Baby Blue Minang Wedding at Sampoerna Strategic Square

By Septa Mellina on under The Wedding

Style Guide

Style

Traditional

Venue

Hall

Colors

Vendor That Make This Happened

Akad Nikah

Venue Private Residence

Event Styling & Decor Suryo Decor

Photography The Portrait Photography

Bride's Attire Kharisma Nusantara

Make Up Artist Petty Kaligis

Catering Akasya Catering

Wedding Reception

Venue Sampoerna Strategic Square

Event Styling & Decor Suryo Decor

Photography The Portrait Photography

Bride's Attire Vera Kebaya

Make Up Artist Irwan Riady

Jewellery & Accessories Des Iskandar (Suntiang)

Groom's Attire Brillington & Brothers

Catering Akasya Catering

Wedding Entertainment Ali Mensa

Wedding Organizer Artea Organizer

When my soul saw you I fell in love, and you smiled because you knew – Arrigo Boito.

Potongan puisi di atas nampaknya cukup tepat untuk menggambarkan gejolak di hati Devina Angela saat pertama kali bertemu Felandro Madjid. Bertahun-tahun lalu, jauh sebelum mereka akhirnya berpacaran, Vina telah menaruh hati pada Andro. Sayangnya, lelaki impiannya itu tidak menggubris. Wajar saja, saat itu Vina masih kelas 6 SD sementara Andro sudah lulus SMA. Keduanya kerap bertemu karena ayah mereka berteman karib. Selepas lulus SMA, Andro terbang ke Melbourne untuk melanjutkan studi. Karena saat itu teknologi masih terbatas, Vina dan Andro tidak pernah berkomunikasi selama delapan tahun lamanya.

Hingga suatu hari, ayah Vina menyuruhnya datang ke rumah Om Rey, ayahanda Andro. “Waktu itu sedang ada acara sunatan massal di rumahnya dan banyak dokter-dokter. Saat itu aku kelas 3 SMA dan mau masuk fakultas kedokteran. Papaku menyuruhku untuk datang ke rumah Om Rey. Sesampai di sana ternyata aku ketemu ANDRO! Delapan tahun nggak ketemu dan hari itu ketemu. Aku sih biasa saja, justru Andro-nya yang kaget lihat aku hahaha… Ya iyalah ya, dia lihat aku saat aku masih SD dan ketemu lagi pas aku sudah SMA,” kata Vina sumringah mengenang kisah manisnya itu.

Sejak itu, kedua keluarga sering bertemu dan jalan-jalan bareng. Surprisingly, Vina dan Andro saling tertarik dan memutuskan untuk berpacaran. Tiga tahun lamanya mereka berpacaran dan sempat diselingi long-distance relationship selama setahun karena Vina harus kerja praktik di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat.

Waktu berlalu, hingga tibalah saat Andro melamar Vina. Saat itu kedua keluarga sedang liburan bersama ke Sydney dan Melbourne. “Aku nggak ada perasaan apa-apa waktu pergi liburan ini, karena aku tahu Andro belum “meminta” aku ke papa dan mamaku. Ternyata di Melbourne Andro menyusun semuanya, mulai dari izin untuk menikahiku ke papa mamaku, beli cincin buat melamarku sampai cari restoran untuk kita dinner,” Vina menuturkan.

Malam itu, Andro mengajak Vina untuk dinner di Nobu Restaurant. Tak tahu akan diajak ke restoran mewah, Vina hanya persiapan seadanya. Awalnya, Vina berpikir kekasihnya itu akan melamarnya di restoran tersebut. Sayangnya, Andro justru mengajaknya pulang karena ngantuk. “Aku keburu GR, malah jadinya sedih. Pas perjalanan pulang, di Yarra River ada tempat untuk duduk-duduk sambil lihat api. Karena Melbourne lagi winter, kita menunggu di situ sebentar sambil angetin badan. Ternyata Andro propose aku di sini and he went on his knee. Ternyata dia juga sudah izin ke orangtua kami. Langsung aku nangis bahagia dan aku jawab: iya, aku mau. Melamar di sisi sungai yang sepi ternyata lebih romantis dibandingkan di restoran karena cuma kita berdua yang benar-benar merasakan bahagianya. Seneeeeengggggg banget!” Vina berkisah dengan penuh luapan bahagia. Her happiness doubled as Andro phoned his family right away, letting them know the great news.

Begitu Andro melamar Vina, keduanya pun mempersiapkan pernikahan. It took them around 10 months to prepare for the big day. Untuk akad nikah, Vina dan Andro menggunakan adat Bangka, daerah asal Ibunda Andro. Sementara resepsi pernikahan mengusung adat Minang. Karena budaya Sumatera identik dengan kain warna terang, Vina dan Andro cukup sulit menemukan kain songket berwarna pastel, pilihan warna mereka. Untuk upacara akad nikahnya sendiri, keduanya memilih nuansa nasional dengan campuran adat Bangka. Vina dan Andro menggunakan paduan warna hijau dan putih agar memberi kesan sakral, hikmat dengan sentuhan outdoor.

Pasangan ini juga melewati beberapa prosesi adat, lho. Diawali dengan pengajian di rumah masing-masing dan dilanjutkan dengan prosesi malam bainai, yakni prosesi adat Minang untuk melepas anak daro. Pada malam bainai, tangan Vina dipasangi hena di kedua tangannya sebagai tanda anak gadis akan segera melepas masa lajangnya. Uniknya, pemasangan pacar (inai) di kedua tangan tersebut hanya untuk sembilan jari; satu jari tidak dipasangi pacar karena, konon menurut adat Minang, jari tersebut hanya milik Allah SWT. Malam bainai pun berlanjut dengan acara menyanyikan lagu Minang bersama segenap keluarga.

“Akad nikah kami menggunakan adat Bangka, diawali dengan prosesi berpantun oleh pihak keluarga mempelai pria dan dibalas oleh mempelai wanita dalam Bahasa Bangka. Isi pantun menjelaskan maksud kedatangan serta harapan dan cita-cita yg diinginkan dari persatuan dalam pernikahan. Selesai acara ijab qabul, ada acara suap-suapan dimana kedua pihak orang tua memberikan suapan berupa nasi kuning dan lauk kepada kedua pengantin,” kata Vina. Kebaya putih yang dikenakan Vina saat akad nikah memang cantik banget, brides. Kebaya tersebut dibuat oleh Tante Ardi Kharisma Nusantara. “Inspirasi kebaya ini sebenarnya sederhana. Aku mau kebaya akadku tetap terlihat anggun dan cantik, nggak hilang dimakan waktu meski sudah 50 tahun berlalu,” ujar Vina.

Pernikahan pun berlangsung di Sampoerna Strategic Square. Tempat tersebut dipilih karena entrance lobby memiliki langit-langit yang tinggi dilengkapi chandelier yang memberi kesan mewah dan sakral. Resepsi pernikahan sendiri menggunakan adat Minang modern. Nah, karena keduanya memilih adat Minang modern, keduanya tidak memakai baju kurung melainkan beskap dan kebaya yang mereka buat sendiri; hanya Vina yang mengenakan suntiang di kepalanya.

Ketika ditanya tentang highlight pernikahannya, Vina mengaku moment penayangan video prewedding adalah yang bagian yang paling surprising. “Video ini adalah surprise dari teman kita Shadtoto Prasetyo yang proses pembuatannya saat kami berada di kereta di Malang, Bromo and Yogya. Prosesnya seru banget dimana kita naik kereta selama 17 jam untuk sampai di Malang dan langsung menuju ke Bromo. Shooting-nya langsung saat sedang matahari terbenam. Paginya saat masih dusk, kita juga langsung full shoot video sampai sore sebelum lanjut straight drive ke Yogyakarta. Di Yogya, kita mengunjungi beberapa lokasi seperti Pantai Gelagah, Malioboro dan sebagainya sebelum akhirnya mengakhiri trip menikmati perayaan Waisak di Borobudur. Video ini mewakili kisah kita berdua yang kenal sejak kecil dan akhirnya bertemu lagi, juga tentang hobi travelling kita.

Nggak hanya itu, kejutan lainnya juga datang dari kedua sahabat mempelai yaitu Melanie Putria dan Angga Puradiredja dari Maliq & D’Essentials yang mendadak bersedia jadi MC dan singer dua hari sebelum perhelatan. Ini benar-benar membuat suasana pernikahan begitu indah dan memorable.

One last highlight adalah video postreception question dari Ditto The Portrait Photography. 10 years from now, imagine both of you showing this amazing wedding to your kids, what would you say to them? A deep meaningful and unprecedented question. Aku pas jawab langsung nangis seketika,” kata Vina penuh haru.

Tips Vina Andro

VINA

“Nikmati tiap menit saat kalian sedang sibuk dan pusing ngurusin acara pernikahan kalian karena semua ini nggak akan pernah terulang. Jangan lupa bagi tugas dengan pasangan kamu. Percaya dengan keputusan yang pasangan kamu ambil.”

ANDRO

“Organizing your wedding helps you to get to know your partner more. Their strength and their weakness and you both should work hand in hand together. The process brought our relationship to a higher degree which in a way should be making you more and more convinced with the person you are about to spend the rest of your life with. So, enjoy and embrace the process on preparing your wedding. It’s worth it!

Nah, berikut adalah top vendors pilihan Vina dan Andro:

Shadtoto Prasetyo STUDIO

“He has amazing vision and skills on our pre-wedding photos and videos.”

Artea Organizer

“For their amazing team work in organizing our wedding and also the super kind team during the wedding ceremony and reception.”

Suryo Décor

Mereka membuat dekorasi yang sangat cantik untuk pelaminan kami, including flower arrangement and their attention to small details in making the beautiful wedding reception.”

×