Lamaran adat Bali dan Jawa ala Achi & Yoga di Harlequin Bistro

By NSCHY on under The Engagement

Bali-Javanese Engagement Style by Achi & Yoga at Harlequin Bistro

Style Guide

Style

Traditional

Venue

Restaurant

Colors

Vendor That Make This Happened

Event Styling & Decor Lulla Decora

Photography Warna Project

Make Up Artist Yunita Irawan

Hair Do Enike Natalia

Venue Harlequin Bistro

Jewellery & Accessories Puri Artha Bali

Wedding Shoes BŸRA Official

Wedding Cake Natasha's Party Cakes

“Di tengah kegalauanku selama 2 tahun sendiri karena sulitnya mencari laki-laki Bali yang seagama dan cocok, aku dan Yoga dipertemukan lewat sosial media. Aku bisa bilang bahwa Yoga adalah jawaban terbaik dari doa-doaku, dan rencana Tuhan memang yang terbaik, datang di waktu yang terbaik pula” cerita Achi.

Sosial media Instagram menjadi saksi dan menjadi mak comblang untuk Achi dan Yoga. Di bulan Desember 2017 lalu, Yoga mengikuti akun Instagram Achi. Entah darimana datangnya, tanpa mutual friend. Yoga sering coba mengirim pesan ke Achi, yang kadang dibalas, kadang diacuhkan. Entah kenapa, di bulan Januari 2018, Achi berubah pikiran dan mulai membalas pesan Yoga, dan dari situlah Yoga meminta kontak LINE Achi. Selanjutnya? Sejarah dimulai.

Setelah sama-sama merasa cocok ngobrol di LINE, Yoga memberanikan diri untuk mengajak Achi bertemu. Sebulan PDKT, perasaan nyaman pun juga timbul di Achi. Di bulan Februari selanjutnya, mereka memutuskan untuk menjalin hubungan.

Long story short, di bulan September lalu, Yoga jadi sering bertanya soal pengalaman persiapan kakak-kakak Achi sebelumnya, mulai dari prosesi, sampai dengan waktu persiapan. Ya, pertanyaan-pertanyaan Yoga itu memang bukan tanpa alasan. Sampai akhirnya, pada suatu malam minggu saat sedang main di rumah Achi, Yoga memberanikan diri untuk berbicara dengan orang tua Achi.

“Yoga bilang, dia mau bicara sama papa dan mama. Ternyata, tujuan kita sama, nggak mau lama pacaran, mau ke jenjang yang serius. Yoga bilang ke orang tuaku kalau dia sudah merasa cocok sama aku dan mau serius. Haru dan bahagia, aku nggak menyangka akan secepat ini.” cerita Achi.

Di adat Bali, umumnya lamaran dikenal dengan sebutan Memadik / Ngidih (meminang) yang biasanya dilakukan beberapa hari sebelum acara pernikahan itu sendiri. Tapi, karena besar di Jakarta dan mama Achi berasal dari Jawa, maka tradisi lamaran dan Sungkeman tetap dilakukan.

Bali-Javanese Engagement Style by Achi & Yoga at Harlequin Bistro

“Kita mengadakan lamaran di Jakarta dengan memadukan adat Bali dan Jawa, keluarga kita di Bali bersemangat banget dengan acara ini” cerita Achi.

Acara lamaran berlangsung kurang lebih seperti pada umumnya, penerimaan seserahan dari keluarga Yoga, doa sambil membawa Banten Pejati (salah satu sarana persembahyangan umat Hindu) untuk memohon kelancaran dan keselamatan, dan dilanjutkan dengan prosesi lamaran itu sendiri. Setelah diterima, acara dilanjutkan dengan perkenalan keluarga besar, pertukaran cincin, dan penyerahan seserahan set perhiasan, perlengkapan sembahyang dan kitab suci Veda. Terakhir, proses sungkeman dilakukan.

Bali-Javanese Engagement Style by Achi & Yoga at Harlequin Bistro

Bali-Javanese Engagement Style by Achi & Yoga at Harlequin BistroVenue adalah satu proses panjang untuk Achi dan Yoga. Butuh waktu lama dan pertimbangan yang rumit sampai akhirnya memutuskan untuk mengadakan lamarannya di Harlequin Bistro. Ruangan yang cukup besar, desain interior yang mewah dan klasik supaya minim dekor, pilihan makanan lokal dan barat yang lengkap, parkir yang luas, lokasi yang strategis dan ada panggung kecil untuk band adalah pertimbangan yang membuat mereka merasa mantap dengan Harlequin Bistro. “Oh ya, selain itu, di halaman belakang ada taman untuk anak-anak bermain!” tambah Achi.

Soal dekor, karena desain interior Harlequin Bistro sudah cukup mewah, Achi dan Yoga hanya perlu menambahkan beberapa sentuhan personal dari mereka, seperti welcome sign, backdrop untuk berfoto, standing flower dan flower wreath yang berinisialkan nama mereka.

Bali-Javanese Engagement Style by Achi & Yoga at Harlequin Bistro

“Aku memilih nuansa hijau untuk kebayaku dan keluarga perempuan untuk memberikan kesan fresh yet bold, yang dekat dengan khas Bali dengan warna-warna bold-nya. Aku mengenakan kebaya berwarna hijau olive yang dibalut dengan selendang oranye dengan bawahan songket bordir khas Bali. Aku juga mengenakan sanggul Bali, lengkap dengan aksesoris rambut khas Bali. Sedangkan, Yoga mengenakan beskap berwarna cokelat kehijauan yang ditambah dengan Udeng khas Bali dengan bawahan songket bordir Bali dengan motif yang sama” cerita Achi.

Bagi Achi, hari itu adalah hari yang paling tepat, karena bertepatan dengan Hari Ibu, dan hari ulang tahun Yoga. Di hari itu, Achi dan Yoga memberikan bouquet bunga untuk ibu masing-masing, yang ditutup dengan kejutan ulang tahun untuk Yoga.

Top 3 Vendor:

1. Harlequin Bistro

“Rasanya puas dan senang memilih Harlequin Bistro sebagai venue pernikahan kita, karena pihak resto sangat membantu dan informatif menghadapi kliennya. Ditambah lagi, Harlequin punya ruangan yang luas dengan interior mewah, lahan parkir luas, dan lengkap dengan adanya playpark di halaman belakang. Banyak tamu yang memuji venue lamaran kita karena selain luas, nuansanya juga homey.”

2. Warna Project

“Selain foto dan videonya yang bercerita, pelayanan dari fotografer dan videografernya juga maksimal. Mereka sabar dan sangat membantu untuk berpose dan mencari spot yang oke. Banyak juga yang nanya ke kita vendor dokumentasi ini, karena dari hasil foto-foto kita, tone dari Warna Project ini berciri khas, berbeda dengan yang lain. Bahkan, jadi ada juga temanku yang ikut pakai Warna Project untuk lamarannya.”

3. Yunita Irawan dan Enike Natalia

“Riasan Yunitairawan pas untuk acara lamaranku di siang hari, nggak terlalu bold, tapi juga nggak terlalu flawless. Aku memang nggak memilih riasan flawless karena aku mengenakan sanggul dan aksesoris Bali yang identik dengan sentuhan bold. Aksesoris di rambutku cukup ramai, hiasan bunga di rambutku juga berwarna cukup terang, tapi riasannya bisa pas. Paduan riasan yang sedikit bold dengan lipstik nude glossy membuatku terlihat fresh. Aku juga puas dengan hairdo kak Enike, sanggul Bali dan aksesoris rambutnya sangat pas, padahal aku merasa bahwa nggak semua hairdo di Jakarta bisa memasangkan sanggul Bali dengan pas”

Tips untuk brides to be:

“Pastikan jumlah tamu undangan, karena itu berpengaruh terhadap pemesanan katering dan pemilihan venue kalau berencana untuk menyewa tempat. Selanjutnya, pemilihan cincin tunangan, karena ini adalah salah satu hal yang terpenting untuk acara lamaran. Memilih model dan mencocokan ukuran juga memakan waktu yang cukup lama, jadi lebih baik disiapkan dari jauh-jauh hari. Selanjutnya adalah seserahan, sebaiknya disiapkan dari jauh-jauh hari karena pemilihan seserahan dan dekorasinya tempatnya juga memakan waktu cukup banyak. Untuk memilih isi seserahan, usahakan barang yang benar-benar akan dipakai nantinya. Lalu, untuk busana, pilihlah warna dan model yang memang disukai, supaya serasi, bisa juga menyamakan warna atau motif dengan pasangan. Yang juga sama pentingnya, jaga kesehatan, hindari stress, dan jaga komunikasi. Kadang, kalau aku lagi merasa lelah dan stress, aku mengingat-ingat kembali bahwa bertemu jodoh adalah hal yang aku impikan, dan lamaran adalah proses yang harus dilewati untuk menuju hari istimewa tersebut, biasanya ini bisa bikin aku semangat kembali. Saat menuju ke hal indah dan baik, nikmati prosesnya ya!”

Bali-Javanese Engagement Style by Achi & Yoga at Harlequin Bistro
Shop