Backyard Wedding of Yuvi and Hata

By Leni Marlin on under The Wedding

Style Guide

Style

International

Venue

Residential

Colors

Vendor That Make This Happened

Akad Nikah

Venue Private Residence

Event Styling & Decor Mitra Flower

Photography Primayurie Photography

Make Up Artist Joice Ananta

Hair Do Savria Hijab

Florist Athalia Florist

Wedding Entertainment Hummer Band & Unesa Orchestra

Kali ini, The Bride Dept akan mengulas kisah dari pasangan yang menjalani long distance relationship sejak masa PDKT. Berkat usaha maksimal dalam menyatukan perbedaan, mereka akhirnya menjadi bride and groom yang berbahagia.

Yuvi dan Hata mulai saling kenal sejak 2009. Mereka berdua adalah mahasiswa Jurusan Ekonomi Manajemen, Universitas Airlangga. Bedanya, saat Yuvi baru mulai kuliah, Hata pun baru lulus. “Di jurusanku, ospek diadakan di luar kota. Jadi kami harus nginep. Ada juga outbond activities yang seru. Nah, pada acara itu para alumni yang udah tua-tua masih suka ikutan. Awalnya, kami saling tahu aja,” kisah Yuvi mengenai pertemuannya dengan Hata.

Karena Hata melanjutkan kuliah S2 dan bekerja di Jakarta, mereka tidak pernah saling contact lagi. April 2013, Hata tiba-tiba menghubungi Yuvi, sekadar menanyakan kabar. Lalu, Hata pun mulai curhat tentang pacarnya saat itu dan masalah mereka yang tak kunjung usai. Yuvi hanya menjadi pendengar yang baik dan memberi pendapat kala dibutuhkan.

“Nggak lama setelah itu, mereka putus. Agustus, pas lebaran, kita ketemu lagi di Jakarta setelah bertahun-tahun nggak ketemu. Dia sempetin datang ke airport sebelum aku balik ke Surabaya,” kata Yuvi. Hata memang bekerja di Garuda dan tempat kerjanya sangat dekat dengan airport. Sejak itu, mereka menjadi dekat dan memutuskan untuk berpacaran, tepatnya pada Januari 2014.

Jarak yang berjauhan membuat pasangan ini hanya bertemu satu hingga dua bulan sekali. Hata sering mention “nikah yuk”, tetapi banyak hal yang masih ingin dilakukan Yuvi seperti sekolah di luar dan usaha. Jadi, atas ajakan tersebut, Yuvi belum terlalu memikirkannya. Ternyata, pada saat Lebaran, ketika pulang ke Surabaya dan bersilahturahmi ke rumah Yuvi, Hata pun langsung mengungkapkan niat seriusnya. “Aku nggak mikir apa-apa saat itu. Dia cuma bilang mau main. Tapi, di depan keluarga, dia langsung ‘minta’ (lamar).”

Mereka pun memutuskan 20 Juli 2015 sebagai waktu yang tepat. “Mungkin orang mengira aneh karena baru hari ke-4 Syawal. Tapi, kami melihatnya malah jadi momen yang pas banget. Semua keluarga dari berbagai kota pulang kampung ke Surabaya. Akad nikah memang untuk dihadiri keluarga,” demikian alasan Yuvi.

Exhausted, itulah kesan Yuvi selama mempersiapkan pernikahan di sela-sela holidays. Menurut dia, pada saat itu, most of the vendor masih libur. Padahal, Yuvi dan Hata sudah mantap dengan tanggal yang ditentukan tersebut. “Hal yang paling aku suka adalah semua detail dari pernikahan kita dan juga kita membuatnya tanpa bantuan wedding organizer. Mulai dari mendatangi vendor-vendor, deal harga, ngeprint papeterie, nempelin, dan sebagainya. Di hari-H pun cuma minta bantuan temen-temen dan saudara untuk man power-nya,” kenang Yuvi.

Meskipun tinggal di Jakarta, Yuvi dan Hata memilih kampung halaman mereka, yaitu kediaman Yuvi di Surabaya untuk menggelar acara. “Di rumah ada kolam, so why not planning a floating stage for our wedding?” Mereka pun menentukan tema white and blue supaya cocok dengan suasana kolam. “Ceritanya, married at my backyard pool,” kata Yuvi.

Konsep pernikahan yang disebut hanya membutuhkan persiapan 2,5 bulan ini adalah outdoor party dan blue and white themed. Inspirasi untuk dekorasi banyak mereka dapatkan dari Pinterest. Agar lebih match, manten menggunakan blue attire sedangkan tamu mengenakan white attire. Karena ingin tetap mingle dengan keluarga dan para sahabat setelah prosesi selesai, Yuvi dan Hata menyewa accoustic band pada malam harinya.

Meskipun tidak ada upacara adat yang dilakukan, Yuvi dan Hata sangat menikmati acara pernikahan mereka. “The highlight would definitely be the preparation, it was crazy yet thrilling. Thank God it went extraordinary for us. Sakral ijab qabulnya dapet, family and friends gathering juga dapet,” tutup Yuvi yang sedang mempersiapkan acara resepsi untuk 9 Januari 2016 nanti.

Top 3 vendors yang direkomendasikan Yuvi adalah:

1. Mitra Flower & Decoration

“Dari semua vendor dekorasi yang kita temuin, cuma Pak Mitro yang akhirnya mau menyanggupi dekor di tanggal segitu. Semua pasukannya dikerahkan sebelum pulang kampung dan persis setelah lebaran. Top deh!”

2. Primayurie Photography

“Karena memang sering motret kawinan di Bali, Mas Yurie udah ahlinya. Meskipun temanya modern, kita tetap ngikutin syariah Islam dalam ijab qabul. Pengantin wanita stay di kamar dan buku nikah dibawa ke kamar pengantin untuk ditandatangani. Nggak boleh ada cowok yang motret. Kita baru tahu ini H-3 dan tim dari Mas Yurie cowok semua. Tapi, Mas Yurie finally come up with solution. He is so professional dan bisa diajak sharing bareng. Jadi, kita dapet input bagus-bagus untuk produce a great outcome.”

3. Joice Ananta

“MUA yang asyik dan ngertiin banget maunya client. She is adorable with a great personality.”

Untuk para brides-to-be, Yuvi berpesan, “Enough rambling about the party, lebih fokus ke our relationship aja. Dari PDKT sampe pacaran, kami LDR. We both have most likely opposite personality to each other. Dia lebih laid back, akunya suka everything yang sistematis. Aku suka all over the place dan heboh sendiri, dia lebih chill dan tenang. Dia super jorok dan berantakan, aku rapi. Tapi, one thing in common we share the same value and vision in life. Jadi, untuk para pasangan out there yang mungkin juga LDR, different is beautiful asal kalian bisa work that out dan put everything together that different will fulfill each other.”

×