Pernikahan Nuansa Hitam dan Putih ala Melissa dan Hendry

By Friska R. on under The Wedding

Style Guide

Style

International

Venue

Restaurant

Colors

Vendor That Make This Happened

WEDDING RECEPTION

Venue Pearl Chinese Restaurant, JW Marriot Kuningan

Wedding Organizer Lollipop

Photography Bernardo Pictura

Make Up Artist Yazid

Videography Papercranes Productions

Bride's Attire Imelda Hudiyono

Groom's Attire Brillington & Brothers

Others Bouquet - Fleuri by Miss. Roesli

Wedding Cake Gordon Blue

Catering Pearl Chinese Restaurant, JW Marriot Kuningan

Event Styling & Decor Image Decoration

Invitation Happy Card

Souvenir Hendry & Melissa

Wedding Entertainment Southern A.M

Memang banyak sekali cara yang membuat kita bisa bertemu dengan pasangan. Mungkin ada yang bertemu di tempat kerja, dikenalkan oleh teman, atau mungkin sebenarnya dia adalah teman dari sejak lama. Cerita hari ini datang dari Melissa dan Hendry yang sudah berteman semenjak keduanya masih di bangku SMP. Pertemanan mereka berdua pun terus berjalan karena keduanya juga bersekolah di SMA yang sama, hanya saja mereka tidak pernah sekelas. Melissa dan Hendry mengadakan pernikahan nuansa hitam dan putih yang unik sekali. Yuk, kita baca kisah mereka!

Namun pertemanan mereka harus terpisahkan oleh jarak karena keduanya memilih kota yang berbeda ketika kuliah. “Kami bertemu kembali di Jakarta setelah kuliah. Di saat itu kondisi kita sama-sama sendiri dan ternyata kami merasakan kecocokan satu sama lain. Jadi setelah 9 tahun berteman, akhirnya kami memutuskan untuk berpacaran. Dan setelah berpacaran kurang lebih 4 tahun, kami pun memutuskan untuk menikah,” ungkap Hendry tanpa basa basi.

Cara Hendry melamar Melissa pun bisa dibilang romantis dan tak terduga. Ketika mereka berdua berlibur di Melbourne. Hendry mengajak Melissa untuk jalan-jalan di malam hari, namun tiba-tiba hujan turun dan mereka harus berteduh di suatu tempat. Di saat itulah, Hendry mengeluarkan kotak cereal dari tas ranselnya dan di dalam kotak itu ada Lego Man yang sudah memegang cincin. Right at that moment, he proposed to her and of course, she said Yes!

Persiapan pernikahan Hendry dan Melissa dilakukan selama 8 bulan dan mereka memilih tema siluet ilustrasi chalkboard. Hal ini dikarenakan oleh kecintaan mereka akan warna hitam dan putih. “Kami kurang suka dengan warna dengan tema-tema lembut, jadi kami memilih warna hitam dan putih yang memberikan kesan bold dan kami memang menambahkan warna emas dan detail bunga putih untuk memberikan kesan elegan,” jelas Melissa mengenai tema pernikahannya. Walaupun warna hitam adalah sesuatu yang tabu di pernikahan Chinese, Melissa dan Hendry mendapatkan dukungan penuh dari orang tua masing-masing. “Syukurnya orang tua kami sudah berpikiran modern dan selalu memberikan total support ke kami, sehingga warna yang dipilih tidaklah menjadi halangan.”

Nuansa warna black and white ini juga terlihat di seragam bridesmaids dari Melissa. Uniknya, seragam mereka dibuat dengan motif stripes. Honestly, we never see something very bold and unique like that. Hal unik lainnya dari pernikahan mereka ini adalah dengan adanya unsur handwriting di chalkboard sebagai background. One thing that they like the most about it is that it can be personalized!

“Semuanya kami persiapkan sesuai dengan personality masing-masing sehingga apapun yang kami pilih memang menggambarkan style kami. Semua vendor yang membantu kami dalam pernikahan ini dipilih secara hati-hati dan harus memilih chemistry dengan kami. Kami merasa sangat beruntung karena kami dapat bertemu dengan pihak-pihak yang mau bekerja dengan hati dan memiliki passion di bidangnya, tidak hanya memikirkan dari segi komersil saja,” ujar Melissa dengan bahagia.

Banyak hal yang menjadi highlight dari pernikahan ini, dimulai dari maid of honour yang memberikan surprise berupa lagu hingga speech yang diberikan oleh saudara kandung Melissa di tengah acara. Namun hal yang sangat berkesan adalah ketika keduanya memutuskan untuk melakukan first dance. “Kami tidak memiliki basic menari sama sekali dan memang tidak ada persiapan sebelumnya. Jadi semuanya diputuskan secara spontan, bahkan lagunya di-download oleh WO kami saat itu juga. Namun yang anehnya, kami sangat enjoy the moment dan bisa berdansa sesuai dengan iringan lagu.”

Melissa dan Hendry sangat puas dengan kerja dari vendor yang mereka pilih dan mereka tidak bisa memilih top three vendors.

  • Bernardo Pictura

Sangat kooperatif, ontime dan bisa membangun chemistry dengan kami

  • Papercranes Productions

Sangat profesional, bisa membangun chemistry dengan kami meskipun mereka dari Australia dan mereka juga menghasilkan SDE yang sangat inspiratif

  • Lollipop WO

Sangat profesional, kooperatif, well organised dan detail sekali. Mereka juga sangat gesit, on time dan bisa bergerak cepat di masa-masa kritis.

  • Imelda Hudiyono

Great attention to details, memberikan pelayanan yang sangat baik , mau berdiskusi dengan bride.

  • Brillington & Brothers

Sangat detail dan memberikan wawasan kepada groom tentang tailor-made. Mereka tidak hanya menjual “jas”.

  • Southern A.M

Sangat entertaining, perhitungan sound yang sangat baik untuk ukuran ruangan yang kami pakai. Mereka juga mendapat banyak pujian dari para tamu.

  • Fleuri by Miss. Roesli

Sangat profesional dan bahkan mereka mengantar sendiri hand bouquet-nya sampai ke kamar untuk memastikan keamanan bouquet tersebut agar tetap indah (tidak mau dipegang2 oleh concierge atau siapapun). Hasilnya juga sangat sesuai dengan apa yang diinginkan dan mendapat banyak pujian dari para tamu.

  • Yazid

Flawless make-up tanpa merubah wajah asli dari bride. ontime, tidak memaksakan typical trend make-up indonesia.

Tips dari kami untuk brides-to-be adalah selalu mengikuti apa yang kalian berdua inginkan dan jangan terlalu memusingkan komentar orang lain. Pilihlah vendor yang benar-benar diinginkan dan bisa “nyambung” dengan kalian, jangan hanya vendor itu terkenal atau harganya murah. Yang paling terpenting adalah perbanyak research dan jangan takut untuk tidak mengambil paket gabungan.