Beautiful and Lavish Wedding at Hotel Mulia Jakarta

By Friska R. on under The Wedding

Style Guide

Style

International

Venue

Hotel

Colors

Vendor That Make This Happened

Holy Matrimony

Tea Pai Ceremony

Bride's Attire QiPao - Biyan

Groom's Attire Agus Lim

Wedding Reception

Venue Hotel Mulia

Event Styling & Decor Nefi Decor

Photography Indigosix Photoworks

Videography Axioo (Jimmy)

Bride's Attire Biyan

Make Up Artist Susy Kleo

Jewellery & Accessories Rosalyn Citta

Groom's Attire Prada

Wedding Cake Le Novelle

Wedding Organizer MKE

Ada yang masih ingat dengan Fidela dan Jovan? Pasangan ini pernah di-featured oleh The Bride Dept untuk acara lamaran mereka yang sangat cantik dan didominasi oleh warna-warna pastel. Beberapa bulan setelah acara lamaran tersebut, mereka pun melangsungkan resepsi pernikahan yang tidak kalah cantiknya. Simak ceritanya yuk!

Karena mereka berdua sama-sama merupakan keturunan Tionghoa, maka Jovan pun harus mengikuti ritual sesuai adat sebelum bertemu dengan Fidela di hari pernikahannya. Hal ini pun dimulai dengan kehadiran Jovan menjemput Fidela dari kediaman orang tuanya pada pagi hari. Setelah bertemu dan memberi hormat kepada orang tua Fidela, Jovan pun dibawa ke kamar di mana Fidela menunggu untuk dijemput Jovan. Akan tetapi sebelum mereka bertemu, Jovan pun harus melalui sedikit rintangan. Rintangan tersebut biasanya berupa games yang sudah dipersiapkan oleh bridesmaids. Para bridesmaids pun menyuruh Jovan dan groomsmen untuk mengenakan lingerie dan merayu Fidela dari balik pintu!

Setelah akhirnya bertemu dengan Fidela, mereka pun bertolak menuju Hotel Mulia Jakarta, tempat dilaksanakan acara tea pai. Tea pai adalah upacara menyajikan teh kepada orang yang dituakan, baik orang tua, kakek nenek, ataupun saudara yang sudah menikah. Untuk dekorasi acara ini, ia pun memutuskan untuk menggunakan konsep chinoiserie dengan kombinasi warna pink dan hijau muda. Hal ini dilatarbelakangi impiannya bahwa calon suaminya kelak akan melihat wedding dress nya pada saat ia memasuki gereja, didampingi oleh sang ayah. Selain itu qipao atau cheongsam pun sebenarnya lebih cocok digunakan untuk acara yang sarat dengan adat Tionghoa ini.

Setelah prosesi teapai ini berakhir, barulah mereka berangkat lagi Gereja Katedral untuk melangsungkan upacara pemberkata. Menurut, mempersiapkan pernikahan di gereja Katolik ini cukup complicated. Ia pun menyarankan kepada pasangan-pasangan yang beragama Katolik untuk mengurus surat-surat yang dibutuhkan dari jauh-jauh hari. “Harus mendaftar 6 bulan sebelumnya dan make sure semua persiapan sudah dilakukan dari jauh-jauh hari. KPP, Kanonik, surat-surat yang dibutuhkan juga cukup banyak. Siap-siap sekitar 9-12 bulan sebelum hari H is very recommended. Karena memakan waktu dan orang gereja tidak bisa diburu-buru untuk prosesnya.”

Setelah pemberkatan selesai, Jovan dan Fidela pun melanjutkan rangkaian pernikahannya dengan prosesi adat Chinese di salah satu kamar di Hotel Mulia. Prosesi tersebut adalah memakan ronde dan misua,  sejenis mie halus yang bewarna putih. Acara ini pun hanya berlangsung sekitar 30 menit karena Fidela harus melakukan touch up untuk acara resepsi malam harinya. Dengan padatnya rangkaian acara di satu hari yang sama, Fidela berujar “Pilih wedding organizer yang memang sudah berpengalaman dan jagalah kesehatan supaya nggak kelelahan!”

Resepsi pernikahan Fidela dan Jovan yang diadakan di ballroom Hotel Mulia ini didominasi oleh warna putih dan pattern laces. Konsep tersebut memang sengaja dibuat sama dengan undangan mereka. Untuk dekorasi pelaminan, Nefi Decor mengaplikasikan laces menjadi beberapa layer dan memberikan sentuhan bunga yang bernuansa soft pink. Favorit Fidela dari keseluruhan dekor adalah crystal chandeliers dan hanging cake yang ditempatkan di tengah ruangan, tempat ia dan Jovan melakukan first dance.

Rangkaian acara pernikahan mereka yang ditutup dengan acara after party pun meninggalkan kenangan tersendiri bagi Fidela dan Jovan. Semua tamu dan vendor sangat menikmati after party dengan gembira dan pulang dengan perasaan puas. Tetapi yang paling lucu adalah ketika Jovan “passed out” dan ia harus didorong dengan kursi roda ke kamar pengantin! Tak hanya itu, ternyata ayah Fidela yang membantunya untuk mengganti baju dan sepatu pada malam pertama mereka berdua! Ngga kebayang ya malunya seperti apa. Hihi…

Overall, Fidela dan Jovan sangat puas dan gembira dengan rangkaian acara pernikahan mereka. Top three vendors rekomendasi mereka adalah

1. Indigo Six Photoworks

“They are like family! Sangat attentive, dan kami masih berteman hingga sekarang. Foto-foto yang dihasilkan juga sangat bagus.”

2. Jimmy Axioo Videography

“He’s very passionate about his work, he did an amazing job and we loved our prewed and wedding videos. Very professional, committed, artistic, and he can capture simple things that gives soul to the video.”

3. Nefi Decor

“Selain karena beliau masih family (sepupu ayah saya), we all know how amazing he is.”

Check Out The Vendor

Comments

marsela

Hai, Ruslim
nice recommendation for wedding theme party, tp ada sedikit yang ingin ditanyakan dan dikonfirmasi cerita proses adat tionghoa-nya sepertinya ada kekeliruan urutan deh. krn tradisi yang sudah berlangsung turun temurun adalah CPP menjemput CPW lalu keluar kamar makan misua (artinya CPW terakhirkali diberi makan oleh ortu CPW memakan misua dgn 12 macam sayuran yang disediakan ) dl kemudian bisa langsung teapai keluarga CPW apabila dilangsungkan pagi hari (apabila tidak teapai bisa digabungkan ditempat yg sudah ditentukan.) lalu kembali ke rmh CPP disana ada prosesi penghormatan pad aortu CPP lalu mkn ronde (biasa ada jumlah tertentu jumlah ronde yang dimkn dan ini pun ada arti khususnya) barulah acara teapai keluarga CPP (apabila tidak bisa teapai ditempat yang telah ditentukan) baru menuju gereja untuk pembrkatan pernikahan setelahnya akan dilanjutakan ke tepat resepsi. 🙂 thank you

Reply
Friska R.

FA_Ruslim

Hi Marsela,

Thanks for the suggestion. Untuk urutan pernikahan adat Tionghoa/ Chinese, urutannya memang seperti yang Marsela sebutkan. Tetapi article ini adalah hasil wawancara dengan pengantinnya dan mungkin mereka memodifikasi-nya dengan alasan waktu hehe.

Reply

Cath

Boleh tahu siapa yang dekor di gereja Katedral?

Reply
×