan perbedaan suku yang mengharuskan kedua calon pengantin harus lebih siap menerima adat istiadat dari pasangan masing-masing yang melekat pada orang tua kedua pasangan. thanks

Reply

inonimousm

Sedikit berbagi cerita…

Kalo kita menikah nanti, kita akan lebih dalam lagi masuk dan ‘ngakrab’ dgn lingkungan pasangan. Kerabatnya, tetangga orangtuanya dan keluarga besarnya.

Kadang ini jadi ‘kejutan kecil’ jika lingkungan si pasangan tadi berada di kota yg jauh dari tempat tinggal kita.

Yg dulunya adem-adem aja saat sapa-sapaan karena jarang ketemu, setelah menikah ada tradisi ngumpul bareng bahkan menginap beberapa waktu. Nah…
Karakter orang yg jarang ditemui kadang berubah lho, saat kita jadi sering ada di sekitar mereka.

So, when you say “yes” to your beloved, make sure kamu mau nerima juga segala apa dan siapapun di kehidupannya & deal with that.

Good luck! 😉

Reply

×