Aturan Ketika Tinggal Bersama Mertua

By NSCHY on under How To

Memutuskan untuk menjalin sebuah rumah tangga di umur yang masih terbilang muda memang sedikit beresiko, terlebih lagi jika disangkutkan dengan tempat tinggal untuk berdua. Jika tabungan belum mencukupi, rasanya jawaban terefektif adalah tinggal bersama mertua.

Konsep hidup serumah dengan mertua memang kadang menakutkan beberapa orang, terlebih lagi dengan mitos bahwa menantu perempuan biasanya susah ‘akur’ dengan ibu sang suami. Atau bahkan sang ayah perempuan dengan sang suami.

Namanya masih ‘hidup menumpang’, mau tidak mau kita sebagai penumpang harus mengikuti semua peraturan di rumah dan belajar untuk beradaptasi. Sebenarnya, tinggal bersama mertua itu tidak semenakutkan itu kok kalau kamu mengikuti trik-trik berikut ini.

1. Ketahuilah bahwa kamu ‘menumpang’

Kamu mungkin berpendapat bahwa keberadaan sang mertua di rumah akan membatasi kebebasan kamu di rumah hingga mengurangi waktu kamu berdua. Namun ketahuilah bahwa kamulah yang menumpang, dan sudah sepatutnya kamu mengikuti aturan, kebiasaan dan peraturan yang berlaku di rumah. Bukan serta-merta kamu berada di rumah dan ada pembantu kamu bisa sembarangan meletakan sepatu atau baju kotor, bersopan santunlah dan selalu jaga sikap baikmu, terlebih lagi di depan mertua. Pastinya kamu juga nggak mau mertuamu mengecapmu sebagai anak yang tidak punya peraturan dan tidak punya sopan santun.

2. Anggaplah mereka orang tuamu juga

Setelah saksi sudah menyatakan sah, keluargamu dan pasangan sudah resmi menjadi satu, begitu juga untuk orang tua, kamu sekarang memiliki 2 ayah dan 2 ibu. Untuk itu, sangat perlu hukumnya untuk menganggap orang tua pasanganmu sebagai orang tuamu juga, dengan begitu, kamu akan lebih mudah menerima perlakuan, masukan, dan kritikan dari mereka karena kamu yakin bahwa mereka menginginkan yang terbaik, sama yakinnya seperti yang orang tuamu lakukan terhadapmu.

Perlakukan juga mereka seperti kamu memperlakukan orang tua kandungmu: berikanlah kejutan di hari ulang tahun mereka, rawatlah dengan sebaik-baiknya saat mereka sakit, bersopan santunlah, ciumlah tangan mereka saat mereka mau pergi, bahkan layanilah mereka seperti kamu melayani orang tuamu. Dengan begitu, lambat laun mertuamu akan merasakan kasih sayang tulus darimu dan akan lebih mendekatkan hubungan kalian. Dijamin, permasalahan akan semakin terminimalisir!

3. Anggaplah rumah sendiri

Ets, bukan dalam artian untuk melakukan semuanya semaunya, tapi, anggaplah dan rawatlah rumah mertuamu seperti kamu merawat rumah sendiri. Genteng bocor? Usahakanlah kamu merupakan orang pertama yang berinisiatif untuk memperbaikinya atau paling tidak memanggil tukang genteng. Makan malam? Usahakanlah kamu tidak hanya memasak untuk suamimu, melainkan mertua dan anggota keluarga lainnya juga dapat merasakan kenikmatannya. Meskipun ada pembantu rumah tangga atau tidak, usahakanlah sekali dua kali kamu ikut membereskan rumah sebelum mertuamu yang turun tangan merapikannya.

4. Berpikirlah positif

Akan ada kalanya kamu merasa tersinggung dengan suara mertuamu yang lantang saat memanggil, atau kritikannya saat masakanmu kurang garam, atau bahkan saat kamu bangun terlalu siang dan atau bahkan pulang terlalu malam. Mungkin mereka menyampaikannya dengan cara yang berbeda dengan orang tuamu, dengan cara yang berbeda dan membuatmu kaget. Ambillah positifnya: mereka ingin yang lebih baik darimu. Ketahuilah juga lama kelamaan kamu akan terbiasa dan tidak ‘baper’ karena kamu akan mengenal mereka lebih baik lagi.

5. Turuti kata-kata mertua

Sudah merupakan sifat orang tua untuk memberikan nasihat dan juga masukan meskipun kadang hal tersebut tidak sesuai denganmu, terlebih lagi zaman yang berbeda. Mulai dari cara memperlakukan pasangan, gaya hidupmu, hingga cara mendidik anak. Bagaimanapun juga, mereka merupakan orang tuamu dan mereka hidup di zaman yang berbeda, kemungkinan caranya menjalani hidup berbeda juga. Nggak ada salahnya untuk mengiyakan untuk menyenangkan hati mereka dan juga memikirkan kembali nasihatnya. Jika memang patut untuk disampaikan ketidaksetujuanmu, sampaikan dengan lembut dan tetap menghargai omongannya. Namun jangan terlalu sering juga menyampaikan ketidaksetujuanmu, lebih baik iyakan saja nasihatnya. Toh, semuanya juga kembali ke kamu.

6. Ikutlah quality time

Di awal pernikahanmu, kamu pasti mengingkan banyak waktu berduaan dengan pasangan, sangat wajar rasanya. Namun mengingat bahwa kamu sekarang tinggal di rumah mertua, ada baiknya kamu menghargai keberadaan mereka dengan nggak ‘ngamar’ melulu. Ikutlah mereka menonton TV sebelum tidur atau bahkan ikut sarapan bersama. Waktu berduaan dengan pasanganmu mungkin akan berkurang, namun menjaga hubungan baik dengan mertua sangat disarankan!

7. Ajaklah sesekali jalan-jalan

Membagi kebahagiaan dengan mertua dapat meningkatkan kedekatan kalian, lho. Tidak ada salahnya sebulan sekali mengajak mertuamu jalan-jalan bersama atau hanya sekedar makan malam di luar agar mereka juga merasa dihargai, diperhatikan dan disayang. Mungkin saja, sikap mertuamu di dalam rumah akan berbeda saat di luar rumah sehingga hubungan kalian akan lebih dekat.

Tidak semua mertua semenyeramkan berita-berita yang didengar, kok. Kalau kamu pintar mengambil hatinya, dijamin mertuamu akan menyayangimu sama seperti kasih sayang dari orang tua sendiri!