Pernikahan Adat Betawi ala Rannisa dan Glen

By Friska R. on under The Wedding

Style Guide

Style

Traditional

Venue

Hall

Colors

Vendor That Make This Happened

Wedding Reception

Venue Sampoerna Strategic Square

Event Styling & Decor Akasya Decor

Photography Jacky Suharto

Bride's Attire Rama Dauhan

Make Up Artist Marlene Hariman

Catering Akasya Catering

Invitation The Distillery Asia

Perkenalan pertama antara Rannisa dan Glen terjadi di Bali pada tahun 2011. Ketika itu mereka memiliki lingkaran pertemanan yang sama dan kebetulan mereka juga sedang berlibur ke Bali. Hal itulah yang mengharuskan mereka untuk berada di pesawat yang sama dan tinggal di villa yang bersebelahan. Di sanalah Rannisa dan Glen mulai dekat dan berpacaran sampai jenjang pernikahan. Mereka mempersiapkan pesta pernikahan adat Betawi yang sangat indah. Yuk, baca selengkapnya!

Dalam menjalani masa pacaran, mereka berdua memang memutuskan untuk serius sedari awal. Tetapi pada malam takbiran 2014, Glen pun datang ke rumah Rannisa untuk berbicara langsung dengan ayahnya. Yang mengejutkan adalah Rannisa tidak tahu sama sekali mengenai niat Glen itu. Tentu saja ia kaget sekaligus senang dengan niat tulus Glen untuk berhubungan lebih serius.

Persiapan pernikahan Rannisa dilakukan selama kurang lebih 7 bulan sejak penentuan lokasi. Mereka pun memutuskan untuk memasukkan sentuhan adat Betawi di pernikahan ini karena Glen merupakan asli dari Jakarta. Mengenai hal ini, Rannisa mengatakan bahwa keluarga tidak berkeberatan karena ini merupakan pernikahan pertama dengan orang Betawi bagi keluarga mereka sehingga akan ada suasana baru.

Rannisa mengaku bahwa ia dan Glen sangat perfeksionis dan mereka merencanakan pernikahan ala betawi ini dengan sangat detail. Untuk pemilihan warna, mereka cuma ingin menggunakan warna putih, hijau, dan coklat kayu. Jadi elemen-elemen, seperti undangan, baju keluarga, hingga dekorasi memiliki warna yang senada. Pelaminan mereka pun menggunakan konsep rumah betawi yang didominasi dengan kayu dan juga digantungi oleh lampion ala betawi. Agar suasana Betawi-nya lebih terasa, mereka pun menghadirkan gambang kromong dan secara khusus memilih gelas blirik sebagai souvenir. Mereka mengatakan bahwa mereka memang sedikit picky untuk vendor dekorasi sehingga mereka menggantinya hingga 3 kali!

Konsep adat Betawi pun juga diterapkan pada busana pernikahan Rannisa. Semenjak awal, Rannisa memang ingin model kebaya yang tidak biasa tetapi tetap terlihat classy dan elegant. Tidak hanya itu, ia juga memang sudah “melirik” Rama Dauhan sebagai designer kebayanya dan hebatnya Rama bisa membaca personality Rannisa yang menginginkan bahan solid ketimbang bahan full brokat. Setelah beberapa kali brainstorming, akhirnya munculah ide kebaya encim dengan bordir dan payet silver greyish serta pearl. Kesan classy dan elegant pun didapatkan dengan cape bordir panjang di belakangnya.

Pada acara pernikahannya ini, Rannisa ingin teman-teman terdekatnya terlihat outstanding dari konsep keseluruhan. Oleh karena itu, ia memberikan seragam warna-warni ala none Betawi, lengkap dengan selendangnya. Tetapi untuk kain, ia memberikan kebebasan kepada 30 bridesmaids-nya untuk mengenakannya sebagai rok ataupun celana dengan layer.

Bagi Rannisa, highlight dari acara pernikahannya adalah pada saat akad nikah karena perasaan deg-degan yang luar biasa. Namun di acara itu, ia mengenakan kebaya kutu baru yang ibunya kenakan 30 tahun lalu pada saat akad nikah. Rannisa pun bertekad untuk menyimpan kebaya itu untuk pernikahan anak perempuannya kelak.

Ia mengungkapkan bahwa tantangan terbesar dalam persiapan pernikahannya ini adalah menyatukan kedua pendapat yang berbeda, apalagi ketika mendekati hari H. Konflik-konflik kecil semakin bermunculan.

“Kalau tips dari aku adalah do it by yourself. Kami berdua langsung terjun ke lapangan untuk persiapan pernikahan dan kami tidak mengandalkan orang lain. Jasa wedding organizer hanyalah pada hari H saja. Bantuan keluarga juga sangat berarti lho, dari hal kecil sampai yang besar. Oh ya, pilihlah jasa wedding organizer yang memiliki jam terbang yang sudah tinggi dan sudah pernah in-charge di venue pernikahanmu. Good luck!”