Casual Outdoor Wedding at Raffles Hills

By Rebebekka on under The Wedding

Style Guide

Style

International

Venue

Outdoor

Colors

Vendor That Make This Happened

Wedding Reception

Venue On Green, Raffles Hills

Event Styling & Decor Bunga Keiffa Wedding Decoration

Photography Momento Portraiture

Videography Momento Portraiture

Bride's Attire Yohannes Bridal

Make Up Artist Yohannes Bridal

Groom's Attire Sam Tailor

Catering The Bistro at Raffles Hills

Wedding Cake Domino Cake

Wedding Entertainment Monica Music & Entertainment

Wedding Organizer One Love WO

Invitation Domino Card

Hari pernikahan merupakan momen yang paling penting dalam hidup kita dan pasti akan kita kenang seumur hidup sehingga setiap orang pasti ingin hari pernikahannya berkesan dan bermakna, seperti pernikahan Nindy dan Yesaya yang The Bride Dept ulas kali ini.  Setiap elemen hari pernikahan merekan memiliki makna yang dalam bagi mereka, lho. Simak ceritanya ya, brides!

Nindy dan Yesaya pertama kali bertemu pada tahun 2009 melalui komunitas gereja yang sama. Awalnya, Nindy tidak memiliki ketertarikan pada Yesaya, bahkan Nindy sempat tidak suka melihat Yesaya. “Yesaya itu awalnya annoying banget! Pecicilan, sok ganteng dan banyak tingkah, namun akhirnya malah aku jadi suka haha,” ujar Nindy sambil tergelak. Kedekatan di antara keduanya meningkat seiring meningkatnya frekuensi caling curhat. Setelah beberapa waktu, mereka pun akhirnya memutuskan untuk berpacaran.

Nindy mengakui bahwa hubungan mereka sempat goyah ketika Yesaya harus bekerja di luar kota. Hubungan jarak jauh yang mereka jalani memberikan berbagai ujian hingga pada akhirnya Nindy menyerah dan memutuskan hubungan. Meskipun demikian, Yesaya tidak pernah menyerah dan tetap memperjuangkan hubungan mereka.

Proposal Yesaya kepada Nindy penuh dengan kejutan. Semuanya berawal saat Nindy mengantar Yesaya ke bandara sebelum Yesaya kembali ke kota tempat ia bekerja. Saat itu, Yesaya meminta Nindy menutup mata sembari mengucapkan kata-kata romantis. “Yesaya kasih kotak cincin yang saat aku buka ternyata isinya bros. Ngeselin banget! Aku ngerasa dikerjain hahaha,” kenang Nindy. Nindy merasa digantungkan oleh Yesaya dengan harapan. Beberapa bulan kemudian, saat sedang serius bekerja di kantor, Nindy diberitahu bahwa ada yang menunggunya di lobi kantor. Ya, orang itu adalah Yesaya yang sengaja memberikan kejutan kepada Nindy dengan mendatangi Nindy di kantornya dan mengajaknya makan malam. Pada saat makan malam, Yesaya mengajak Nindy menonton video yang ia buat untuk keperluan kantornya. Tanpa Nindy duga, setelah video tersebut berakhir, Yesaya menayangkan kompilasi foto-foto Nindy. Tidak hanya itu, ada juga video Yesaya yang sedang bernyanyi lagu ciptaannya sendiri khusus untuk Nindy. “Di akhir video yang Yesaya buat, ada tulisan ‘Will you marry me?’ yang membuatku speechless dan terharu. Yesaya menyodorkan kotak cincin dan lagi-lagi isinya bros!” lanjut Nindy. Untungnya, di balik bros tersebut terdapat cincin dan Yesaya secara serius mengajak Nindy menikah.

Mengingat tahun mereka pertama kali bertemu adalah tahun 2009, Nindy dan Yesaya memutuskan untuk menikah pada tanggal 20 September yang memiliki penulisan 20.09. Cara penulisan ini juga menjadi syarat wajib untuk semua vendor. “Setiap kali vendor menulis tanggal, aku wajibkan untuk menulisnya dengan format 20.09 hehehe,” kata Nindy. Lucu ya?

Sejak awal persiapan pernikahan, Nindy dan Yesaya sudah memantapkan tekad untuk menikah dengan konsep outdoor. Meskipun telah membuat daftar berbagai venue pernikahan outdoor di Jakarta, Nindy masih belum menemukan venue pernikahan outdoor yang ia sukai. Nindy dan Yesaya akhirnya memutuskan untuk mengecek Raffles Hills di Cibubur berdasarkan rekomendasi teman mereka. Ternyata Raffles Hills berhasil membuat Nindy dan Yesaya jatuh cinta pada pandangan pertama. “Suasana Raffles Hills benar-benar menyatu dengan alam. Banyak spot yang unik dan luas. Sebetulnya aku sempat mengkhawatirkan cuaca, namun Puji Tuhan, pada saat hari H, cuacanya cerah!” jelas Nindy. Sesuai dengan konsep pernikahannya yang outdoor, Nindy mengenakan flat shoes yang dibuat khusus oleh ibunya Yesaya. Ternyata memang telah menjadi keinginan Nindy sejak dulu untuk tidak mengenakan high heels saat menikah. Ide yang cocok untuk ditiru kamu yang juga akan menikah dengan konsep outdoor, brides!

Bagi 250 tamu undangan yang merupakan keluarga serta sahabat-sahabat terdekat mereka, Nindy dan Yesaya menyediakan berbagai spot untuk berfoto-foto. Mereka bahkan mengakomodir tamu undangan yang membawa anak kecil dengan menyediakan area di mana anak-anak kecil bisa memberi makan kelinci yang berada di kandang dan bermain dengan angsa. Dekorasi pernikahan Nindy dan Yesaya tidak hanya menjadi pemanis venue, tetapi juga memberikan makna tersendiri. “Di bagian pintu masuk, ada lukisan almarhum papaku dan papanya Yesaya, karena sebetulnya kami sangat ingin papa kami bisa hadir, terlebih aku. Aku ingin bilang pada Papa bahwa Papa tidak salah menitipkan aku pada laki-laki yang sudah beliau kenal dan percayai.”

Di dekat altar tempat Nindy dan Yesaya diberkati pun terdapat pintu yang dihias dengan tulisan ‘This is how our story begins yang memiliki makna bahwa Nindy dan Yesaya akan memasuki babak baru dalam kehidupan setelah diberkati. Nindy dan Yesaya juga menjadi yang pertama melewati pintu tersebut seusai pemberkatan.

Souvenir pernikahan Nindy dan Yesaya yang berupa tas kain pun memiliki makna tersendiri. Tas yang didesain sendiri oleh Yesaya ini melambangkan Nindy dan Yesaya yang memiliki karakter berbeda. Nindy menjelaskan, “Dua anak panah adalah aku dan Yesaya. Kami memiiki sifat, kekurangan, dan kelebihan yang berbeda. Satu hal yang sama, kami saling mencintai dan cinta kami saling melengkapi.” Alasan Nindy dan Yesaya menjadikan tas kain sebagai souvenir adalah demi kemudahan para tamu undangan. “Daripada memberikan souvenir yang terlalu besar atau souvenir yang berupa pecah belah, kami putuskan untuk memberikan souvenir berupa tas kain.”

Segala hal yang terjadi pada hari bahagianya menjadi kenangan istimewa bagi Nindy, apalagi Nindy banyak dibantu oleh 13 sahabatnya yang juga menjadi bridesmaid-nya. Beberapa di antara mereka bahkan memakai sneakers, lho. “Pada dasarnya memang aku mau pernikahanku santai dan tidak terlalu ribet which will make it so stunning!” tambah Nindy. Adapun highlight pernikahannya adalah saat Yesaya menjemputnya, karena Yesaya melakukan prosesi penjemputan sembari menyanyikan lagu ciptaannya untuk Nindy. “Air mataku tidak bisa berhenti mengalir. Semua orang pun tidak menyangka Yesaya membuat  prosesi tersebut menjadi begitu indah dan mengharukan.”

Sebelum menutup wawancaranya dengan The Bride Dept, Nindy memberikan lima tips penting untuk pembaca The Bride Dept:

  1. Pernikahan itu hanya terjadi sekali seumur hidup, maka kita sebaiknya mewujudkan wedding dream kita. Karena setelah acara selesai, pernikahan kita pasti akan terus kita kenang dan mengenangnya saja bikin bahagia hehe. Jangan takut untuk mengeluarkan ide-ide yang kalian miliki dan jangan mudah terpengaruh oleh pendapat orang lain, tapi kalau terpengaruh secara positif sih boleh saja.
  2. Menggunakan WO yang profesional akan sangat membantu, karena kita tidak akan  merepotkan pihak keluarga dan semua tamu jadi bisa menikmati acara. Dengan menggunakan jasa WO, kita bisa lebih relaks saat acara dan benar-benar menjadi raja dan ratu dalam sehari.
  3. Bagi para brides-to-be yang LDR dengan pasangan, jangan menyerah! Tetap jalan terus dan jangan pedulikan omongan orang. Nikmati saja masa-masa LDR, karena jika sudah menikah, kalian bisa bertemu setiap saat kok. Yang paling penting adalah menjaga komunikasi dan saling terbuka.
  4. Jangan gengsi dan sungkan untuk tawar menawar dengan vendor, karena terkadang kita bisa mendapatkan bonus-bonus yang tak terduga.
  5. Jika ada masalah yang tak terduga terjadi, jangan panik! Hadapi segala sesuatunya berdua dan jangan disimpan sendiri.

Top 3 vendors pilihan Nindy:

  1. One Love Wedding Organizer

“Mereka sangat membantu dan kerjanya sangat profesional. Selain kompak dan seru, mereka juga selalu solutif terhadap berbagai masalah yang terjadi.”

  1. Bunga Keiffa Wedding Decoration

“Aku sangat berterima kasih kepada Ibu Yuli yang mengurus semua permintaan aku dan menyanggupi semuanya padahal aku banyak mau, bahkan sampai H-1 pun Ibu Yuli masih bertanya apakah ada hal lainnya yang aku inginkan. Benar-benar luar biasa! She’s the kindest! Aku juga suka hasil dekorasinya dan semua tamu pun memuji hasil dekorasinya.”

  1. On Green, Raffles Hills

Ci Veli benar-benar membantu aku. Dialah yang selalu mengingatkan aku mengenai hal-hal yang mendetail dan selalu mengingatkan aku untuk berdoa agar cuaca pada hari H tetap baik. Sampai sebelum cuti hamil pun Ci Veli masih sibuk mempersiapkan semuanya. Aku juga senang bekerja sama dengan Mas Doni karena Mas Doni luar biasa sabar. Meskipun Mas Doni tidak terlibat dari awal, Mas Doni tetap dapat mengikuti alur dan bertanggung jawab atas semua hal. Makanan yang disediakan enak semua dan tamu juga suka. Aku juga senang bisa dapat ruang VIP sebagai compliment.”