Pesta Lamaran Berkonsep Burgundy Aulia dan Dimas

By Vonika on under The Engagement

Style Guide

Style

Traditional

Venue

Residential

Colors

Vendor That Make This Happened

The Engagement

Venue Private Residence

Bride's Attire Lilik Modes & Oemito House of Kebaya

Groom's Attire Oemito House of Kebaya

Event Styling & Decor Mitra Flower

Photography HWP Photo

Videography Ruang Photoworks

Make Up Artist Monica May

Hair Do Rendy Njoo

Aulia dan Dimas sudah bertemu sejak keduanya masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama. Kala itu, Aulia mengenal Dimas dari salah satu temannya yang merupakan teman satu kelas Dimas. Walaupun mereka masih SMP, tetapi Dimas sudah mulai mendekati Aulia. Namun, ketika itu Aulia tidak terlalu menanggapi Dimas sehingga banyak sekali yang me-nyomblangi­ mereka. “Banyak yang menginginkan aku sama Dimas pacaran, tetapi aku tetap cuek saja sampai kami berdua lulus dari SMP tersebut, hehehe,” tambahnya.

Setelah lulus, Aulia dan Dimas memilih SMA yang berbeda, tetapi komunikasi mereka pun tetap terjalin. Aulia mengaku, sejak mereka masuk SMA, entah kenapa komunikasi tersebut terus berlanjut dan semakin intens. Hingga akhirnya pada tanggal 26 Agustus 2007, untuk kesekian kalinya, Dimas menyatakan cintanya kepada Aulia. “Dimas memang tipe orang yang tidak romantis. Jadi ketika itu, dia mengutarakannya hanya lewat pesan singkat saja. Namun, karena seiring berjalannya waktu dan aku sudah merasa sangat nyaman sekali dengan dia, akhirnya aku pun menerima dia jadi pacarku,” cerita Aulia.

Perjalanan cinta Aulia dan Dimas tidak semulus yang diharapkan. Keduanya sempat putus-nyambung di awal-awal pacaran. Selain itu, keduanya pun sempat menjalani pacaran jarak jauh pada tahun 2010-2012 dikarenakan Dimas harus melanjutkan study-nya di Melbourne, dan di pertengahan tahun 2012 Dimas pun harus melanjutkan study­-nya kembali di Surabaya. “Singkat ceritanya, di awal tahun 2014, Dimas mengatakan bahwa dia berniat ingin melamar aku setelah bisnis ­foodtruck-nya berjalan. Akhirnya niat baik Dimas pun terealisasikan. Pada saat lebaran tahun kemarin, Dimas dan keluarganya datang ke rumahku untuk bersilatuhrahmi dan meminta izin untuk melamar aku. Acara lamaran pun ditetapkan pada tanggal 26 Desember 2015 dan kebetulan juga pada bulan tersebut adalah bulan ke-100 kami berpacaran,” tutur Aulia.

Acara lamaran Aulia dan Dimas dimulai pada pukul 09.00 WIB yang bertempat di kediaman Aulia. Acara tersebut hanya dihadiri keluarga besar dan kerabat dekat saja. “Kebetulan keluarga dari papaku cukup banyak dan acara lamaranku bertepatan dengan long weekend sehingga keluarga yang rumahnya jauh pun sempat datang untuk menghadiri acaraku,” ujar Aulia. Dalam mempersiapkan acara ini, Aulia mengaku tantangan terbesar yang dialami, yaitu ketika perbedaan pendapat dengan orang tua mengenai vendor-vendor yang akan mereka libatkan. “Jadi, ketika aku mencari sendiri vendor-vendor tersebut, ada beberapa vendor yang orangtua aku tidak setuju. Selain itu juga, aku dan orang tuaku sempat berbeda pendapat mengenai souvenir dan jumlah angsulan yang akan diberikan kepada pihak pria. Tetapi, semuanya pun dapat diselesaikan dengan baik. Akhirnya terpillihlah vendor-vendor sesuai dengan kesepakatan bersama,” ucap Aulia.

Untuk konsep acara lamarannya, Aulia dan Dimas sepakat menggunakan adat Jawa dengan dekorasi yang didominasi warna merah maroon, gold, dan putih. Hal ini dikarenakan, Aulia ingin menyesuaikan dengan warna kebaya-nya. “Pada awalnya aku tidak ada keinginan untuk memakai kebaya warna burgundy, tetapi pada saat aku berada di toko kain, aku menemukan warna kebaya burgundy dan sepengetahuanku jarang sekali ada di toko kain yang lain. Akhirnya aku pun pilih warna itu. Selain itu, aku juga kebingungan untuk mencari penjahit kebaya karena aku memang jarang sekali menjahit kebaya. Namun, calon mertuaku memiliki penjahit kebaya langganan dan hasilnya pun sangat bagus dan memuaskan,” tutur Aulia.

Untuk mempersiapkan acara lamaran ini, Aulia dan Dimas mengaku hanya memerlukan waktu 2,5 bulan saja. Aulia mendapatkan inspirasi vendor-vendor tersebut dari Instagram. Meskipun  sempat bingung untuk menentukan vendor yang ingin gunakan karena banyak sekali vendor-vendor yang bagus, untungnya ada Dimas yang ikut membantunya dalam menentukan vendor dan juga wedding organizer-nya. “Dalam proses mempersiapkan acara ini, memang dibutuhkan kesabaran dan harus dikomunikasikan dengan baik ke beberapa pihak yang terkait. Hal ini bertujuan agar acara ini dapat berjalan dengan lancar dan sesuai yang diharapkan,” ujar Aulia. Dan pada akhirnya, acara lamaran Aulia dan Dimas pun berjalan dengan sangat lancar dan khimat, meskipun sempat mengalami nervous dan tegang di awal acara.

Berikut ini top 3 vendor pilihan Aulia dan Dimas.

1. Lilik Modes

Mbak Lilik yang merancang dan membuat kebayaku menjadi bagus sekali. Jahitannya rapi dan sangat pas di badanku serta harganya pun cukup murah.

2. Mitra Flower

Dekorasinya sangat rapi dan bagus. Rumahku benar-benar disulap menjadi indah sekali dan sesuai dengan keinginanku dan bahkan lebih dari ekspetasiku. Pak Mitro orangnya juga baik dan harga yang ditawarkan  pun juga tidak terlalu mahal.

3. Olive’s Patisserie

Suka sekali dengan design box yang aku bagikan ke tamu dan keluarga untuk souvenir. Isi box-nya ada tiga jar yang terdiri dari strawberry jam, cake in jar, dan meringue message. Dari ketiga jar tersebut, yang paling favorit adalah cake in jar-nya yang super enak dan meringue-nya yang juga unik sekali karena di setiap meringue-nya ada love quotes.

Selain top 3 vendor, Aulia dan Dimas juga memberikan tips untuk bride-to-be.

“Pertama, perbanyaklah komunikasi dengan keluarga dan pasangan dari masalah konsep, vendor-vendor hingga detail-detail lainnya. Hal ini dilakukan agar acara lamaranmu berjalan sesuai keinginan. Oleh karena itu, dibutuhkan kesabaran yang ekstra. Kemudian yang kedua, buatlah list to do untuk mencatat apa saja yang kamu butuhkan untuk acara lamaran dan yang terpenting jangan lupa banyak berdoa juga supaya semuanya lancar sampai hari H.”