Bugis Style Engagement of Nina Zatulini and Chandra

By Friska R. on under The Engagement

Style Guide

Style

Traditional

Venue

Residential

Colors

Vendor That Make This Happened

Engagement Reception

Venue Private Residence

Event Styling & Decor Lucro

Photography Delucce

Videography Anan Liansyah

Kebaya Andhita Siswandi

Make Up Artist Ryan Ogilvy

Nina Zatulini dan Chandra bertemu empat tahun yang lalu dalam sebuah acara. Mereka hanya sebatas berkenalan dan tidak memiliki perasaan apa – apa. Awalnya Nina merasa Chandra berusaha mendekati Nina, namun karena Chandra kembali ke Melbourne untuk sekolah maka hal itu tidak berlanjut. Kemudian Chandra dan Nina malah pacaran dengan orang lain. Sampai akhirnya di tahun 2014, tiba – tiba Chandra mengirimkan pesan via messenger kepada Nina. Namun kali ini berbeda karena Chandra dan Nina sama – sama berstatus single. Setelah itu mereka pun semakin dekat dan memutuskan untuk pacaran.

“Hubungan kita sudah masuk satu tahun lima bulan saat merencanakan pernikahan. Sebelum melamar aku secara resmi dengan keluarga, Chandra berencana untuk propose aku sambil dinner di sebuah restoran pilihannya di daerah Senopati. Namun karena aku syuting seharian dan jalanan macet, kita sampai di restoran jam 10 malam padahal Chandra booking untuk jam 7 malam dan saat itu sudah closed order. Kita pun sempat memohon untuk boleh dijadikan sebagai pengunjung terakhir di restoran itu. Alhamdullilah, dengan usaha dan sempat emosi kita berhasil dinner dan berakhir manis karena Chandra propose aku setelah late dinner tersebut, hehehe,” kenang Nina.

Nina mempersiapkan acara lamaran dengan orangtuanya tanpa mengajak kerjasama WO selama kurang lebih 1,5 bulan. Tantangan terbesar adalah ketika harus membagi waktu antara pekerjaan Nina dan persiapan lamaran yang singkat tersebut. “Syuting striping sangat menyita waktu, bahkan terkadang harus pulang pagi. Selain itu lokasi syuting yang jauh membuat aku bolak balik untuk meeting dengan vendor dan mencari keperluan lamaran. Kadang sampai tidak tidur atau tidur di mobil saja,” ungkap Nina.

Lamaran Nina dan Chandra mengusung adat Bugis dan Makasar sesuai dengan background keluarga Chandra.  Nina mengenakan kebaya berwarna lime green yang dipadankan dengan bawahan kain sutra Bugis. Keluarga Chandra juga hadir dengan menggunakan baju bodo khas Bugis – Makasar dan memberi seserahan kepada Nina berupa kain dan makanan khas Makasar. Dekorasi pada lamaran Nina terinspirasi dari acara lamaran kakak Nina sebelumnya dan hasil browsing di internet.

 

Higlight dari acara lamaran Nina dan Chandra adalah ketika Chandra dikerjai oleh Nina dan mamanya di hadapan keluarga dan orangtuanya. “Saat aku “disimpan dulu sebelum ketemu Chandra, aku minta sama mama untuk kerjain dia dulu sebelum aku bertemu dia. Chandra harus menyanyikan lagu Twinkle Twinkle Little Star, lagu yang biasa dinyanyikan Chandra kalau aku lagi manja di Facetime sama dia. Alhasil dia nyanyi dengan muka yang merah dan gemetar menahan malu, hehehe. Momen lainnya adalah saat calon kakak iparku yang keturunan Betawi mengajak pantun keluarga Chandra. Chandra dan keluarganya berusaha membalas walaupun mereka tidak bisa berpantun, hehehe.”

Nina mengaku bahwa semua vendor yang terlibat dalam acara lamarannya mulai dari MUA, desainer, dekorasi memuaskan dan bisa memenuhi harapannya meskipun persiapannya yang sangat singkat.

Berikut tips dari Nina untuk para brides to be yang akan mempersiapkan acara lamaran, “Lamaran tidak serumit persiapan pernikahan jadi seharusnya kita masih bisa atur sendiri. Buat rencana dan catatan yang jelas supaya tahu mana yang kurang. Boleh saja terima saran dan masukan dari orang lain namun tetap sesuaikan dengan kemampuan kita. Sering – sering share juga dengan keluarga dan saudara lainnya. Terkadang kita ingin urus dan handle sendiri semuanya, akhirnya malah jadi stress sendiri.